
“Bella anak David Smith dan Pamela? Ini berarti Bella adalah anak dari mantan suamiku dulu? Ya Tuhan, bagaimana bisa?” batin Emily, ini seperti mimpi baginya
“Bella, apa kau menyimpan foto Ayahmu?” Tanya Emily penasaran, demi apa pun ia tak ingin mempercayai kenyataan yang baru saja ia terima, susah payah ia berlari dari masa lalu yang menyakitinya tapi dengan mudahnya semesta mempertemukannya dengan anak dari pria yang paling ia cintai sekaligus ia benci
Bella beringsut bangun dari tempat tidurnya, meraih tas yang tergeletak di atas nakas, ia lalu membuka dompet dan mengeluarkan sebuah foto, ada dia dan Ayahnya dalam foto itu saat mereka berdua sedang berlibur
Bella lalu menyerahkan foto itu pada Emily yang menerimanya dengan tangan gemetaran
“Ya Tuhan” seketika Emily lemas, air matanya mendesak hendak menetes, “David” suara Emily bergetar, dadanya sesak menahan pedih yang teramat, bayangan pengkhianatan mantan suami dengan sahabatnya sendiri dulu kembali berputar di kepalanya
*** Flash Back:
David Smith, Ayah dari Bella dulunya adalah suami dari Emily, Emily memilih untuk bercerai dari David karena suatu hari Emily menerima kenyataan pahit bahwa suaminya telah tidur dengan sahabatnya sendiri, yaitu Pamela. Tanpa pamit Emily meninggalkan David, membawa luka yang menganga besar, hingga suatu hari ini dipertemukan dengan Takanawa, suaminya sekarang yang berhasil menyembuhkan lukanya meskipun tak berhasil menghapus David dari hati Emily
“Jadi Bella memang benar anakmu, anakmu dan Pamela?! Ternyata dunia begitu sempit David, kau lihat… anakmu sedang berada bersamaku, dan dia sudah berhasil membuatku jatuh hati” Emily tak bisa menahan lagi air matanya yang turun tak terbendung
Bella memperhatikan Emily yang tertunduk dan mulai tersedu, “Nyonya? Kenapa Nyonya menangis? Apa Nyonya baik - baik saja?” Bella cemas melihat Emily yang tergugu menangis sambil menatap nanar foto di tangannya, Emily mengembalikan foto itu pada Bella, ia lalu mengusap air matanya
“Aku akan keluar dulu sebentar, kau istirahatlah! Nanti pelayan akan memberitahukanmu ketika makan malam sudah siap” Emily menggerakan kursi rodanya keluar dari kamar
“Ada apa dengan Nyonya Emily? Apa dia mengenal Ayahku?” Batin Bella
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah malam ketika Bella, Justin, Emily, dan Jessie berkumpul di ruang tengah setelah mereka selesai makan malam. Keempatnya hening larut dalam pikirannya masing - masing, Bella mencuri - curi pandang pada Emily yang diam seribu bahasa, sedang Justin dan Jessie justru memperhatikan gerak - gerik Bella, menanti Bella menceritakan apa yang terjadi padanya
“Apa Adam tak mencarimu, Bella?” Emily buka suara memecah kebisuan diantara mereka
Bella menghela napas dan tertunduk, jarinya bertaut gelisah, mendengar nama Adam membuat hatinya campur aduk, marah, kecewa, rindu, semuanya ada disitu, “Aku memang sengaja tak ingin sampai Adam menemukanku” ujar Bella
Baik Emily maupun Jessie agak terkejut dengan pernyataan Bella, “apa kau sedang ada masalah dengan suamimu” Tanya Emily, Justin memfokuskan dirinya menanti jawaban Bella
“Aku bingung harus mulai menceritakannya darimana, semuanya terasa rumit” tutur Bella sendu
“Kau tak perlu sungkan Kak, sebaiknya kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, kalau memang kau perlu bantuan, kami pasti akan membantumu” Jessie meyakinkan Bella agar terbuka menceritakan masalah yang sedang ia hadapi
Bella menggigit bibir bawahnya, ia ragu bercerita, tapi melihat bagaimana perhatian keluarga itu padanya membuat Bella merasa punya tempat mencurahkan semua beban, Bella menghela napasnya, pelan - pelan ia mulai menceritakan semua masalah yang menderanya
