
Sumpah serapah Pamela saat Bella dan Adam menjenguknya di penjara nyatanya menjadi momok yang menakutkan untuk Bella, semenjak ia pulang dari penjara tak sebentar pun kutukan Pamela itu lepas dari pikirannya, bahkan Bella sampai tak bisa memejamkan matanya padahal waktu sudah hampir dini hari, di samping Adam yang sudah terlelap Bella berbaring dengan gelisah
“Ya Tuhan kenapa kau melakukannya Bu? Kenapa kau sampai menyumpahiku, Adam, dan bahkan cucumu yang tak berdosa?” Gumam Bella frustasi, ia begitu khawatir jika sumpah yang Ibunya lontarkan akan menjadi kenyataan, karena Bella yang bergerak gelisah tidur Adam pun terganggu, pria tampan itu perlahan membuka matanya lalu berbaring miring menghadap Bella yang tengah komat kamit membaca doa
“Kenapa kau belum tidur sayang?” Tanya Adam, suaranya serak karena ia sudah tertidur cukup lama tadi, Bella menoleh pada Adam lalu beringsut mendudukkan dirinya dan bersandar pada kepala tempat tidur
“Adam, aku khawatir sumpah serapah Ibu menjadi kenyataan! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada kita dan anak kita?” Cerocos Bella, Adam menyusul beringsut duduk dan menyenderkan dirinya di samping Bella, ia lalu meletakkan tangannya di atas tangan Bella dan menyatukan jemari mereka
“Ibumu itu bukan Ibu yang baik, Bella! Jadi percayalah sumpah serapahnya tak akan menjadi kenyataan” tutur Adam, tapi tetap saja tak mengurangi kegelisahan Bella
“Pokoknya mulai besok kau harus sangat berhati - hati, Adam! Kau tak boleh menyetir sendiri dan kau harus selalu didampingi bodyguard!” Tandas Bella, Adam hanya tersenyum mendengar permintaan istrinya, tapi demi ketenangan wanita yang begitu ia cintai itu kepala Adam mengangguk mengiyakan
“Apa pun perintahmu, sayang” ujarnya, “Kalau kau belum bisa tidur apa sebaiknya kita melakukan kegiatan lain?” Goda Adam yang mulai menciumi Bella
“Ck… Adam, aku benar - benar sedang stress sekarang! Kenapa kau malah menggodaku?” Gerutu Bella
“Apa kau tidak tahu kalau bercinta bisa mengurangi stress?” Rayu Adam lagi pantang menyerah
“Benarkah?” Tanya Bella
“Kau tak percaya padaku?” Sahut Adam sambil terus melancarkan serangannya mencumbu Bella tanpa henti
“Aku percaya, baiklah kalau begitu! Tolong hilangkan stressku Tuan Adam” ucap Bella sambil menyambut ciuman Adam, jelas saja Adam girang bukan kepalang, dan malam itu ranjang mereka kembali panas, Adam tak lelahnya membuat Bella mendesah dan mengerang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya ternyata ketakutan Bella belum juga reda, Bella sampai tak mengizinkan Adam ke kantor jika ia tak di dampingi bodyguard seperti permintaannya tadi malam, alhasil pagi itu Adam yang tak pernah mau repot di jaga oleh bodyguard mau tak mau menghubungi asisten Wang untuk menyiapkan bodyguard yang akan mengawalnya
“Apa yang terjadi, Adam? Apa ada ancaman untukmu? Kenapa kau sampai meminta pengawalan para bodyguard? Dan apa yang Bella perintahkan pada mereka?” Bisik William saat melihat Bella sibuk memberikan instruksi pada bodyguard Adam
“Bella memastikan agar aku tak menyetir mobil sendiri dan kemana pun aku pergi harus dalam pengawalan mereka!” sahut Adam
__ADS_1
“Tapi ini bukan seperti Bella, Adam! Dia terlihat sangat posesif, apa dia sedang ketakutan? Apa ada yang terjadi?” Cecar Miranda, Adam menghela napasnya
“Kemarin aku dan Bella mengunjungi Ibunya di penjara, dan ternyata Ibunya tak juga berubah, justru ia mengutuk kami dan anak kami agar mati mengenaskan” sahut Adam
Miranda dan William terhenyak kaget sekaligus marah
“Apa kau bilang? Padahal sudah ku larang Bella untuk mengunjungi Ibunya di penjara, dan sekarang sudah terbukti kan?! Aku melarangnya kesana karena aku tak mau Bella kembali stress menghadapi Ibunya, dia itu sedang hamil Adam!” Sentak Miranda, Adam hanya bisa menghela napasnya lagi menghadapi amukan Miranda
“Ibumu benar, Adam! Untuk apa kalian menemui perempuan gila itu, hah?! Dia hanya akan menyakiti Bella dengan segala cara!” Tambah William
“Bella benar - benar keras kepala! Apa dia pikir Ibunya akan berubah begitu saja? Lihatlah apa yang terjadi sekarang, lagi - lagi Bella stress karena Ibunya padahal seharusnya dia bahagia dan tenang!” Miranda semakin kesal saja
“Lantas apa Bella percaya kalau kutukan Ibunya akan terjadi?” Cecar William
“Iya, dia beranggapan kalau kutukan Ibunya akan menjadi kenyataan” sahut Adam lesu
