The Other Side

The Other Side
Mencari Kebenaran


__ADS_3

"Sarah tunggu. Kasih tau apa maksudmu bilang Rara anak pembawa sial? Dan apa hubunganmu dengan Netra dulunya," cegah Bunda Anna.


"Anna aku ga bisa kasih tau kamu sekarang. Ini juga menyangkut keselamatan putraku. Aku ga mau putraku tersakiti lagi. Aku akan bawa dia berobat ke luar negeri. Dan aku pastikan dia tidak akan bertemu lagi dengan Netra," jawab Tante Sarah yang berlalu meninggalkan Bunda Anna.


*****


"Aku haru cari tau mengenai masa lalu Rara," ucap Bunda Anna.


Seminggu berlalu, Netra dan Radit telah menyelesaikan Ujian Nasionalnya. Sedangkan Sandy masih belum sadar. Kebetulan kedua orang tuanya ada hambatan untuk pergi ke luar negeri hingga akhirnya Sandy tetap dirawat di rumah sakit di sini. Sesekali Netra dan Radit mengunjungi Sandy ketika kedua orang tua Sandy sedang tidak di sana.


"Mbok hari ini Tante Sarah dan Om Herman ada di sana?" tanya Radit yang menelpon Mbok Yati. Mbok Yati memang orang yang mengurus segala keperluan Radit di rumah sakit sehingga ia harus berada di rumah sakit.


"Hari ini Ibu sama Bapak harus pergi ke luar kota Den, ngurus bisnis mereka di sana katanya. Den Radit sama Non Rara mau ke sini?" tqnya Mbok Yati.


"Iya Mbok. Makasih informasinya," kata Radit sambil menutup teleponnya.


"Ra, Tante Sarah sama Om Herman lagi di luar kota, jadi kemungkinan kita masih bisa jenguk Sandy beberapa hari ini," kata Radit.

__ADS_1


"Benarkah? Syukurlah kalo begitu. Yaudah ayo kita pergi," ajak Netra.


"Bunda, aku sama Rara pergi ke rumah sakit ya," pamit Radit.


"Iya, minta anterin Mang Seto aja naik mobil, biar lebih cepet," teriak bundanya dari dapur.


"Iya bunda," jawab Radit sambil pergi ke luar menemui Mang Seto dan meminta tolong diantarkan ke rumah sakit Sandy dirawat. Mereka langsung bersiap-siap dan pergi.


"Ini saatnya aku cari tahu sebenarnya ada apa dengan masa lalu Rara. Aku harus temui Nek Sari. Dia pasti tahu semua tentang Rara," ucap Bunda Anna sambil pergi ke luar dan mengunjungi rumah Netra.


"Permisi," kata Bunda Anna sambil memencet bel rumah Netra.


"Oh Anna, ada apa? Bukannya Rara ada di rumah Radit?" tanya Nek Sari sambil membukakan pagar.


"Anna mau bicara aja sama nenek. Oh iya tadi Radit dan Netra pergi ke rumah sakit menjenguk Sandy," jawab Bunda Anna.


"Sandy masih belum siuman ya? Kasihan sekali dia. Siapa yang berlaku seperti ini ke dia," ucap Nek Sari.

__ADS_1


"Oh iya, masuk masuk Anna. Silahkan duduk biar nenek ambilkan minum," ucapnya lagi sambil mempersilahkan Bunda Anna masuk dan ingin pergi ke dapur menyiapkan minuman.


"Ngga usah Nek. Anna cuma sebentar aja kok disini," ucap Bunda Anna sambil menghentikan Nek Sari pergi.


"Sebenarnya ada sedikit hal yang ingin Anna tanyakan. Jadi waktu Rara ketemu sama orang tuanya Sandy. Rara itu sempet dibentak dan dimaki sampai-sampai ia ga diperbolehkan ketemu sama Sandy. Nenek tau apa alasan Sarah begitu?" tanya Bunda Anna.


"Sarah? Apa Sarah yang itu?" batin Nek Sari.


"Ah nenek ga tau, Rara kok ga cerita ya waktu itu," ucap Nek Sari berbohong.


"Loh Rara belom cerita ya ternyata, mungkin ia sedang banyak pikiran aja. Ia harus memikirkan ujiannya juga. Dan mereka belum membuka hasil ujian masuk SMA Internasional Tunas Bangsa mereka. Katanya ingin menunggu Sandy siuman supaya bisa membukanya. Tapi waktu pendaftaran ulang tinggal sebentar lagi, jika mereka lolo namun tidak daftar ulang akan sayang sekali posisinya," kata Bunda Anna.


"Kalau begitu biar nanti nenek bujuk Rara dan Radit supaya membuka hasilnya tanpa menunggu Sandy," kata Nek Sari.


"Nek tapi, apa nenek benar-benar gatau Sarah? Dia bilang ga mau berurusan lagi deh Rara. Lagi. Itu artinya mereka punya masa lalu yang sama kan Nek? Tolong nenek jangan tutup-tutupi masalah Rara ke Anna. Anna udah menganggap Rara seperti anak Anna sendiri Nek." Bunda Anna memohon ke Nek Sari namun Nek Sari tetap menjawab tidak tau.


"Anna sepertinya nenek butuh istirahat. Kamu datang lagi nanti ya," kata Nek Sari sambil masuk ke kamarnya dan meninggalkan Bunda Anna sendirian di ruang tamu.

__ADS_1


"Maaf Anna. Ini demi kebaikan Rara."


__ADS_2