Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Kesayangan Adam


__ADS_3

“Aaarrggggghhhhhh” pekik Adrian membahana bersamaan dengan suara debuman buku - buku di atas meja yang ia hempas begitu saja


“Sialan kau Adam!” Teriaknya lantang, Pamela dan Brianna yang sedang berada satu ruangan dengan Adrian sampai gemetaran dibuatnya


“Ternyata benar yang kau bilang Brianna, bukan Adrian yang berkuasa di Anderson Tower, melainkan Adam yang memegang kendali! kau bodoh sekali Brianna, bisa - bisanya kau tertipu oleh Adrian!” Sewot Pamela sambil bisik - bisik pada anaknya, membuat Brianna mendelik tajam pada Pamela


“Mana aku tahu kalau dulu Adrian berbohong, Bu! Lagipula semuanya sudah terjadi, aku sudah menikah dengan Adrian, untuk apalagi dipermasalahkan?” Sahut Brianna juga dengan berbisik - bisik


“Ck, harusnya kau menikah dengan Adam, bukan dengan Adrian!” Tandas Pamela masih dengan berbisik meskipun tatapannya tetap fokus pada Adrian yang masih mengamuk, takut - takut jika Adrian sampai mendengar pembicaraannya dengan Brianna


Brianna hanya bisa menghela napasnya, dalam hatinya tak menyangkal kalau ia pun menyesal menikah dengan Adrian, harusnya Adam lah yang ia pilih


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Adam memegang kedua bahu Bella begitu mereka sampai di kamarnya setelah acara sarapan bersama tadi, matanya yang tajam menatap Bella lamat - lamat


“Kau yakin dengan apa yang kau lakukan, Bella? Menjadi Direktur keuangan itu tidak mudah, penuh tekanan dan target! Aku tak mau kalau kau sampai stress Bella, ingat kau sedang mengandung!” Cerocos Adam, Adam sangat kaget dengan permintaan Bella tadi, tapi ia tak mungkin menentang keinginan Bella di depan Pamela dan Adrian, ia ingin menunjukkan pada Adrian terutama pada Pamela kalau ia mendukung dan menghormati semua keinginan Bella


“Kau jangan khawatir! Aku akan baik - baik saja Adam, percaya padaku!” Sahut Bella meyakinkan Adam, Adam menghela dalam napasnya


“Dengar Bella, keberadaanmu di perusahaan akan membuatmu dijadikan alat untuk menjatuhkanku, tidak menutup kemungkinan banyak orang yang nantinya akan berusaha untuk mencari - cari kesalahanmu, banyak yang akan menyerangmu Bella!” ucap Adam lagi penuh kekhawatiran


Bella menggenggam tangan Adam, senyum Bella tenang menenduhkan, “selagi ada kau yang melindungiku seperti tadi, aku akan baik - baik saja Adam, aku berjanji akan berusaha membantumu sebisaku untuk mempertahankan perusahaan” ujar Bella sungguh - sungguh


“Kau akan membantuku?” Tanya Adam nyaris tak percaya dengan apa yang baru ia dengar, Bella mengangguk mantap


“lagipula ini bagus untuk membuat Adrian, Pamela, dan Brianna murka bukan?” Ucap Bella dalam hatinya


Adam memijit pelipisnya, “Kau tidak tahu apa yang mampu orang - orang itu lakukan untuk mendapat keinginannya Bella!” Tandas Adam masih saja cemas dengan apa yang mungkin Bella hadapi nantinya


“Apa kau lupa kalau aku adalah Nyonya Adam Anderson? Aku juga harus kuat menghadapi apa pun sama sepertimu, Adam!” Tandas Bella


Adam yang masih sangat khawatir menimang sebentar, awalnya ia masih ragu tapi melihat antusias dan keyakinan Bella ia kemudian tersenyum lega, lalu gemas mengecupi pucuk kepala Bella, “baiklah, aku percayakan keuangan perusahaan padamu Bella, dan kau jangan khawatir, aku akan melindungimu dari siapa pun yang ingin menjatuhkanmu nanti” ucap Adam, Bella tersenyum penuh kemenangan, satu per satu rencananya berjalan dengan mulus, hanya tinggal menunggu waktu sampai Adrian lengser dari perusahaan, apalagi setelah kehamilannya diketahui semua orang nanti, bisa dipastikan kemenangan mutlak ada di tangan Adam, Adrian akan hancur, begitu pula dengan Brianna dan Pamela


“Tunggu saja, waktu kehancuran kalian sudah dekat” tutur Bella dalam hatinya

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esok paginya Bella bangun lebih awal dengan penuh semangat, hari ini adalah hari pertama ia bekerja, ia harus tampil prima dan memberi kesan yang baik pada semua orang di perusahaan Adam.


