Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 72


__ADS_3

“Apa kau ingin menyentuhku lagi, Kak?” Tanya Bella tanpa menatap Justin, pandangannya lurus ke hamparan laut yang mulai menghitam dibayangi mendung, Justin tak percaya apa yang dia dengar, Bella ingin Justin menyentuhnya? Apa Bella telah jatuh dalam perasaan Justin?


“K - kau serius Bella?” Tanya Justin setengah antusias setengah was was


“Sentuhlah Kak!” Titah Bella, dalam hati Bella merapal meminta maaf banyak - banyak pada Adam


Tanpa dikomando lagi Justin memburu memeluk Bella, melepaskan dahaga rindunya, “Aku mencintaimu Bella” ucapnya, Justin bukannya tak merasakan badan gemetaran dalam rengkuhannya, tapi sungguh ia tak ingin pedulikan itu sekarang, perintah Bella untuk menyentuhnya bak legalisir untuk memiliki raganya, meskipun hatinya belum tentu.


”Aku kedinginan” ucap Bella, Justin melonggarkan pelukannya


“Tunggu sebentar, aku ambilkan selimut di mobil” sahut Justin lalu tergesa menuju mobilnya, kesempatan yang Bella pakai untuk berjalan ke tepi tebing, berdiri tepat di mulut jurang, dimana hamparan lautan dengan gulungan ombak dan batu karang curam menanti Bella dibawah sana jika kaki Bella sedikit saja terpeleset


“B - Bella! Apa yang kau lakukan?!” Pekik Justin terkejut melihat Bella yang berdiri di ambang kematiannya


“Aku ingin mati, Kak! Aku ingin mati!” Pekik Bella


Justin jelas saja shock, wajahnya berubah panik, “Apa yang terjadi, Bella? Kenapa kau sampai ingin bunuh diri?” Tanyanya ketakutan, ia ingin mendekat tapi khawatir justru membuat Bella semakin nekad


Bella sengit menatap Justin, “Apa yang terjadi? Kau masih bertanya apa yang terjadi? Kau yang membuatku seperti ini, Kak! Kau!!!!!” Teriak Bella


Duaaarr…


Justin bak tersambar petir mendengar pekikan Bella, selimut di tangannya ia remas sekuat tenaga, matanya yang jernih sudah mulai berkubang air, “Bella” rintihnya

__ADS_1


“Kenapa Kak? Kau terkejut? Bukankah kau ini yang kau inginkan, hah? Kau menginginkanku mati kan?!” Teriak Bella lagi


“Bella, mana mungkin aku menginginkanmu mati?” Justin memberanikan diri hendak mendekat, namun Bella yang semakin mundur ke bibir jurang membuatnya berhenti


“Kau mulai membunuhku pelan - pelan saat kau menyentuhku, Kak!” Tandas Bella, “Kau membuatku tak pantas lagi untuk Adam, sementara aku tak bisa hidup tanpanya!” Tambahnya


Justin tak dapat berucap, jantungnya berdetak kencang, ia terlalu takut membayangkan Bella akan jatuh, matanya tak lepas dari kaki Bella yang sedikit saja bergerak bisa membuat Bella kehilangan nyawanya


“Kau tahu aku mencintai Adam, tapi kau menyentuhku! Kau ingin menjauhkanku dari Adam! Lebih baik aku mati Kak, lebih baik aku mati!!! Bella semakin mundur, satu kakinya nyaris terpeleset, beberapa batu kecil terjatuh ke jurang lalu melebur dengan laut yang ombaknya tengah mengamuk


“Bella!” Pekik Justin panik luar biasa meliat Bella nyaris terpeleset, Bella menyeimbangkan lagi badannya, ia bukannya tak takut tapi di depan Justin ia tak boleh terlihat gentar agar tujuannya tercapai


“Aku mohon Bella, aku mohon…. Jangan lakukan itu!” Justin tiba - tiba saja meluruh berlutut, memohon dan mengiba pada Bella dengan berlinang air mata, tak bisa ia bayangkan jika ia sampai harus melihat Bella meregang nyawa apalagi dialah penyebabnya


“Kalau begitu aku juga memohon Kak, aku mohon… berhenti menyentuhku! Berhenti berusaha untuk mendapatkanku! Sadarlah Kak, aku tak bisa mencintaimu sebagai laki - laki karena kau Kakakku dan aku sudah mencintai Adam!” Ujar Bella


