
Cukup lama Bella tak sadarkan diri, saat mulai siuman hal pertama yang ia ingat adalah Eve dan keberadan Pamela disana, Bella yang khawatir Pamela melakukan sesuatu pada putrinya memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidur dimana ia berbaring, tapi tunggu… bagaimana ia bisa berada di tempat tidur itu? Apa Pamela yang membaringkannya disana? ah sudahlah, itu tak penting bagi Bella sekarang
“Eve! Eve!” Pekik Bella sambil berjalan sempoyongan menuju keluar kamar, Bella terhenyak saat melihat Eve dalam gendongan Pamela
“Apa yang kau lakukan? Berikan Eve padaku!” Sentak Bella seraya tergesa menghampiri Pamela dan merebut Eve darinya
“B - Bella, Ibu cuma ingin menidurkannya” sahut Pamela tergagap melihat kilat kemarahan di mata Bella
“Menidurkannya? Kau ingin membunuhnya kan? Kau ingin membunuh anakku!!” Sentak Bella lagi, suara Bella yang nyaring membuat Eve terjaga dari tidurnya dan kemudian menangis
“Tidak Bella, tidak! Aku tak mungkin menyakiti cucuku sendiri” jelas Pamela, ada yang berbeda dengan Pamela sekarang, wanita itu tampak sangat lemah dan semakin kurus
“Kau pernah ingin membunuhnya dulu! Kau pasti berusaha membunuhnya lagi sekarang kan?” Sengit Bella, Pamela memegangi dadanya yang terasa sesak mendengar tuduhan anaknya sendiri, tapi dia sadar apa yang Bella katakan memang benar, dia pernah mencoba membunuh Eve saat masih dalam kandungan, entah iblis apa yang merasukinya dulu sehingga ia tega ingin menyingkirkan bayi cantik itu
Pamela mulai berderai air mata, “Maafkan Ibu Bella, Ibu memang sudah berbuat jahat padamu! Tapi Ibu sudah menyesali semuanya, Ibu tak mungkin menyakitimu lagi apalagi cucu Ibu” sedu Pamela
Bella berdecih, tak ia percayai semua omongan Ibunya, baginya Ibunya itu adalah penjahat
“Bagaimana kau bisa keluar dari penjara, hah?!” Sentak Bella lagi saat ia menyadari kalau seharusnya Pamela masih di bui sekarang
Pamela pelan - pelan mendudukkan dirinya di kursi reot yang berada di sampingnya, air matanya kembali mengalir deras, “Ibu dibebaskan karena… karena… Ibu sakit Bella” suara Pamela semakin memelan, kini ia tertunduk dan membiarkan air matanya jatuh
Meski sebenci apa pun pada Pamela tapi Bella tetap penasaran sakit apa Ibunya itu, untuk kali ini Bella percaya omongan Ibunya karena tidak mungkin polisi akan membebaskan Ibunya dari penjara begitu saja mengingat kejahatan besar yang telah dilakukan Pamela
“Kau sakit?” Tanya Bella, Pamela menggangguk lemah dan tersenyum pada anaknya yang begitu ia rindukan itu
“Kanker otak, sudah stadium akhir” sahut Pamela sendu
Deg..
Bella mematung mendengar jawaban Ibunya, rasanya sulit dipercaya kalau ia tak mendengar sendiri dari mulut Pamela, tapi melihat tubuh kurus dan rambut Pamela yang semakin menipis serta fakta kalau Pamela dibebaskan dari penjara membuat Bella yakin kalau Pamela jujur, tak bisa dihindari mata Bella mulai berkaca - kaca, namun sebelum Pamela melihatnya ia cepat - cepat menghapus air matanya, belum tentu juga Pamela sudah berubah, siapa tahu ia masih tetap punya niat jahat pada Bella
Pamela mengusap air matanya sebelum ia mendongak melihat Bella, “Nak, makanlah dulu.. Ibu sudah memasak bubur untukmu” ucapnya
“Dan membiarkanmu meracuniku, begitu?” Prasangka jelek Bella terhadap Pamela membuatnya bengis, tapi Pamela paham.. ia memang pantas dicurigai setelah semua yang telah dia lakukan
Pamela bangkit lalu meraih mangkuk berisi bubur yang masih mengepul, diambilnya sendok lalu ia menyendok bubur itu, meniupnya sebentar dan memasukkan ke mulutnya, “Ibu memakannya dulu, agar kau percaya kalau ini tidak beracun” ucap Pamela untuk meyakinkan Bella, ada kelegaan di hati Bella karena prasangka jeleknya kembali salah
“K - kau tak perlu repot - repot! Aku tak ingin memakan masakanmu!” Sinis Bella meskipun perutnya berbunyi berbeda, ia memang belum mengisi apa pun ke dalam perutnya sejak kemarin sore