“Berengsek kau Bella! Apa - apaan kau? Kau lihat saja nanti, akan ku buat kau di permalukan di perusahaan” geram Adrian begitu ia melihat Bella yang terlihat cantik dalam balutan baju formilnya, Adrian semakin meradang saat melihat Miranda dan William menyemangati Bella di hari pertamanya bekerja


Bella melangkah dengan pasti masuk ke dalam mobil Adam yang telah terparkir di depan rumah, di dalam mobil Adam sudah menunggunya, ada asistennya juga disana, pantas saja Bella tak menjumpai Adam di sampingnya saat ia bangun hingga ia selesai bersiap tadi, Adam ternyata lebih dulu mempersiapkan semuanya


“Pelajari ini Bella” Adam menyodorkan setumpuk dokumen begitu Bella mendudukkan diri disamping Adam


“Apa tidak bisa menunggu nanti begitu kita sampai kantor?” Tanya Bella begitu melihat tebalnya dokumen yang diberikan Adam


Adam menatapnya dengan serius, tak ada tatapan cinta atau kasih seperti biasanya, “Jangan membuang waktu meskipun cuma sedetik, kau tak punya banyak waktu untuk belajar Bella!” Tandas Adam


“Ah I - iya” sahut Bella gugup, ia bisa merasakan aura dingin Adam lagi sama seperti saat awal mereka bertemu


”kalau ada yang tak kau mengerti, kau bisa bertanya pada asisten Wang” titah Adam menunjuk asistennya yang duduk di samping kursi pengemudi, Bella kembali mengangguk tanpa membantah


Perjalanan menuju kantor Adam sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi terasa sangat lama untuk Bella, selama di jalan Bella fokus mempelajari dokumen - dokumen tebal itu, sesekali ia bertanya pada asisten Wang hal yang ia tak mengerti, Adam mengawasi Bella dengan jeli, bahkan Bella tak dibiarkan berpaling sedikit pun dari dokumen - dokumen itu, meski hanya untuk melihat ke luar jendela kaca mobil


Tiba di depan gedung pencakar langit milik Adam hati Bella berubah tak karuan, apalagi ketika Bella melihat jajaran karyawan Adam yang berbaris rapi menyambut kedatangan pimpinan mereka. Bella juga melihat Adrian yang baru saja datang didampingi Brianna


“Tak biasanya Brianna ikut datang ke kantor, apa yang sedang mereka rencanakan?” Batin Bella bertanya - tanya


Cukup lama mobil itu berhenti di depan gedung, Adam meminta sopirnya dan asisten Wang untuk keluar dari mobil sebelum ia dan Bella turun. Ketika Adam dan Bella hanya tinggal berdua, Adam tanpa basa basi menangkup wajah Bella dan mendaratkan ciuman di bibir istrinya itu, meski singkat tapi ciuman Adam hangat dan intens, Adam berbeda sekali dengan tadi, saat aura dinginnya menguar membuat bulu kuduk merinding


“Kau dingin sekali padaku tadi!” Rajuk Bella sambil memajukan bibirnya


Adam membelai - belai sayang rambut istrinya, “Di depan semua pegawaiku termasuk asisten Wang kau adalah bawahanku, kita tidak boleh terlihat mengumbar kemesraan, pada saat di kantor kita harus profesional Bella, ini yang membuatku berat untuk mengizinkanmu bekerja denganku” tutur Adam sendu


“Ahahaha.. aku mengerti sekarang, baiklah Tuan Adam Anderson, selama berada di kantor aku akan bersikap sangat profesional, kau tak perlu sungkan untuk memarahiku jika aku melakukan kesalahan, Tuan” ucap Bella sambil menautkan kedua tangannya di leher Adam


Adam mengulurkan tangannya mengelus perut Bella, “apa pun yang terjadi kau tak boleh stress, jaga anak kita baik - baik Bella” ucap Adam, demi apa pun ia tak rela jika terjadi sesuatu pada anak dan istrinya, kesayangannya.