“Kalau begitu apa kau memilih aku untuk mati?” Bentak Bella membahana mempertegas ucapannya, matanya sengit menantang Justin, pria yang hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya


“Baik kalau itu yang kau inginkan!” Tandas Bella, ia lalu berbalik badan menghadap jurang yang curam seolah bersiap hendak melompat, Justin sontak saja semakin ciut, demi apa pun itu tak boleh terjadi, melihat wanita yang ia cintai mati bunuh diri di depan matanya sendiri adalah neraka baginya


“Jangan Bella, aku mohon!” Ujarnya dengan suara bergetar, “Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku tak akan lagi menyentuhmu atau mengharapkanmu lagi! Tapi tolong Bella, tolong! Jangan berbuat nekad!” Pintanya memelas


“Apa kau janji tak akan menyentuhku lagi?” Tanya Bella menuntut

__ADS_1


Justin menelan salivanya, menguat - nguatkan dirinya untuk mengucap janji yang akan membuatnya tak bisa lagi menyentuh Bella, dan bahkan mungkin mendekatinya lagi, “Aku berjanji” ucap Justin sendu


“Kalau kau mengulang lagi perbuatanmu, akan ku pastikan kau yang bertanggung jawab terhadap kematianku pada Eve!” Ancam Bella, membuat Justin pasrah dengan hati yang hancur sehancur hancurnya.


“Aku sudah mengucap janjiku Bella, sekarang mundur dari situ!” Titah Justin, setelah melihat kesungguhan di wajah Justin, Bella mundur teratur dari bibir jurang yang menyeramkan itu, dan saat Bella tak lagi berada di zona bahaya, Justin tergesa mendekat lalu memberikan selimut yang sedari tadi ia pegang pada Bella, Bella bisa melihat tangan Justin yang gemetaran


“Jika kau sudah tenang, aku akan mengantarkanmu pulang” ucap Justin, suaranya pun ikut bergetar karena rasa yang campur aduk


“Aku sudah tenang, tolong antarkan aku pulang, Adam dan Eve pasti menungguku” pinta Bella mulai melunak karena ia yakin Justin tak akan mengulangi kesalahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nyaris sore ketika Bella sampai di kediaman Anderson, sebelum menemui Adam dan anak tercintanya, Bella terlebih dahulu menuju ruang kerja Adrian, tempat ia dan Adrian sepakat untuk bertemu


“Bagaimana Bella? Apa semua rencana kita lancar?” Berondong Adrian tak sabaran saat melihat Bella muncul, Adrian memang sudah menunggu Bella dari tadi untuk mengetahui bagaimana hasil rencana yang ia susun bersama Bella


Bella menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa, wajahnya ceria penuh kelegaan, “Syukurlah semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan! Kak Justin sudah berjanji untuk tak menyentuhku dan berharap lagi padaku!” Ucap Bella penuh syukur


Adrian menghela lega napasnya dengan senyum mengembang, “Syukurlah kalau begitu, semoga dia bisa menepati janjinya” ucapnya


“Aku bisa pastikan dia akan menepati janjinya, Adrian! Dia sangat takut ketika aku mengancam untuk bunuh diri tadi, lagipula baginya sangat pantang untuk melanggar janji yang telah dibuat” sanggah Bella, “Dan aku pun berharap kalau kau menepati janjimu untuk tak memberi tahukan hal ini pada Adam” tambahnya


“Aku tak akan melanggar janjiku, Bella.. Kau tenang saja!” Tandas Adrian

__ADS_1


“Oh ya, terima kasih atas bantuanmu.. tanpa kau aku tak tahu bagaimana menghentikan kegilaan Kak Justin, Adrian” ucap Bella tulus, Adrian hanya mengangguk - angguk


“Aku hanya ingin kau, Kak Adam, dan Eve bahagia! Aku tak akan membiarkan siapa pun merusak kebahagiaan kalian” sahut Adrian, ah Bella sangat bersyukur hari itu, bukan hanya karena ia telah menyelesaikan masalahnya dengan Justin, tapi juga karena ia semakin menyadari kalau Adrian memang telah berubah


__ADS_2