
Operasi yang sudah berlangsung lama membuat Bella yakin kalau luka yang Adam alami sangat serius, tak ada yang bisa Bella lakukan selain berdoa banyak - banyak memohon keselamatan pria yang sangat ia cintai
Bella sudah berganti baju yang dibelikan asisten Wang tadi, Bella memang melarang asisten Wang untuk mengambil bajunya di rumah, ia tak ingin mertuanya sampai mengetahui apa yang terjadi dulu, akan sangat fatal untuk kesehatan William jika ia mendengar kalau Adam sedang bertarung antara hidup dan mati
“Bella, kau baik - baik saja?” Sentuhan lembut Justin di pundak Bella menyadarkan Bella dari lamunan panjangnya, Bella sontak berdiri dan mengusap air matanya yang tak henti mengalir
“Kak, bagaimana Adam? Bagaimana operasinya?” Berondong Bella, menyakitkan sekali untuk Justin melihat orang yang dicintainya terlihat begitu putus asa
“Tenanglah Bella” Justin lalu membawa Bella duduk, “Operasi Adam berjalan sangat mulus, tubuhnya merespon dengan sangat baik, dia sudah melalui masa kritis, dia pejuang yang tangguh Bella” tutur Justin, senyum mulai terbit di wajah Bella, perlahan wajahnya yang pucat kembali berseri
“Terima kasih Kak, terima kasih! Kau sudah menyelamatkan nyawa Adam, sekaligus menyelamatkan separuh hidupku Kak” ujar Bella sambil menggenggam tangan Justin, pernyataan yang menusuk pedih hati Justin mengetahui secinta itu Bella pada Adam. Tak lama para dokter yang lain keluar dari ruang operasi dengan raut lega, mereka tak henti - hentinya memuji kehebatan Takanawa dan Justin di meja operasi tadi, Bella melepas tangannya dari Justin dan berjalan mendekati rombongan dokter itu
“Terima kasih, terima kasih banyak karena sudah menyelamatkan suami saya” ucap Bella seraya membungkukan badannya beberapa kali tanda ia sangat mengahargai apa yang telah para dokter itu lakukan
“Sudahlah Bella, Emily sudah menganggapmu sebagai putrinya sendiri, artinya kau adalah putriku juga, hal yang sangat wajar jika aku membantu menantuku bukan?” sahut Takanawa sambil menepuk - nepuk pundak Bella, Bella yang kemudian berbincang dengan Takanawa dimanfaatkan Justin untuk bicara dengan asisten Wang
“Apa kau tahu apa yang terjadi?” Tanya Justin
Asisten Wang mengangguk, “Saya berada di tempat kejadian ketika itu terjadi Tuan, dan saya sangat yakin kalau kecelakaan Tuan Adam di rencanakan” sahutnya, dahi Justin berkerut
__ADS_1
Dahi Justin berkerut, “Maksudmu ada yang ingin mencelakai Adam?” Selidiknya
“Saya yakin begitu Tuan, karena kondisi taman sedang lengang, jalan yang Tuan Adam lalui bukan jalan utama, tak mungkin orang melalui kendaraan itu dengan kecepatan tinggi hingga sampai menabrak, selain itu mobil tersebut langsung kabur dari tempat kejadian” jelas asisten Wang
“Pasti Adrian atau Pamela dan Brianna, aku tak yakin Adam punya musuh yang sampai ingin mencelakakan dia” gumam Justin
“Tepat seperti dugaan saya dan Nyonya Bella, Tuan” sahut Wang, Justin kemudian menjatuhkan pandangannya pada Bella yang masih saja mengucapkan terima kasih pada jejeran dokter termasuk Ayahnya, wanita seolah telah dihidupkan kembali, pantas saja ia bilang kalau menyelamatkan Adam sama dengan mengembalikan separuh nyawanya
“Baiklah Bella, aku akan membantumu lagi, semoga dengan ini kau tahu kalau cintaku padamu jauh lebih besar dibanding cintanya Adam” batinnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Esok harinya Adam telah dipindahkan ke ruang inap, Adam memang belum sadar karena menurut dokter tubuhnya masih shock butuh waktu hingga ia bangun, namun Bella bisa merasa lega karena Adam telah melewati masa kritis, berdasarkan observasi dokter tak ada yang perlu di khawatirkan lagi.
