Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 92


__ADS_3

“Ck.. Berhentilah bergerak Adrian!” Tutur Adam bersungut - sungut, bagaimana tidak dari tadi Adam mencoba memasangkan dasi kupu - kupu pada adiknya itu tapi selalu gagal karena Adrian gemetaran atau tiba - tiba bergerak tak jelas


“Kak, apa kau segugup ini saat akan menikahi Bella dulu?” Tanya Adrian


“Kenapa kau bertanya padaku? Tanya dirimu sendiri, kau lupa kalau ini pernikahanmu yang kedua kalinya?!” Sahut Adam yang tetap fokus merapikan dasi Adrian


“Ini berbeda Kak, aku menikahi wanita yang baik.. aku khawatir!” Tutur Adrian


“Apa yang kau khawatirkan? Jangan bilang padaku kalau kau ragu, Adrian!” Cecar Adam


“Aku.. aku khawatir tak dapat membahagiakannya Kak, aku khawatir menyakitinya” Tutur Adrian


“Dengar Adrian kalau kau sampai menyakiti Anna maka aku adalah orang pertama yang akan menghajarmu!” Ancam Adam tak main - main


“Heuuuhhh.. Kau tak membuatku merasa lebih lega Kak!” Keluh Adrian lalu lanjut berjalan mondar mandir setelah urusan dasi itu selesai


Adam menghela napasnya, “Adrian dengar… Aku yakin kau tak akan menyakiti Anna, belakangan ini kau sudah menunjukkan sisi baikmu lagi, banyak jasa yang telah kau lakukan untukku dan Bella, lagipula Anna wanita baik.. yakinlah kalau dia akan menuntunmu menjadi lebih baik lagi” Tutur Adam lalu mendekati adiknya itu, ditepuk - tepuknya pundak Adrian, “Kau ingat bagaimana aku dulu kan? Lihat aku sekarang, ini semua karena Bella menuntunku menjadi lebih baik!” Jelas Adam panjang lebar


Adrian mengangguk - angguk lalu menghirup napasnya dalam - dalam dan mengeluarkannya, “Terima kasih Kak” Ucapnya lalu memeluk Adam


“Berbahagialah Adrian!” Tutur Adam, Adam lalu melepas pelukan mereka, “Sudah waktunya, apa kau sudah siap?” Tanyanya


“Sudah” Jawab Adrian mantap, “Tapi ngomong - ngomong dimana Daddy? Bukannya dia harus mendampingiku juga?”


Pucuk dicinta ulam tiba, pertanyaan Adrian langsung dijawab oleh kehadiran William, pria yang badannya masih kekar dengan perut sedikit buncit itu tampak bangga melihat kedua putranya, bagaimana tidak sang calon mempelai pria tampak mempesona dalam balutan tuxedo berwarna hitam, tubuh Adrian memang tinggi tegap, badannya pun terbentuk kekar hasil olah raganya, wajahnya tampan dengan belahan dagu yang mempesona, sedang Adam selain badannya proposional dan atletis, wajahnya bak dipahat, rahang yang tegas, bibir tipis kemerahan, hidung yang mancung, dan lesung pipi ketika senyum mahalnya merekah, dengan kulit putih bersih berbeda dengan Adrian yang sedikit gelap


“Astaga, kalian mengingatkanku pada masa mudaku dulu! Apa kalian tahu kalian aku pernah setampan kalian?” Kelakar William


“Libatkan juga Mommy dalam hal ini Dad, atau tepatnya porsi Mommy yang lebih besar dalam menurunkan gen untuk kami.. Ahahaha” Sahut Adrian lalu tertawa lebar senang menggoda William, Adam tersenyum melihat Ayahnya yang lalu salah tingkah


William mengusap tengkuknya, “Well, aku tak bisa membantah soal itu, Ibu kalian memang sangat cantik.. hehehe!” Sahutnya cengengesan, “Ya sudahlah, ayo cepat.. sebentar lagi mempelai wanitamu datang!” Titah William kemudian, ketiganya lalu keluar menuju tempat dimana janji suci Anna dan Adrian akan diucapkan, tepatnya di kediamanan Anderson


Rumah mewah yang sudah di dekorasi penuh dengan bunga segar itu penuh sesak sudah, niat hati Anna dan Adrian mengundang keluarga terdekat saja agar yang hadir tak terlalu banyak, tapi apa boleh buat William dan Miranda memang punya keluarga besar, jadi tetap saja yang datang menyesaki kediaman Anderson

__ADS_1


Kehadiran William, Adam, dan Adrian seketika membungkam suasana riuh orang - orang yang sedang menikmati jamuan, bahkan suara dentingan gelas pun lenyap. Ayah dan kedua anaknya itu menyita perhatian, mengundang decak kagum untuk Adam dan Adrian


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kamarnya, Bella yang sudah berdandan cantik dan anggun menatap ponsel yang dari tadi dalam genggamannya, begitu layar ponselnya mati ia kembali menghidupkannya, Bella menanti jawaban pesannya pada Takanawa, Jessie, bahkan Justin yang tak juga terkirim, tak ada satu pun dari ponsel mereka yang aktif, Bella menyerah lalu meletakkan kembali ponselnya di atas meja


“Sayang, kenapa kau belum keluar juga? Mempelai pria sudah hadir di tempat acara, begitu juga suamimu!” Tanya Pamela yang masuk ke kamar Bella, Pamela lalu duduk di samping anaknya ketika melihat wajah Bella ditekuk, “Kau kenapa? Apa ada masalah?” Selidik Pamela


