Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 66


__ADS_3

Dua bulan kemudian…


Bella tengah menyandarkan kepalanya di dada bidang Adam, tangannya tak lepas mengelus - elus perutnya yang sudah sangat besar, hanya tinggal hitungan hari menuju kelahiran anak yang mereka nanti


“Kau suka ini?” Adam menunjuk foto sebuah kalung penuh bertahta berlian keluaran terbaru di layar laptopnya, Bella memperhatikan sebentar lalu menggeleng pelan, “Perhiasanku sudah sangat banyak, bahkan ada beberapa yang belum sempat ku pakai” sahutnya


“Hei, koleksi itu tidak harus selalu dipakai, kau bisa menyimpannya dan memakainya kapan pun kau mau!” Sahut Adam, pria itu lalu mengetik cepat di ponselnya


“Aku sudah meminta Anna untuk membeli kalungnya, aku yakin pasti kalungnya cocok untukmu” ucapnya pada Bella, Bella hanya bisa menghela napas karena Adam lagi - lagi membeli sesuatu untuknya tanpa persetujuannya. Memang selalu seperti itu Adam, tak menerima penolakan jika ia ingin memberikan sesuatu untuk Bella, bagi Adam itu adalah salah satu bentuk perhatiannya


“Kau masih saja memerintah Anna! Harusnya kau memberikannya cuti! Bukankah pernikahannya dengan Adrian hanya tinggal 1 bulan lagi?” Omel Bella


“Untuk apa ia cuti jika semua persiapan pernikahannya di urus oleh Mommy? Apa kau tak melihat bagaimana sibuknya Mommy setiap hari seolah pernikahannya akan terjadi esok hari?” Ucap Adam sambil terkekeh


“Itu karena Mommy ingin memberikan yang terbaik untuk Adrian dan Anna, sayang! Apa kau cemburu karena belakangan Mommy lebih memperhatikan Adrian?” Goda Bella, sesekali ia menggelitik pinggang suaminya hingga Adam kembali terkekeh geli


“Ampun sayang! Ampun!” Adam memelas meminta istrinya berhenti, perutnya sudah sakit akibat terus tertawa, dan Bella memang berhenti tapi bukan karena permintaan Adam, melainkan karena ia merasakan sesuatu yang membuat wajahnya memerah


“Hei, kau kenapa?” Tanya Adam saat melihat Bella menutup wajah dengan kedua tangannya


“Adam, maaf! Sepertinya Aku baru saja air kecil, aku tak bisa menahannya Adam! Itu keluar begitu saja!” Gumam Bella nyaris menangis saking malunya, entah akan ia simpan dimana mukanya setelah ini, mengompol di depan pria nyaris sempurna seperti Adam adalah bencana besar untuk Bella meskipun Adam adalah suaminya sendiri


“Ahahaha.. tidak apa - apa sayang! Aku mengerti!” Adam membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya, namun mata Adam memicing ketika ia melihat seprai putih bersih yang membasah dan ada sedikit bercak darah di atasnya


“Bella, aku pikir ini bukan air pipis! Sepertinya itu air ketuban!” Ucap Adam mulai panik, “Kau akan melahirkan Bella!” Ucap pria itu lagi lalu bangkit dari tempat duduknya, setengah berlari menuju keluar kamar dan kemudian berteriak meminta pelayan agar memerintahkan sopir menyiapkan mobil

__ADS_1


“Adam, ada apa? Apa sesuatu terjadi?” Cecar Miranda saat mendengar teriakan Adam


“Mom, Bella akan melahirkan!” Sahut Adam


“Apa? Bukankah harusnya beberapa hari lagi?” Tanya Miranda lagi


“Air ketubannya sudah pecah, Mom! Aku akan segera membawa Bella ke rumah sakit!” Tandas Adam lagi, pria itu lalu berlari kembali ke kamarnya, begitu pun Miranda ia sibuk memanggil para pelayan dengan panik; meminta mereka menyiapkan semua keperluan Bella untuk dibawa ke rumah sakit, tak lupa ia memberi tahu William, menghubungi keluarga Justin, serta menghubungi Adrian, orang yang paling antusias menantikan kehadiran anak Bella dan Adam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bella sudah dibawa ke rumah sakit milik Takanawa, disana sudah ada Justin, Erick, beberapa dokter spesialis dan perawat yang menunggu kedatangan Bella. William dan Miranda datang hampir bersamaan dengan Emily dan Takanawa, sedang Adrian dan Anna tiba beberapa menit kemudian. Kini semua menanti dengan cemas di depan ruangan tindakan, meski sudah ada Adam, Justin dan beberapa dokter yang menangani Bella, tapi tetap saja rasa khawatir itu ada


“Ya Tuhan” ucap Emily sendu saat mendengar suara erangan dan teriakan Bella yang kesakitan, ingin rasanya ia menemani putrinya itu kalau saja Justin tak melarangnya tadi


Duduk di depan Emily, Miranda pun gusar mendengar teriakan menantunya, “Bella kesakitan, sayang! Kasian sekali dia” ucapnya sedih pada William


Sedang di luar rumah sakit, suasana semakin riuh karena kedatangan para pewarta, mereka berlomba menjadi yangpertama memberitakan kelahiran pewaris keluarga Anderson.