Setelah mendengar cerita dari Bella, Justin mengepalkan tinjunya, demi apa pun ia sangat murka pada Adam, tega - teganya Adam menyakiti Bella lagi dalam kondisi Bella yang tengah hamil
“Apa - apaan itu Kak Adam! Harusnya dia bertanya dulu apa yang sebenarnya terjadi pada Kak Bella, tidak langsung menghakimi begitu saja!” Jessie naik pitam mendengar cerita Bella
“Kau sudah tahu Adam begitu, kenapa kau tak meninggalkannya, Bella?” Kali ini Justin yang mengeluarkan unek - uneknya
“Justin! Ini rumah tangga Adam dan Bella, kita tidak berhak ikut campur apalagi sampai menyarankan Bella untuk meninggalkan suaminya!” Omongan Emily membuat Justin dan Jessie terperangah, ada apa ini? Kenapa tiba - tiba Emily berubah? Bukannya dia merestui jika Justin berupaya untuk bersatu dengan Bella
“Ma, kenapa kau bicara seperti itu? Ini kesempatan yang baik agar Kak Bella punya alasan untuk meninggalkan Kak Adam bukan?” bisik Jessie, Emily tak menyahut, ia hanya menghela napasnya
“Dengar Bella, kau harus menyelesaikan masalahmu dengan Adam, kalau kau mencintainya begitu pula sebaliknya, maka kau harus mempertahankan rumah tanggamu!” Tandas Emily
“Ma!” Protes Justin, ia tak terima Ibunya malah mendukung Adam dan Bella
“Ma, kau kenapa?” Jessie ikut protes
__ADS_1
“Aku hanya melakukan apa yang benar, ini yang terbaik untuk semua” sahut Emily, Emily lalu menggerakan kursi rodanya meninggalkan Justin, Jessie, dan Bella dalam kebingungan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Tuan, ini makan malam anda” Anna menyodorkan sebaki penuh makanan pada Adam yang duduk termenung di atas kursi kerjanya, Adam baru saja pulang mencari Bella ke seluruh kota, ia bahkan kembali lagi ke kediaman Tanaka memastikan jika Bella memang tak kesana
“Ada kabar terbaru dari orang kita yang sedang mencari Bella?” Tanya Adam, tak peduli sedikit pun pada makanan yang tersaji lezat untuknya
“Maaf Tuan, apa tidak sebaiknya Tuan makan dulu, sejak dari pagi Tuan belum makan apa pun” sahut Anna khawatir
“Anna, jawab saya! Apa ada perkembangan tentang pencarian Bella?” Tanya Adam lagi, nada bicaranya sudah tinggi karena lelah, marah, cemas, sesal semua bercokol di hatinya sekarang
Anna menggeleng lalu menunduk sedih, pencarian mereka bertiga dan orang - orang suruhan Adam tak membuahkan hasil sama sekali, Bella tak terlihat dimana pun seperti hilang ditelan bumi
Adam baru saja mendaratkan punggungnya ketika ponselnya berdering, Adam sigap meraih ponselnya dan menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenal itu, Adam berpikir mungkin itu dari Bella
Tiba - tiba saja Adam berdiri dari duduknya, “baik, aku akan segera sampai disana” hanya itu yang Adam ucapkan sebelum ia setengah berlari keluar dari ruangannya
“Tuan, apa saya dan asisten Wang perlu ikut?” Anna terengah setengah berlari mengikuti Adam di depannya menuju lift
“Tidak perlu!” Sahut Adam yang tak sabaran menekan - nekan tombol lift, ada seseorang yang harus segera ia temui
** Mobil yang dikendarai Adam melesat cepat menuju tempat yang disebutkan oleh orang yang menghubunginya tadi, sebuah restoran bergaya Jepang tepat di tengah - tengah kota
Saat sampai Adam diantarkan seorang pelayan menuju sebuah ruangan VIP, disana Adam melihat Emily yang duduk di atas kursi rodanya dengan wajah sendu
“Selamat malam Nyonya Emily” ucap Adam sopan
“Seperti yang aku sebutkan tadi, aku punya berita tentang Bella, kau tentu telah mencarinya sepanjang hari ini kan?” Tanya Emily, Adam mengangguk
