Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 55


__ADS_3

Kondisi Adam sudah semakin membaik, ia bahkan sudah bisa duduk dan sesekali berjalan ke taman bersama Bella, menurut Erick Adam sudah bisa pulang ke rumah dalam satu atau dua hari ke depan, pagi ini Bella sedang menyuapinya sarapan sesekali keduanya bercanda


Tak lama William, Miranda, dan asisten Wang datang, tujuan William datang pagi itu untuk membicarakan kelanjutan kasus penabrakan Adam


“Aku sangat yakin kalau Adrian lah pelakunya, siapa lagi orang yang sangat membenci Adam hingga berani menabraknya?” Cerocos William penuh emosi


“Asisten Wang, Erick bilang kalau telah mengurus kasus ini ke pihak berwajib, apa mereka juga sudah memanggil Adrian untuk dimintai keterangan? Aku dan William yakin kalau dia lah tersangka utama” tanya Miranda pada asisten Wang


Asisten Wang mengangguk hormat, “Pihak berwajib memang telah memanggil Tuan Adrian, tapi Tuan Adrian memiliki saksi dan alibi dimana ia berada saat peristiwa itu terjadi” sahut Wang, Adam hanya diam seribu bahasa, sementara Bella fokus menyimak, ia pun ingin tahu siapa pelaku tabrak lari Adam


“Ck.. itu pasti hanya alasannya saja, mungkin dia sudah bekerja sama dengan saksinya itu! Kita semua sudah tahu kan betapa liciknya Adrian!” Sewot William lagi


“Maaf Tuan William, tapi Tuan Adrian memang bukan pelakunya, saat peristiwa itu terjadi Tuan Adrian sedang bersama Nona Anna, sekretaris Tuan Adam di apartemennya” jelas Wang


“Apa?” Miranda sangat terkejut mendengar penuturan asisten Wang, begitu pun dengan Adam dan Bella


“Untuk apa dia bersama dengan sekretaris Adam? Apa sekretaris Adam sekarang membelot pada Adrian?” Cecar William


“Atau mungkin mereka punya hubungan spesial sayang? Apa Anna yang menjadi penyebab perceraian Adrian dan Brianna?” Miranda menjadi menduga - duga


“Dari yang saya dengar, Tuan Adrian memang tinggal bersama dengan Nona Anna semenjak ia diusir dari kediaman Tuan, saya rasa Nona Anna hanya mencoba menolong Tuan Adrian saja” sahut Wang


“Sudahlah Dad, yang penting Adrian terbukti tak bersalah! Dia punya alibi dan Anna sebagai saksinya” ujar Adam


William menghela napasnya, “Ya kau benar Adam, tapi lantas siapa pelakunya?” William tampak merenung sebentar, “Bagaimana dengan Brianna dan Pamela? Apa mereka juga diusut?” Cecar William lagi


Asisten Wang menoleh pada Bella dulu sebelum ia menjawab pertanyaan William, mungkin ia tak nyaman harus memberitahukan kalau sekarang Pamela dan Brianna sudah dipenjara, “Maaf, tapi Nyonya Pamela dan Brianna saat ini sudah berada di penjara, Tuan! Atas kasus lain” sahutnya


Bella jelas saja shock, “Ibu dan Brianna dipenjara, tapi karena apa?” Cecarnya


“Upaya menggugurkan kandungan Nyonya, dan upaya pembunuhan Nyonya dengan melepaskan anjing penjaga, Nyonya Brianna sendiri yang mengakuinya langsung” jelas Wang

__ADS_1


“Apa? Apa kau bilang?” William bak tersambar petir mendengarnya, ia sampai bangkit dari duduknya, Miranda pun tak kalah terkejutnya


“Akhirnya mereka mengakuinya” gumam Bella, meskipun ia sedih karena Ibu dan Kakaknya kini mendekam dipenjara, tapi Bella merasa itu pantas mereka dapatkan


“Sayang, kau baik - baik saja? Aku harap kau tak sedih karena mereka dipenjara, mereka pantas….. “


“Adam aku baik - baik saja” potong Bella sambil menatap Adam dan tersenyum penuh kelegaan, “seperti katamu Adam, mereka pantas mendapatkannya” ucap Bella meyakinkan Adam, Adam menggenggam tangan istrinya itu, ia tahu jauh di lubuk hati Bella yang terdalam ia pasti sedih mengingat nasib Ibu dan Kakak kandungnya


“Lantas apa mereka mengakui juga kalau mereka menabrak Adam?” Cecar William


“Mereka mengaku tidak terlibat, Tuan… jadi Tuan Justin fokus memenjarakan mereka atas dua tuduhan tersebut” sahut Wang


Miranda mengeraskan rahangnya, “Mereka mau membunuh cucuku dan membunuh Bella, tentu saja mereka mampu membunuh Adam!” Sengitnya


“Mommy, mereka tak melakukannya.. bukan mereka yang menabrakku” ucap Adam


“Kenapa kau bisa begitu yakin, Adam?” Emosi Miranda


“Lantas apa kau tahu siapa yang menabrakkmu, Adam?!” Selidik William, Adam lalu diam dan menggeleng, William menghela napasnya, “Aku tak akan pernah melepaskan siapa pun yang menabrak Adam!” Geramnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nyaris siang ketika Adam kedatangan Justin saat Adam sedang sendiri, saat itu Bella sedang menemui Erick untuk membicarakan kepulangan Adam ke rumah, sementara Wiliiam dan Miranda sedang pulang ke kediaman mereka untuk berehat sejenak