Kau tenang saja Adam, aku akan sangat berhati - hati, kau tak perlu cemas” sahut Bella, berbeda dengan maksud Adam justru Bella berpikir kalau Adam sangat mengkhawatirkan kandungannya karena bayi itulah yang akan menentukan kepada siapa perusahaan itu akan jatuh

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di kediaman keluarga Anderson, William, Miranda, dan Pamela sedang menikmati teh pagi mereka. Pamela memutuskan untuk tinggal lebih lama di rumah besannya itu untuk mengetahui lebih lanjut seberapa besar harta dan kekuasaan yang dimiliki Adrian dibanding Adam


“Aku senang melihat Bella yang begitu semangat bekerja dengan Adam tadi” ucap Pamela berpura - pura, membuka pembicaraan mereka


“Kau beruntung memiliki anak yang cerdas, berani, dan pekerja keras seperti Bella, Nyonya Pamela! Andai saja dia bukan menantuku, sudah tentu akan ku angkat dia menjadi putriku” sahut Miranda sengaja menyanjung Bella, ia bisa sedikit membaca jika Pamela tak begitu menyayangi Bella dibanding Brianna


“Ahahaha.. kau terlalu menyanjung Nyonya Miranda, tapi asal kau tahu putriku yang lain tak kalah pintarnya, Brianna bahkan pernah bekerja di perusahaan besar sebelum dia menikah” sahut Pamela, refleks menyanjung Brianna


Miranda hanya menipiskan bibirnya tak peduli, entahlah tapi ia merasa tak terlalu suka pada Brianna, berbeda dengan pada Bella, Miranda sudah jatuh hati pada Bella dari pertama kali ia melihat bagaimana Bella pontang panting kuliah sambil bekerja


“Ngomong - ngomong, bagaimana pekerjaan Adrian di perusahaan? Apa dia bekerja dengan baik?” Pancing Pamela mulai masuk ke intinya


“Adrian cukup baik mendampingi Adam memimpin perusahaan” sahut William, kening Pamela berkerut, ia semakin bersemangat menggali tentang posisi Adrian


“Mendampingi?” Tanya Pamela


Miranda mengangguk, “iya, mendampingi karena Anderson Tower dipimpin langsung oleh Adam, sementara perusahaan yang dipimpin oleh Adrian dulu sudah bangkrut beberapa tahun yang lalu” sahut Miranda keceplosan


“Mom!” Tandas William mengingatkan tak ingin kegagalan Adrian diumbar pada mertuanya sendiri, Miranda hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya ketika sadar kalau ia keceplosan, sementara wajah Pamela berubah pucat pasi mengetahui bahwa Adrian bukan apa - apa dibanding Adam, bahkan perusahaan Adrian saja sudah bangkrut


“Lantas bagaimana nasibmu Brianna?” Gumam Pamela cemas dalam hatinya, “tidak, ini tidak boleh terjadi! Aku tak akan membiarkan Bella yang mendapatkan apa yang seharusnya jadi milik Brianna, aku akan melakukan apa pun termasuk jika harus mengganti Adrian dengan Adam, aku tak boleh terlambat! Aku harus melakukan sesuatu sebelum Bella mengandung anak Adam!”


“Kau sedang memikirkan sesuatu Nyonya Pamela?” Tanya Miranda pada Pamela yang hanyut dalam pikirannya sendiri


Pamela terkesiap, “ahahaha.. maafkan aku! Tadi aku hanya berpikir tentang Adam, aku tak terlalu mengenalnya karena kami hampir tak pernah bicara! Bisakah kau memberi tahuku apa makanan dan minuman yang Adam suka? Dan apa yang sangat dia tidak sukai?” selidik Pamela, sengaja bertanya lebih lanjut soal Adam, ada rencana besar yang tengah ia siapkan


William dan Miranda saling tatap, tumben sekali Pamela bertanya tentang Adam, karena selama ini Pamela bahkan tak pernah bertanya tentang kabar Adam dan Bella meskipun itu menantu dan putrinya sendiri


William mengangguk memberi kode pada Miranda untuk menjawab pertanyaan Pamela, William berpikir bahwa sah - sah saja Pamela ingin mengetahui tentang menantunya


“Adam orang yang sangat disiplin dan bertanggung jawab, oleh karena itu ia sangat tidak menyukai orang yang tidak tepat waktu dan tidak memenuhi tanggung jawabnya” sahut Miranda, “mengenai makanan dan minuman yang disukai Adam, kau bisa bertanya pada Bella, ia sudah sangat mengenal Adam dan sering kali ia yang menyiapkan makanan dan minuman untuk Adam” tambah Miranda lagi, Pamela mengangguk - angguk, senyumnya terbit tatkala berbagai gagasan muncul di otaknya


“Adam Anderson, kau bukan untuk Bella, melainkan Brianna!” Tandas Pamela dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2