“Bella ada di rumahku Adam” ucap Emily, Adam menghela lega napasnya, mengucap syukur banyak - banyak, sungguh ia tak pernah merasa hatinya selapang ini
“Apa dia baik - baik saja Nyonya?” Tanya Adam, matanya berkaca - kaca bahagia
“Dia sangat baik, hanya saja dia kecewa padamu Adam!” Sahut Emily, lalu menyesap tehnya sebentar, “seharusnya kau mencari tahu dulu sebelum kau membebani hatinya yang sudah terluka”
“Apa Bella menceritakan semuanya padamu?” Tanya Adam
“Cukup untuk membuatku tahu kalau Bella adalah korban dari Ibunya, Kakaknya, dan Adrian!” Sahut Emily, “Dulu Adrian memanfaatkan Bella, mendekati dan membuatnya jatuh cinta hanya untuk mendekati Brianna, setelah berhasil ia mencampakkan Bella begitu saja”
Adam terhenyak kaget mendengar itu, hatinya bergejolak, ada perasaan marah pada Adrian berlomba dengan penyesalan karena membuka luka lama Bella, “berengsek kau Adrian” batinnya dengan tinju yang mengepal
“Pamela, sebagai Ibunya justru berpihak pada kebusukan Adrian dan Brianna, wanita itu tak pernah berubah dari dulu” Emily menghela berat napasnya
“Nyonya mengenal Nyonya Pamela?” Selidik Adam
“Ya, aku sangat mengenalnya! Dia sahabatku dulu, sekaligus orang yang menghancurkan pernikahanku dengan Ayahnya Bella, David Smith” sahut Emily, suaranya terdengar berat
“Jadi Nyonya adalah mantan istri Ayahnya Bella?” Lagi - lagi Adam terkejut
“Benar, aku meninggalkan David saat aku tahu kalau dia telah tidur dengan Pamela, sahabatku sekaligus sekretaris David” Emily memaksa hatinya tegar, tak mudah untuknya membuka kembali lembaran kelam dalam hidupnya
Malam ini benar - benar penuh kejutan untuk Adam, jantungnya beberapa kali berubah debarannya menjadi lebih kencang karena mendengar fakta - fakta yang membuatnya tercengang
__ADS_1
“Aku mengerti sekarang kenapa Nyonya Pamela sangat membenci Bella, wajah dan gerak gerik kalian memang sangat mirip, yang aku tak mengerti kenapa Nyonya Pamela begitu membencimu sampai akhirnya ia juga membenci anak kandungnya sendiri hanya karena Bella mirip denganmu” selidik Adam
“Karena meskipun kami sudah bercerai, dan tak lama dari itu David menikahi Pamela, David tetap saja mencariku, ia sampai membayar orang untuk mengetahui keberadaanku, beberapa kali dia hampir menemukanku, tapi semesta saat itu berpihak padaku sehingga kami tak pernah bertemu lagi” terang Emily, Adam semakin paham sekarang atas kebencian Pamela pada Bella
“Adam, apa kau tahu kalau Justin menginginkan Bella?” Emily bertanya, pandangannya menyelidik
“Sebagai seorang pria, aku paham apa yang Justin inginkan” sahut Adam
“Oleh karena itu, segeralah jemput Bella! Aku tak ingin Justin mengira ia punya kesempatan untuk mendapatkan Bella karena kalian sedang bertengkar” tandas Emily, suaranya bergetar karena ia terpaksa mengatakan itu, ia tahu Justin akan patah hati, tapi ini semua demi kebaikan putranya
“Aku mengerti” hanya itu jawaban Adam, dalam hati ia bersyukur karena Emily mau membantunya dan bukan memihak Justin
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menjelang ketika Bella dan Jessie tengah menyesap teh di halaman rumah, keduanya akrab bercengkrama, sesekali mereka tertawa ketika Jessie menceritakan kelakuan konyol Justin saat mereka masih kecil
Namun tawa Jessie seketika terhenti saat ia melihat sosok tegap Adam yang tiba - tiba saja muncul di belakang Bella, tak urung Bella ikut melihat penasaran apa yang membuat mata sipit Jessie terbelalak itu
“A - Adam” Bella yang terkejut refleks berdiri, Adam yang sudah ada di depan Bella tak membuang kesempatan, ia memburu dan memeluk Bella