Sejujurnya Justin berperang dengan dirinya sendiri ketika ia ingin menemui Adam. Di satu sisi ia ingin menyelamatkan adiknya dengan berpura - pura tidak tahu bahwa adiknya lah yang menabrak Adam, tapi di sisi lain ia tak akan bisa tenang seumur hidupnya karena bukan hanya menyembunyikan kebenaran tapi ia juga mengkhianati Bella, wanita yang paling ia cintai


“Kau datang untuk menjengukku?” Tanya Adam ramah pada Justin, Justin menguatkan tekadnya


“Adam, ada yang ingin aku beritahukan padamu” ujar Justin, suaranya bergetar


“Katakanlah” sahut Adam, sekilas Adam melihat tangan Justin yang gemetaran saat ia menarik kursi untuk duduk di sebelah Adam

__ADS_1


“Adam, ini menyangkut orang yang menabrakmu” ujar Justin lagi, Adam terperangah dan menduga - duga ketika Justin bangkit lalu membuka pintu ruangan dimana Adam di rawat


“Masuklah Jessy!” Titah Justin, Jessy yang dari tadi menunggu di depan ruangan hanya bisa pasrah ketika Justin menarik tangannya untuk masuk ke dalam ruangan


“Kak… “ ujar Jessy yang lalu terisak, Justin bisa merasakan tangan adiknya itu begitu dingin, tapi Justin tak berhenti ia terus menggeret Jessy hingga kini mereka berdiri di depan Adam


“Adam, aku tahu ini akan sangat mengejutkan buatmu, dan aku benar - benar tidak tahu bagaimana menyampaikan kenyataan pahit ini! Dengar Adam…. Jessy lah yang telah menabrakmu” tutur Justinsendu, Jessy semakin terisak, ia menyembunyikan dirinya dibalik punggung Justin karena tak sanggup bertatap muka dengan Adam, Adam awalnya menatap dingin pada Justin dan Jessy namun kemudian ia tersenyum


“Aku tahu” sahut Adam, sontak saja Justin terhenyak begitu pun Jessy


“A - apa maksudmu?” Cecar Justin


“Kau pikir aku tak bisa mengenali orang yang menabrakku? Aku melihat wajah Jessy dengan jelas” sahut Adam lagi, Jessy semakin tergugu, ia mengeratkan pegangannya pada tangan Justin seolah ia meminta pertolongan akan hukuman yang akan Adam berikan


“Jadi kau sudah tahu kalau Jessy yang menabrakmu? Lantas kenapa kau tak melaporkannya, Adam?” Selidik Justin


“Karena aku menganggap apa yang menimpaku kini sebagai balasan dari apa yang pernah aku lakukan pada Bella dulu” sahut Adam, kening Justin semakin berkerut


“Aku benar - benar tak mengerti Adam! Adikku ini hampir membunuhmu, ini tak ada kaitannya dengan apa yang pernah kau lakukan pada Bella dulu!” Entah karena saking putus asanya Justin sampai meninggikan suaranya


“Aku percaya apa yang akan kita lakukan selalu ada balasannya, aku selalu cemas menunggu balasan atas perbuatanku pada Bella dulu, aku berdo’a agar hukuman yang akan ku terima bukanlah harus kehilangan Bella, dan aku senang karena ternyata inilah hukuman yang aku terima” tutur Adam


Justin melengos mendapati jawaban Adam, ternyata sedalam itu kah cinta Adam pada Bella hingga bagi Adam nyaris kehilangan nyawa tak semenakutkan jika harus kehilangan Bella?


“Jadi kau tak akan melaporkan Jessy?” Cecar Justin


“Tentu saja tidak! Melaporkan Jessy hanya akan membuat Bella terluka, tentu tak akan mudah untuknya kehilangan keluarga yang baru saja ia temui” sahut Adam, “Lagipula kalian sudah banyak membantu Bella, kau dan Ayahmu bahkan telah menyelamatkan nyawaku Justin, jadi aku menganggap kita impas” tambah Adam


Jessy bernapas lega, namun kemudian ia bertekuk lutut di depan Adam, “Terima kasih Kak! Terima kasih, aku sungguh minta maaf Kak! Aku benar - benar menyesalinya!” Jessy sampai menangis sesenggukan merasa kalau ia terlepas dari hukuman Adam, sedang Justin hanya terdiam, lidahnya kelu tak sanggup berkata apa pun


“Bantu adikmu bangun, Justin! Sebentar lagi Bella akan kembali, aku tak ingin ia sampai mengetahui apa yang terjadi, pastikan hanya kita bertiga yang mengetahui soal ini” titah Adam, Justin mengusap air matanya yang entah sejak kapan merembes, ia terharu sekaligus merasa kalah oleh rasa cinta Adam pada Bella. Justin lalu membantu adiknya itu untuk bangun, dan benar saja tak lama Bella datang, senyumnya sumringah melihat kedatangan Justin dan Jessy, ke empatnya lalu berbincang penuh kehangatan seolah tak terjadi apa pun, Bella tak mengetahui bahwa orang yang berusaha membunuh suaminya adalah orang yang sekarang tengah ia rangkul.

__ADS_1


__ADS_2