“Ck.. mana mungkin sumpah serapah seorang wanita jahat akan terkabul? Doa seorang Ibu yang akan dikabulkan oleh Tuhan itu adalah doa Ibu yang menyayangi anaknya, apa Bella lupa kalau Ibunya itu bahkan nyaris membunuh cucunya sendiri?” Cerocos Miranda
“Ini akan hanya menyiksa dirinya sendiri Adam! Padahal kandungannya sudah semakin besar, harusnya Bella tenang menjelang kelahiran bayinya yang tinggal 2 bulan lagi” tandas Miranda
“Baiklah, begini saja.. tugas kita sekarang adalah untuk membuat Bella santai dan merasa aman, jadi apa pun keinginannya agar merasa aman kita wajib memenuhinya” titah William, Adam mengangguk - angguk sedang Miranda kembali berdecak kesal
“Baiklah, tapi aku tetap akan meyakinkannya bahwa apa pun yang Pamela katakan tak akan pernah jadi kenyataan, aku tak ingin Bella dan cucuku tersiksa karena kata - kata wanita gila itu” geram Miranda
“Terserah kau saja sayang, yang pasti aku ingin kau menyampaikannya dengan perlahan - lahan pada Bella agar dia bisa menerimanya dengan baik” ucap William
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kepergian Adam ke kantor dengan iring - iringan bodyguard, Bella kini mulai mengatur keamanan untuk dirinya sendiri dan anaknya di rumah
“Aku ingin kalian mengeluarkan semua benda tajam dari kamarku! Ah, termasuk barang - barang yang gampang pecah!” Titah Bella pada jejeran pelayan yang berdiri patuh di kamarnya, mereka lalu mengiyakan perintah Bella
__ADS_1
“Dan satu lagi, pastikan lantai kamar mandi selalu kering, biarkan jendelanya selalu tertutup dan terkunci rapat!” Titah Bella lagi, para pelayan itu lalu sigap melaksanakan perintah Bella
Di ambang pintu Miranda hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya melihat ketakutan Bella yang berlebihan, kalau saja ia tak ingat pesan dari William tadi sudah pasti ia akan bicara terang - terangan pada Bella bahwa doa Pamela tak akan pernah terkabul karena Pamela bukan Ibu yang baik
“Apa semuanya baik - baik saja, Bella?” Tanya Miranda yang lalu merangsek masuk ke dalam kamar Bella
“Mom, Adam sudah menceritakan apa yang terjadi kan? Aku sedang sangat berhati - hati agar apa yang Ibuku katakan tidak menjadi kenyataan!” Sahut Bella
“Baiklah, aku mengerti! Agar kau tenang, ketika Adam sedang tak ada aku akan menemanimu di kamar hingga Adam pulang” ucap Miranda, Bella tersenyum senang
“Benarkah Mom? Terima kasih atas kebaikanmu Mommy, aku memang sedang butuh teman sekarang” ujar Bella penuh kelegaan
“Aku hanya berharap kau tak menjadi stress, Bella! Ingat kandunganmu sudah memasuki 7 bulan, harusnya kau tenang dan berkonsentrasi pada kelahiran anakmu yang tak lama lagi” tutur Miranda sambil mengelus perut Bella
“Baiklah Mom, aku akan mencoba setenang mungkin” sahut Bella
** Tapi lidah memang tak bertulang, jangankan bisa tenang Bella justru semakin paranoid, ketika Adam belum pulang ia menghubungi Adam nyaris tiap jam untuk menanyakan dimana suaminya itu, dan kegelisahan Bella terus berlanjut bahkan ketika Adam sudah pulang
“Siapa yang memasak ini? Apa koki yang biasa memasak?” Cecar Bella mempertanyakan makanan yang baru saja disajikan oleh pelayan di meja makan
”Tentu saja koki keluarga kita yang memasak? Memangnya ada apa Bella? Apa kau khawatir ada yang sengaja membubuhkan racun pada makananmu?” Tohok Miranda, William refleks menyikut istrinya itu
“Ah maksudnya, apa kau khawatir kalau makanannya tidak sehat, Bella?” Ralat William tak ingin membuat Bella tersinggung, Bella tersenyum kikuk, kalau boleh terus terang ia memang khawatir akan ada racun atau apa pun di dalam makanannya yang bisa membahayakan nyawa dirinya, anaknya, dan Adam
“Sayang, ini aman! Lihatlah!” Adam menyendok makanannya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, “Ini sama sekali tak beracun sayang” ucap Adam lagi
“Benarkah? Ya Tuhan syukurlah” sahut Bella lega, ia lalu mulai memakan hidangan yang tersaji untuknya
“Sampai kapan Bella akan seperti ini? Ia mencurigai setiap orang di rumah, menyingkirkan semua barang - barang yang ia anggap bahaya untuk dirinya dan anaknya, belum lagi ia terus - terusan menghubungi Adam saat Adam belum pulang, bahkan laporan dari asisten Wang Adam tak bisa berkonsentrasi saat rapat tadi karena Bella terus saja menghubunginya!” Batin Miranda kesal pada Bella, “Aku harus melakukan sesuatu!” Ucap Miranda dalam hatinya
(Bersambung)…
__ADS_1