__ADS_1
“Makanlah Bella, kau harus memikirkan Eve juga… bagaimana air susumu bisa lancar kalau kau tak makan?” Bujuk Pamela, Bella mempertimbangkan omongan Pamela sebentar sebelum kemudian ia duduk dan mulai menyendok bubur yang Pamela sodorkan
“Kau kerepotan jika makan sambil menggendong Eve seperti itu, berikan Eve padaku, biarkan aku menggendongnya selagi kau makan” ucap Pamela sambil mengulurkan tangannya, Bella refleks bangun dari duduknya dan mundur beberapa langkah, Eve ia peluk erat - erat
“Jangan coba - coba sentuh anakku!” Bentaknya dengan mata melotot tajam, “Kau mau mencelakai anakku kan?!” Tuduh Bella lagi
Pamela menggelengkan kepalanya menyangkal tuduhan Bella, “Tenang Bella, aku tak akan pernah menyakiti Eve! Dengar, jika aku ingin menyakitinya tentu sudah ku lakukan sejak tadi saat kau sedang tak sadar” Jelasnya sepelan mungkin, “Aku bahkan sudah membersihkan botol susu untuk Eve agar dia tak menyusu langsung padamu karena kau masih demam, apa kau tak khawatir jika dia sampai ketularan? Kasihan bayi mungil itu” tutur Miranda lagi sambil memperhatikan cucunya lamat - lamat, rasanya seperti mimpi ia bisa melihat Eve dan bahkan sempat menggendongnya tadi
“Apa kau yang mengganti baju Eve?” Tanya Bella ketika menyadari baju Eve sudah berbeda
Pamela mengangguk, “Dan menggantikan popoknya, dia kedinginan tadi Bella” sahut Pamela tanpa melepas pandangan sayangnya pada Eve, amarah Bella mereda ia lalu duduk kembali, melihat Bella yang sudah melunak Pamela pelan - pelan mendekatinya lalu kembali mengulurkan tangannya, meski ragu Bella akhirnya memberikan Eve pada Pamela dengan mata yang awas, saat menerima Eve Bella bisa melihat kasih sayang Pamela pada bayi kecilnya itu
“Apakah Ibu memang sudah berubah? Apa sakitnya sudah membuat dia bertaubat? Ya Tuhan rasanya aku tak tega melihat tubuh ringkih dan rambutnya yang semakin tipis” batin Bella dalam hatinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Adam tergesa masuk ke kediaman Anderson begitu ia dan Adrian pulang dari luar negeri, entah kenapa semakin kaki Adam melangkah masuk semakin tak karuan perasaannya apalagi saat ia merasa hawa rumah yang tak seperti biasanya, para pelayan berdiri tunduk dan wajah mereka pucat
“Ada apa ini?” Batin Adrian yang mengiringi kakaknya dari belakang, Adam semakin menyegerakan langkah menuju ruang tengah, saat sampai disana degup jantung Adam semakin cepat melihat Ibunya tengah menangis dan William yang bermuram durja, di sebelah mereka sudah ada Anna yang tampak khawatir
“Apa yang terjadi?” Tanya Adam tanpa basa basi, Miranda terkejut melihat anaknya pulang lebih awal dari yang seharusnya
“Daddy, ada apa ini? Kenapa Mommy sampai menangis?” Cecar Adam lagi, Adrian memburu Ibunya yang masih menangis dan lalu memeluknya erat - erat untuk menenangkannya
“Sudahlah Mom, sudah.. tenangkan dirimu” ucapnya pada Miranda
“Adam, begini….. Bella…. Bella…. “ William kesulitan mencari - cari kata - kata yang tepat untuk memberi tahukan pada Adam kalau Bella telah pergi dari rumah itu, membawa Eve pula
“Dad, ada apa?” Suara Adam memberat, matanya tajam menatap William dalam - dalam
“Bella…. Bella.. dia pergi dari rumah” sahut William lalu menunduk lesu, kening Adam berkerut matanya memicing mencari - cari kebenaran di mata Ayahnya
“Pergi? Dia pergi kemana?” Adam masih berpikir positif mungkin Bella hanya keluar sebentar membeli sesuatu atau ada keperluan lain
“Dia kabur Adam! Dia kabur bersama Eve!” Sahut Miranda lalu menangis lagi
Deg….
Jantung Adam seakan berhenti seketika, ia yang biasanya kalem tak dapat menenangkan dirinya sekarang, berbagai pertanyaan muncul di benaknya, apa yang terjadi pada Bella kenapa dia sampai pergi dari rumah? Kenapa Bella tiba - tiba saja meninggalkannya dengan membawa Eve?
