Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 58


__ADS_3

“Adam aku mohon, kau tidak usah ke kantor hari ini! Perasaanku tak enak, Adam!” Pinta Bella pada Adam yang berjalan mantap hendak menuju kantornya


“Sayang, aku tidak mungkin membatalkan rapat penting dengan klienku begitu saja, rapat ini sudah di agendakan dari bulan lalu!” Sahut Adam


“Apa rapat lebih penting dibanding keselamatanmu Adam?! Percayalah padaku, firasatku tak enak!” Geram Bella


Adam menghentikan langkahnya, menghela napas dan mengelus lembut rambut Bella, “Kau jangan khawatir sayang, ada asisten Wang dan para bodyguard yang menjagaku, semuanya akan baik - baik saja, oke?” Ucap Adam mencoba meredam kekhawatiran Bella


“Adam tolonglah! Aku mohon, kau di rumah saja hari ini… bagaimana jika sesuatu terjadi padamu di jalan atau di kantor? Bagaimana kalau kutukan Ibu terjadi hari ini?” Bella tak henti - hentinya memohon pada Adam


“Ada apa ini?” Tanya William yang baru saja datang bersama Miranda, “Kenapa kau belum berangkat Adam? Bukannya kau ada rapat dengan klien penting hari ini?” Tanya William lagi, Bella segera mendekati mertuanya itu


“Dad! Tolong bantu larang Adam untuk tak berangkat ke kantor hari ini, perasaanku tak enak! Bisa jadi kutukan Ibu benar - benar terjadi hari ini” pinta Bella


Miranda memijit pelipisnya, ia sudah mulai jengah dengan sikap paranoid Bella, “Bella, ini klien yang sangat penting! Tak mungkin Adam membatalkan rapatnya hari ini hanya karena ketakutan yang belum pasti!” Tandas Miranda


“Menurutku juga begitu Bella! Tak ada alasan bagimu untuk khawatir pada keselamatan Adam, dia tak mengendarai mobilnya sendiri, dia juga di dampingi bodyguard sepanjang waktu! Lagipula kantor Adam sudah dilengkapi fasilitas dan keamanan yang canggih, kalau ada sesuatu yang mengancam, semuanya akan bergerak cepat menjaga keamanan Adam!” Tutur William selembut mungkin, menjaga perasaan Bella agar sampai tak tersinggung


Bella bungkam setelah mendengar penuturan kedua mertuanya, melihat Bella yang tertegun Adam mendekati istrinya itu, “Aku akan baik - baik saja sayang, aku janji begitu rapatnya selesai aku akan segera pulang” ucap Adam, Bella semakin tak bisa berkutik selain menyetujui kepergian Adam meskipun raut cemas tak bisa ia sembunyikan di wajahnya yang cantik, Bella bukan tanpa alasan khawatir seperti itu, tadi malam ia bermimpi berpisah dengan Adam, Adam pergi dan tak pernah kembali, Bella lalu mengaitkannya dengan sumpah serapah yang keluar dari bibir Pamela, itu yang menyebabkan perasaannya dikuasai kecemasan saat Adam pamit hendak ke kantor tadi.


Selepas Adam pergi, Bella lebih memilih untuk mengurung diri di kamarnya, meninggalkan William dan Miranda dalam perasaan yang tak nyaman


“Banyak sekali peristiwa yang terjadi di rumah ini, sayang! Entah kapan keluarga ini akan tenang” keluh Miranda, William mengusap - usap lembut punggung istrinya itu


“Kau benar sayang, aku pikir setelah Pamela dan Brianna di penjara juga setelah kita mengusir Adrian semuanya akan baik - baik saja, tapi ternyata kita masih harus menghadapi masalah lain” sahut William, mendengar nama Adrian pikiran Miranda lalu tertuju pada anak bungsunya itu, tak dapat dipungkiri hatinya sangat merindukan Adrian terlepas dari apa pun yang telah Adrian lakukan


“Sayang, apa ada kabar dari Adrian?” Tanya Miranda pada William, William lalu menatap penuh kasih pada Miranda

__ADS_1


“Apa kau merindukannya?” Tanya William, Miranda mengangguk pelan


“Bagaimana pun dia masih anak kita, semenjak kita mengusirnya aku tak pernah mendengar kabar apa pun lagi darinya selain rencananya untuk menceraikan Brianna” jawab Miranda


“Dia baik - baik saja sayang! Brianna sudah menanda tangani berkas perceraiannya, tak lama lagi mereka akan resmi bercerai” tutur William, “Adrian juga sedang merintis usaha baru bersama beberapa orang temannya, dan sepertinya dia sedang gencar mendekati sekretaris Adam, kalau aku tak salah namanya Anna” jelas William panjang lebar, Miranda jelas melongo mendengar penuturan William, darimana suaminya itu tahu semua hal tentang Adrian, karena seingat Miranda tak pernah sekali pun William memberi tahu perkembangan kabar Adrian padanya


“Sayang, darimana kau tahu semua itu? Apa kau bicara langsung pada Adrian?” Cecar Miranda


“Aku belum bisa bicara langsung padanya sayang, aku masih merasa kesal atas apa yang telah dia lakukan pada Adam, dan aku juga yakin kalau Adrian masih merasa kesal pada kita yang telah mengusirnya” sahut William, Miranda menghela dalam napasnya setelah sesaat ia berharap kalau William menghubungi Adrian


“Lantas bagaimana kau bisa tahu tentang apa yang terjadi pada Adrian? Siapa yang kau bayar untuk membuntuti Adrian?” Selidik Miranda


“Asisten pribadi Adrian, aku menemuinya setelah mendapat kabar kalau Adrian tinggal bersama Anna, aku memintanya untuk mengabariku semua hal yang berkaitan dengan Adrian, jujur saja aku penasaran tentang niat Adrian mendekati Anna, aku khawatir jika Adrian memanfaatkan Anna untuk balas dendam pada Adam” jawab William


“Dan apa kecurigaanmu terbukti? Apa memang Adrian masih punya niat jahat pada Adam melalui gadis bernama Anna itu?” Cecar Miranda, William menggeleng bersamaan dengan bibirnya yang melengkungkan senyum


“Ya Tuhan, semoga Adrian memang benar - benar sudah berubah!” Rapal Miranda penuh harap, “Sayang, apa tidak sebaiknya kita meminta Adrian untuk pulang ke rumah ini lagi?”