“Aku mencoba menghubungi Papa, Jessie, bahkan Justin.. tapi ternyata nomor ponsel mereka sudah tidak aktif, pantas saja mereka tak pernah mengabariku apa - apa semenjak mereka pergi! Padahal aku ingin memberi tahukan kalau hari ini Adrian menikah, aku ingin mengundang mereka untuk datang Bu, meskipun aku tahu mereka tak akan datang!” Keluh Bella


“Berikan mereka waktu untuk menjauh darimu dulu sayang, bukankah itu tujuan mereka pindah ke luar negeri?” Sahut Pamela memberi pengertian, Bella tak menyahut karena menyadari apa yang Pamela ucapkan itu benar


“Bu, maukah kau berjanji padaku untuk tak meninggalkanku sama seperti Ayah, Mama Emily, dan kini Papa, Justin, juga Jessie?!” Pinta Bella memelas, ia sangat khawatir lagi - lagi akan kehilangan orang yang ia kasihi mengingat kondisi Pamela yang sedang sakit keras


“Aku akan berusaha sekuat tenaga agar aku sembuh, Bella.. dengan begitu aku tak akan meninggalkanmu dan Eve! Dan kau tahu… dokter yang menanganiku bilang kalau perkembanganku semakin bagus, ini artinya kesempatanku untuk sembuh semakin besar!” Sahut Pamela antusias, matanya berkaca - kaca penuh syukur, senyumnya mengembang lebar


“Benarkah Bu?” Selidik Bella, wajahnya yang murung tadi berubah ceria, Pamela mengangguk dan membelai - belai sayang rambut Bella


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Janji pernikahan Adrian dan Anna sudah diucap, keduanya sudah sah sebagai pasangan suami istri, kini keluarga yang berbahagia itu tengah beramah tamah dan sesi foto keluarga. Selain kedua mempelai, Adam dan Bella serta Eve menjadi bintang utama malam itu, Bella yang cantik dan Eve yang menggemaskan selalu dikelilingi orang - orang yang ingin berfoto bersama mereka, begitu pun dengan Adam.. maklumlah baru kali ini Adam mau bersosialisasi dengan keluarga besar mereka, biasanya dalam acara apa pun Adam hanya hadir tak lebih dari 10 menit itu pun tanpa senyum, hanya sapaan sekedarnya


“Kak Adam… Kak Adam!” Teriak panggilan antusias beberapa orang wanita muda yang meminta Adam untuk berfoto bersama itu kerap terdengar, acara pernikahan yang harusnya sakral itu berubah bak temu selebritis


Bella dan Adam harus rela untuk berjauhan sementara, dipisahkan oleh orang - orang yang sama - sama ingin bercengkrama dengan mereka, Bella dan Adam hanya bisa saling tatap dari jauh, mengaggumi satu sama lain. Hingga saatnya pesta dansa mereka menyatu kembali


“Aku rindu padamu” Ucap Adam sambil mengecupi leher Bella yang terekspos


“Kenapa kau rindu padaku? Padahal kita bahkan tak berpisah ruangan, Adam” Sahut Bella sambil bergelayut manja di dada Adam, kedua kaki mereka mengayun pelan seiring musik pengiring acara dansa


“Lebih menyakitkan melihatmu ada daman satu ruangan bersamaku tapi kau tak bisa ku jangkau!” Sahut Adam


“Bukannya itu karena kau sangat sibuk berfoto bersama gadis - gadis itu?” Goda Bella

__ADS_1


“Kau cemburu?” Tanya Adam


“Menurutmu?” Jawab Bella


“Aku yakin kau cemburu sama seperti yang ku rasakan saat kau berfoto bersama pria - pria tadi!” Tandas Adam


“Jadi dari tadi sebenarnya kau memperhatikanku?” Cecar Bella sambil mendongak sebentar meneliti wajah Adam


Melepas tangan dari pinggang Bella sebentar, Adam lalu menarik lembut dagu istrinya itu dan menatap matanya lamat - lamat, “Kau tak luput dari pandanganku, Bel! Bagaimana wanita secantik dirimu bisa tak ku perhatikan?” Tuturnya


“Ahahaha.. kau berubah menjadi pria gombal, Tuan Adam!” Goda Bella, Adam meraih pinggang Bella lagi dan Bella refleks melabuhkan kepalanya di dada bidang suaminya


“Jantungmu berdebar kencang, Adam” ucap Bella mencuri dengar debaran jantung Adam di antara musik yang mengalun lembut


“Selalu seperti ini setiap bersamamu, Bella” sahut Adam, Bella tersenyum mendengarnya lalu membenar - benarkan kepala menyamankan dirinya di dada Adam, mata Bella sampai terpejam


“Aku nyaman Adam” Ucap Bella


“Itu yang kau rasakan sekarang?” Tanya Adam


“Selalu seperti ini setiap ada dalam pelukanmu” Jawab Bella, ah Adam benar - benar tersentuh mendengarnya


“Benarkah?” Tanya Adam salah tingkah


“Iya Adam, aku merasa aman dan nyaman, aku merasa memiliki rumah saat bersamamu” jawab Bella


Adam menghentikan gerakan dansa mereka, Bella pun membeku sesaat menatap manik mata tajam suaminya


“Aku cinta padamu, Bella Anderson!” Titur Adam bersungguh - sungguh, pelangi seolah baru saja terbentuk indah di pelupuk mata Bella, senyum Bella mengembang sempurna mempercantik rautnya yang rupawan


“Aku mencintaimu, Adam Anderson!” Timpal Bella, keduanya kembali berpelukan erat saling membagi debar jantung mereka yang tak karuan. Tanpa mereka ucapkan janji itu terpatri sendiri, janji untuk saling setia dan menjaga hingga tutup usia, serta janji menjadi rumah untuk pulang.


(The End)

__ADS_1


__ADS_2