Waktu terus bergulir, nyaris sore ketika suara tangisan bayi memecah kekhawatiran keluarga Anderson dan Takanawa, senyum bahagia dan ucapan syukur mulai bergulir, William dan Takanawa berjabat tangan saling mengucapkan selamat sedang Miranda dan Emily berpelukan dan memecahkan tangis bahagia mereka, meskipun masih menyisakan kekhawatiran yang lain, bagaimana dengan Bella? Karena sampai saat ini belum ada satu pun perawat atau dokter yang keluar dari ruangan itu


Miranda dan Emily mulai gelisah lagi, keduanya celingukan melihat ke arah pintu ruangan tempat Bella sedang ditangani, berharap ada yang keluar dan memberi tahukan bagaimana kondisi Bella. Lalu saat Justin keluar kedua perempuan paruh baya itu segera menghampiri Justin disusul yang lainnya


“Bagaimana kondisi Bella dan cucuku, Justin?” Todong Miranda


“Kenapa kalian lama sekali di dalam?” Tambah Emily, sambil membuka masker, dan perlengkapan medisnya Justin hanya menghela kesal napasnya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya

__ADS_1


“Kau tahu apa yang terjadi di dalam tadi, Mom? Adam benar - benar merepotkan! Ia menangis sepanjang waktu, sehingga Bella beberapa kali kehilangan fokusnya karena menenangkan Adam dulu! Dan kau tahu apa yang terjadi saat bayi mungil itu lahir? Adam tak mau melepaskan anaknya! Kami harus membujuknya dulu agar ia memberikan anaknya pada perawat!” Omel Justin, ia lupa kalau orang tua dan adiknya Adam pun ada disitu, Miranda hanya bisa mengusap tengkuknya salah tingkah, sedang Adrian dan Anna sama - sama menahan tawa, tak terbayang di benak mereka bagaimana rupa Adam ketika menangis, maklumlah selama ini Adam dikenal dingin dan arogan


“Lalu bagaimana dengan Bella?” Tanya William, ia fokus menanti kabar menantu kesayangannya itu


“Bella sangat kuat, dia baik - baik saja.. tak ada yang perlu di khawatirkan, Tuan William!” Sahut Justin


William tersenyum lega dan mengusap dadanya, “syukurlah” ucapnya banyak - banyak


“Lantas kenapa Adam belum keluar juga? Apa ia masih menangis di dalam?” Tanya Miranda dengan sedikit malu


”Aku yakin dia tak ingin keluar dari sana Nyonya, jadi biarkan saja di dalam!” Jawab Justin pasrah, Adam memang bersikukuh untuk tetap berada di dalam ruangan tanpa meninggalkan Bella sebentar pun, “Kalian beristirahat lah, Bella dan bayinya sedang disiapkan untuk pindah ke ruangan inap, nanti kalian bisa bertemu mereka disana!” tambah Justin lagi, menyadari bahwa mereka semua kelelahan dan juga lapar, akhirnya keluarga Takanawa dan Anderson memutuskan untuk santap sore bersama


Sedang di dalam ruangan, Adam masih saja menggenggam tangan Bella, sesekali ia daratkan kecupan sayang di pipi, bibir, atau kening istrinya, Adam tak malu - malu meskipun di ruangan itu para dokter dan perawat masih hilir mudik sibuk menjalankan kewajibannya, meskipun interaksi keduanya tak luput dari perhatian mereka, alhasil perlakuan Adam pada Bella membuat perawat dan dokter wanita iri pada rasa cinta yang ditunjukkan pria tampan itu pada istrinya


“Terima kasih sayang, kau memberikanku hadiah terbaik, bayi yang mungil dan secantik dirimu! Kau tahu, aku tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya” ucap Adam, entah untuk keberapa kalinya, Bella saja sampai sudah bosan menyahutnya, apalagi air mata Adam tak jua surut, matanya semakin sendu meskipun bibirnya tersenyum lebar


“Sampai kapan kau akan menangis sayang?” Tanya Bella sambil mengusap air mata di pipi Adam


“Sampai aku bosan!” Sahut Adam asal, sontak saja Bella sewot dibuatnya, meski begitu Bella sangat bahagia karena merasakan bagaimana Adam sangat mencintai dirinya dan tak ingin kehilangan Bella


“Jadi apa nama anak kita yang selalu kau rahasiakan itu?” Selidik Bella, Adam mengusap wajahnya sebentar, dan menarik napas dalam - dalam seolah ia akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting


“Eve, namanya Eve Arabella! Dia akan setenang malam, dan hatinya akan seluas dunia ini, dan yang pasti akan secantik dan sebijak dirimu!” Sahut Adam dengan bangganya yang sukses membuat Bella tersenyum bahagia


“Eve Arabella.. nama yang indah” ucap Bella penuh haru, Justin yang sudah kembali ke dalam ruangan hanya bisa tersenyum meski hatinya perih luar biasa melihat bagaimana aura cinta dan bahagia memancar dari Bella dan Adam, entah bagaimana cara ia melupakan adiknya itu, ia sudah sangat mencoba, tapi semakin ia berusaha cintanya justru semakin menggebu

__ADS_1


(Bersambung….)


__ADS_2