__ADS_1
“Dad, Mom.. apa kau yakin Bella pergi dari rumah? Apa kalian sudah mencari Bella di sekitar rumah? Bella bisa saja berada di salah satu kamar, atau mungkin saja sedang di perpustakaan! Dia senang sekali membaca bukan?” Ucap Adrian, mencoba menenangkan kepanikan keluarganya
“Kau pikir aku belum menyuruh semua orang untuk mencari Bella dimana - mana? Aku bahkan sudah bertanya pada Justin apa Bella ikut ke rumah Takanawa karena Justin yang terakhir bersamanya tadi malam!” sewot William
Deg…
Kali ini Adrian yang terkejut, jika Justin bersama Bella tadi malam maka kepergian Bella pasti ada hubungannya dengan Justin, “Sialan! Apalagi yang cecunguk itu lakukan pada Bella?” Geram Adrian dalam hatinya
“Aku juga sudah memerintahkan semua orangnya Tuan Adam untuk mencari Nyonya Bella di rumah sakit, hotel, bandara, stasiun, bahkan perbatasan kota, tapi sampai sekarang belum ada yang menemukan Nyonya Bella” lapor Anna yang ikut panik mendengar kabar dari William kalau Bella telah pergi dari rumah
“Apa kau sudah memeriksa CCTV rumah ini, Anna? Apa ada petunjuk mobil mana yang dia pakai untuk pergi?” Tanya Adam
“Sudah Tuan, Nyonya Bella menggunakan mobil pemberian Tuan William dulu, dan sepertinya Nyonya Bella tidak membawa apa pun Tuan, hanya satu tas milik Nona Eve, Nyonya Bella pun bahkan meninggalkan ponselnya” sahut Anna
Adam tak dapat menyembunyikan perasaan terkejut, khawatir, dan kebingungannya, ternyata firasatnya benar.. memang sedang terjadi sesuatu pada Bella, tapi kenapa Bella sampai lari dari rumah? Apa yang sebenarnya terjadi?
“Aku akan mencari Bella!” Ucap Adam yang lalu hendak melangkah
“Kak, aku ikut!” Ucap Adrian, Adam mengangguk mengiyakan
“Anna, minta Wang untuk menarik semua orangku yang sedang bertugas dan perintahkan semuanya untuk fokus mencari Bella! Jadikan itu tugas prioritas!” Perintah Adam, pria yang sedang resah itu kemudian kembali melangkah cepat diiringi Adrian
“Aku akan mencoba melacak GPS mobil Bella” tutur Adam, ia lalu mulai fokus pada ponselnya dengan penuh harap, semoga Bella tak mematikan GPS di mobilnya
“Kau sudah dapat signal GPSnya?” Tanya Adrian melihat kening Kakaknya itu kembali berkerut
“Dia ada di perbatasan kota Adrian” sahut Adam lalu setengah berlari keluar dari rumah menuju mobilnya bersama Adrian, Adam memacu kendaraannya sangat cepat, Adrian tak protes pun karena ia tahu apa yang sedang Adam rasakan sekarang.
Hampir 2 jam mereka berkendara hingga akhirnya mereka sampai di titik lokasi GPS mobil Bella, Adam dan Adrian bergegas turun lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari mobil Bella
“Itu dia!” Tunjuk Adrian saat melihat mobil mewah Bella terparkir di bawah pohon, Adam berlari memburu mobil tersebut berharap ada Bella dan Eve di dalamnya, sayang saat ia membuka pintu mobil Adam tak menemukan siapa pun, Bella seolah sengaja meninggalkan mobil itu karena kunci mobil pun masih tergantung disana
“Bella tak ada di dalam, Adrian!” Ucap Adam panik, Adrian lalu memeriksa kap mesin mobil
“Mesinnya sudah dingin, Kak.. artinya dia sudah meninggalkan mobil ini dari tadi” ucap Adrian, Adam menggusar frustasi rambutnya, kemana Bella pergi? Kenapa ia meninggalkan mobilnya? Adam lalu mulai memperhatikan sudut - sudut dalam mobil, berharap menemukan petunjuk, mata Adam tertuju pada kertas yang terlipat di atas jok pengemudi, Adam meraihnya lalu cepat - cepat membacanya
”Jangan cari aku lagi Adam, aku sudah kotor” tulis Bella di secarik kertas itu, Bella tahu kalau Adam pasti akan melacak GPS mobilnya, ia sengaja meninggalkan kertas itu di mobil agar Adam bisa membacanya
“Sudah kotor? Apa maksud Bella? Apa dia selingkuh dariku?” Batin Adam
__ADS_1
(Bersambung)