Mendengar permintaan Miranda William refleks menggeleng, “Jangan dulu, anak itu perlu membuktikan kalau dia memang sudah berubah dan tak lagi punya niat jahat pada Adam atau Bella” tandas William


“Tapi apa kau mengizinkanku untuk bertemu dengannya sayang? Aku hanya ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau ia memang baik - baik saja” pinta Miranda, William menimbang sebentar lalu mengangguk setuju membuat Miranda tersenyum bahagia, tak mau menunggu lebih lama lagi Miranda segera mengirimi Adrian pesan lewat ponselnya, cukup lama Miranda berbalas pesan dengan Adrian sampai ia lupa kalau William tengah menatapnya, Miranda lalu mendongak dengan senyum lebar, “Dia setuju untuk bertemu denganku, sayang” ucapnya bahagia, William hanya bisa tersenyum mengerti apa yang sedang istrinya rasakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari beranjak sore ketika Bella berjalan tergesa dengan raut penuh kecemasan menghampiri kedua mertuanya yang tengah menyesap teh di ruang tengah


“Mom, Dad.. apa kalian bisa menghubungi Adam? Atau apa Adam mengabari kalian dia akan pergi kemana?” Cecar Bella panik, Miranda dan William saling pandang

__ADS_1


“Aku sama sekali tak menghubungi Adam seharian ini, Bella? Apa dia tak bisa dihubungi?” Tanya Miranda, Bella menggeleng cepat, ia lalu menjatuhkan pandangannya pada William, “Bagaimana denganmu, Dad? Apa tadi kau sempat menghubungi Adam?” Cecar Bella pada William


“Sama seperti Miranda, aku juga belum bicara pada Adam semenjak dia berangkat tadi pagi! Apa kau sudah menghubungi Wang atau bodyguardnya?” Tanya William, mendengar jawaban William Bella langsung saja terduduk lemas


“Aku sudah menghubungi semuanya, tapi tak ada satu pun ponsel mereka yang bisa dihubungi” sahut Bella lesu, tak dapat ia sembunyikan lagi air matanya yang nyaris jatuh


“Bagaimana dengan orang - orang di kantornya?” Tanya William, Berbeda dengan Bella, Miranda dan William masih tenang, mereka tahu betul bagaimana Adam bisa menjaga diri, dan bagaimana kapasitas para bodyguard yang mendampingi Adam


“Anna tadi bilang kalau Adam keluar kantor, tapi setelah itu Anna juga tak bisa menghubungi Adam dan yang lainnya! Ya Tuhan bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Adam?” Panik Bella


“Kau tenang dulu Bella, Adam pasti bisa menjaga dirinya.. mungkin dia sedang ada rapat penting yang membuatnya tak bisa menghubungi, atau mungkin daya ponselnya habis! Banyak kemungkinan - kemungkinan lain, Bella.. cobalah untuk berpikir positif dulu!” Jawab Miranda


“Mom, apa kau tak mengerti? Ini semua pasti ada hubungannya dengan kutukan Ibu! Bagaimana mungkin tiba - tiba saja Adam dan bahkan semua orang yang pergi bersamanya tak bisa dihubungi kalau tak terjadi sesuatu padanya!” Jawab Bella emosional, alhasil Miranda menatap kesal menantunya itu


”Bella.. dengar sayang, aku percaya pasti ada alasannya kenapa Adam dan yang lainnya tak bisa dihubungi, aku yakin ini hanya masalah kendala! Tunggulah sebentar lagi, dan tetaplah berpikir positif… ya?!” William mencoba meredam ketegangan yang mulai terasa antara Miranda dan Bella


“Dad! Percaya padaku, ini pasti ada hubungannya dengan kutukan Ibu! Dad, aku mohon tolong segera hubungi polisi, suruh mereka mencari Adam! Aku khawatir sesuatu terjadi padanya Dad, aku mohon!” Pinta Bella lalu ia mulai terisak


William menoleh pada Miranda yang marahnya mulai reda, “Bella kenapa kau tak berdoa saja untuk keselamatan Adam, dan percayalah Adam bisa menjaga dirinya!” Ucap Miranda


“Mom, tolong! Aku mohon, perasaanku semakin tak enak… tolong hubungi polisi Mom, tolong!” Histeris Bella lalu tiba - tiba Bella lemas lunglai dan jatuh pingsan beruntung Miranda yang duduk dekat Bella refleks menangkapnya, Miranda dan William shock melihat Bella yang tak sadarkan diri


“Bella! Bella!” Panggil Miranda mencoba menyadarkan Bella, William berteriak memerintahkan pelayannya untuk memanggil Erick, sontak saja kehebohan kembali terjadi di rumah itu


“Ya Tuhan, apalagi ini? Dan dimana Adam sebenarnya?” Gumam William frustasi


(Bersambung)…

__ADS_1


__ADS_2