“Kenapa kau pergi begitu saja? Apa kau tak tahu bagaimana perasaanku saat kau menghilang begitu saja?” Adam merengkuh erat tubuh Bella, melampiaskan semua kegundahan dan perasaan bersalahnya, Adam tak peduli Bella meronta - ronta minta dilepaskan, Adam juga tak peduli pada tatapan Jessie yang kemudian berlari masuk ke rumah sambil memanggil - manggil nama Justin dan Emily
“Darimana kau tahu aku disini Adam?” Bella masih mencoba meronta sekuat tenaganya, meskipun rindu bergelayut dihatinya, tapi kemarahannya pada Adam belum reda
“Aku minta maaf” sahut Adam penuh penyesalan, Adam lalu melepaskan pelukannya dan menatap lamat - lamat wajah Bella, “aku benar - benar minta maaf” ulangnya lagi
Saat itu Justin yang tergesa keluar setelah Jessie memberitahukan kedatangan Adam menatap nanar Bella dalam rengkuhan Adam, Justin hendak berjalan mendekat saat Ibunya menarik tangan Justin, “Biarkan Adam membawa istrinya pulang” tandas Emily, Justin menoleh dan menatap tajam pada Ibunya
”Jadi Mama yang memberitahukan Adam kalau Bella ada disini?” Cecar Justin
“Iya, karena itu yang seharusnya aku lakukan Justin!” Sahut Emily
Jessie menggeleng tak percaya Ibunya tega melakukan hal ini, “Tapi kenapa Ma? Apa Mama tidak memikirkan kebahagiaan Kak Justin? Ini kesempatan Kak Justin untuk mendapatkan Kak Bella!” Jessi ikut protes pada Ibunya
Justin melepaskan cengkraman tangan Emily di lengannya, “aku tak tahu apa yang terjadi padamu Ma, tapi aku tak akan membiarkan Adam membawa Bella, aku yang akan menjaga Bella dan anaknya” tandas Justin, ia lalu melangkah hendak mendekati Adam dan Bella
“Justin berhenti!” Titah Emily, tapi anaknya itu tak mendengar, ia masih saja berjalan tergesa
“Justin, berhenti! Lupakan Bella!” Pekik Emily yang lalu membuat Adam dan Bella menoleh pada asal suara, mereka juga bisa melihat Justin yang terpatung berdiri di tempatnya mendengar pekikan Emily, tak pernah - pernahnya Ibunya itu berteriak
“Kenapa Ma? Kenapa?” Kini Justin yang memekik mempertanyakan tindakan Ibunya, Emily sudah tak bisa lagi menahan air matanya yang berlinang, “karena dia adikmu Justin! Kalian sama - sama anak David Smith, mantan suamiku dulu” di atas kursi rodanya itu Emily tersedu sambil memegang dadanya yang terasa sesak
“Ya Tuhan” hanya itu yang bisa diucapkan Bella saking terkejutnya ia, Jessie pun sama ia sampai berlutut di depan Ibunya
“Ma, apa maksud Mama? Jadi Kak Justin bukan Kakak kandungku? Mama pasti salah! Ini semua bohong kan?” Cecar Jessie, Justin menelan salivanya berkali - kali, masih berdiri di tempat yang sama tapi pikiran Justin sudah melayang jauh, bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa ini terjadi pada dirinya?
“Maafkan Mama Justin! Mama pikir semua kebenaran ini akan tertutup selamanya karena Ayahmu tak mengetahui tentang kehamilan Mama saat Mama meninggalkannya, Mama lebih yakin untuk menyimpan rahasia besar ini pada siapa pun setelah Takanawa menerimamu sebagai anaknya sendiri, ia menyayangimu layaknya anak kandungnya. Mama tak pernah menyangka pada akhirnya semua ini harus terungkap karena Mama tidak mungkin membiarkan kau mencintai adikmu sendiri” remuk redam perasaan Emily saat membeberkannya, apalagi saat ia melihat air mata yang mulai membasahi pipi Justin
“Tidak, ini tidak mungkin benar!” Justin mengusap air matanya, ia lalu berjalan cepat melewati Adam dan Bella menuju mobilnya
“Justin! Justin!” Pekik Emily memanggil - manggil anaknya, sayang Justin sudah mengendarai mobilnya dengan cepat, meninggalkan Emily dalam perasaan cemas, ia tahu benar bagaimana anaknya itu, Justin tak akan mudah menerima ini semua, apalagi cintanya pada Bella tak main - main
Bersambung…
__ADS_1