Bella segera menjawab panggilan mertuanya, terpaksa ia meninggalkan Adam sebentar untuk keluar ruangan, seperti alasan sebelumnya, Bella mengatakan kalau mereka tengah berada di hotel luar kota dan Adam kini sedang rapat bersama kliennya oleh karena itu Adam tak dapat dihubungi, beruntung Miranda percaya pada apa yang Bella katakan. Setelah bicara dengan mertuanya, Bella kemudian membuka pesan yang dikirimkan oleh asisten Wang, isinya permintaan maaf karena ia harus meninggalkan Bella sendiri dulu, berhubung ada hal penting yang harus ia kerjakan, Bella paham kalau asisten Wang lah yang menghandle semua pekerjaan Adam sekarang
Tanpa Bella ketahui Wang dan Justin tengah memproses pelaporan kecelakaan Adam ke kantor polisi, tak main - main Justin membawa 10 pengacara handal bersamanya untuk memastikan agar prosesnya berjalan cepat dan mulus, benar saja berkat upaya pengacara - pengacara yang Justin bawa ditambah nama besar Adam Anderson proses administrasi pelaporan berlangsung cepat dan nyaris tanpa hambatan, Wang dan Justin tentu sudah mengumpulkan bukti - bukti yang bisa menjadi motif rencana jahat pada Adam, diantaranya beberapa rekaman percakapan antara Adrian dan Adam, dan juga rekaman saat Brianna datang ke kantor Adam untuk meminta uang sekaligus menggodanya, tak berhasil menggoda Adam bisa jadi membuat Brianna menjadi dendam, apalagi ia pernah melakukan kejahatan sebelumnya, saat Brianna dengan sengaja melepas anjing untuk mengejar Bella
Atas dasar bukti - bukti itu pihak berwajib akan memanggil orang - orang yang dicurigai menjadi pelaku penabrakan Adam secepat mungkin. Dan benar saja, keesokan harinya surat panggilan dari kepolisian datang ke kantor Adam, sengaja diarahkan ke alamat itu atas informasi dari Wang yang mengatakan kalau Bella sampai sekarang belum memberi tahu kepada mertuanya kalau Adam mengalami tabrak lari, selain itu tak ada yang mengetahui dimana Adrian sekarang tinggal, satu - satunya alamat Adrian yang dikantongi adalah kantor Adam
__ADS_1
Takdir Tuhan memang tak pernah meleset, hari itu Adrian bersama dengan Anna datang ke kantor Adam mengingat ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan sebagai wakil CEO, surat panggilan dari kantor polisi itu jelas membuat Adrian shock, wajahnya yang tengah berbunga bahagia karena Anna berubah pucat pasi, tapi ia tak mungkin mengabaikan surat itu begitu saja, mau tak mau ia mendatangi kantor polisi dengan di dampingi kuasa hukumnya
“Dimana Tuan berada saat Tuan Adam mengalami tabrak lari?” Tanya seorang petugas begitu mereka sudah berada di ruang interogasi
“Apa? Adam tertabrak? Bagaimana kondisinya sekarang?” Cecar Adrian tanpa mengindahkan pertanyaan petugas tadi
“Tuan tidak usah pura - pura, kami mengantongi cukup bukti yang bisa menjadi motif untuk Tuan membunuh Tuan Adam” sahut petugas itu
“Apa? Maksudmu aku akan tega membunuh Kakakku begitu?” Sengit Adrian, kuasa hukum Adrian mencoba menenangkannya, karena emosi Adrian hanya akan memperburuk tuduhan padanya
“Kalau begitu dimana Tuan kemarin sekitar jam 2 siang?” Petugas itu kembali melontarkan pertanyaan pada Adrian
“Aku.. aku… “ Adrian ragu untuk menjawab
“Kau tak bisa menjawab? Apa karena memang kau pelakunya?” Petugas itu masih saja melontarkan tuduhan pada Adrian
“Petugas! Hati - hati dengan siapa kau bicara, apa kau tidak tahu siapa Tuan ini? Dia adalah Adrian Anderson, putra dari keluarga paling terpandang di negara ini!” Sewot pengacara Adrian, tak terima kliennya dituduh membabi buta
“Dan apa kau tahu siapa yang sedang terbaring di rumah sakit sekarang? Dia adalah Adam Anderson! Pemilik resmi Anderson Tower, putra sulung keluarga Anderson!” Sentak petugas tersebut, “Kalau ia ingin terlepas dari tuduhan ini, maka ia harus menunjukkan dimana ia berada kemarin dan siapa yang menjadi saksinya!” Tandas petugas itu
__ADS_1
Adrian semakin bimbang, apa ia harus mengatakan kalau ia bersama dengan Anna di apartemennya kemarin? Jika itu terjadi tentu Anna akan dicap wanita tak baik karena bersama dengan Adrian di tengah proses perceraiannya, tapi kalau tak menjawab tentu ia yang akan dijadikan tersangka utama
(Bersambung)…