Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 70


__ADS_3

Setelah kedua kalinya Justin mencium Bella dengan paksa, malam itu ia urung menginap di kediaman Anderson, melihat tangisan Bella tadi membuatnya terusik dan merasa bersalah, Justin akhirnya pamit pada William dan Miranda dengan dalih ada pasien darurat di rumah sakitnya, sebagai ganti dirinya Justin mengutus dua orang dokter anak untuk stand by di kediaman Anderson jika sewaktu - waktu Eve kembali demam tinggi


Kini Eve dipantau langsung oleh Adam dan Bella, mereka memboyong Eve ke kamar mereka agar bisa mendapat pengawasan penuh dari keduanya sepanjang malam


“Bella, apa kau yakin tak ingin menceritakan apa pun padaku?” Selidik Adam yang masih menunggu Bella untuk memberi tahu kejadian apa yang membuatnya menangis tadi


Bella terdiam seribu bahasa, meskipun hatinya terus meronta ingin menceritakan pada Adam apa yang menimpanya, tapi lidahnya begitu kelu tak dapat berucap mengingat ia tahu betul bagaimana tabiat Adam, suaminya itu pasti akan sangat murka dan membuat perhitungan dengan Justin, Bella tak bisa membayangkan bagaimana Adam akan membuat kehidupan Justin porak poranda, dan yang akan menjadi korban adalah Emily, Bella tentu tak tega kalau sampai Emily yang adalah Ibu angkatnya menjadi korban konflik Justin dan Adam


“Aku tak apa, Adam” sahut Bella akhirnya memendam persoalannya dengan Justin, meskipun dadanya bergemuruh hebat tapi ia tak ingin siapa pun menjadi korban polemiknya dan Justin, karena bukan hanya Emily yang akan jadi korban, William yang kondisinya sedang tak baik - baik saja pun mungkin akan terkena imbasnya


“Adam, kau tahu kalau aku mencintaimu kan?” Tanya Bella


Adam yang baru saja memeriksa keadaan Eve untuk kesekian kalinya menoleh pada Bella, “Tentu saja aku tahu, tapi kenapa kau tanyakan itu?”


“Apa yang akan kau lakukan jika ada yang menyentuh apa yang kau miliki?” Tanya Bella ragu - ragu, ia cemas menanti jawaban Adam


“Aku tak akan memakainya lagi, kau tahu sendiri bukan kalau aku tak akan berbagi apa pun milikku dengan orang lain?!” Sahut Adam ringan, namun menjadi pukulan telak untuk Bella, seolah baru saja mendengar gelegar petir tanpa tanda - tanda hujan, Bella shock. Adam menyadari wajah Bella yang memucat, dibelainya dengan lembut surai Bella, mengagumi indahnya makhluk kecintaannya itu, “Sebenarnya apa yang kamu pikirkan, Bella? Apa yang kau risaukan?” Tanya Adam lagi, namun istrinya itu hening tak menjawab

__ADS_1


“Maafkan aku Adam, aku tak bermaksud menyembunyikan apa pun darimu, tapi mendengar kau bilang kalau kau tak menginginkan lagi milikmu yang sudah disentuh orang lain membuatku takut kau akan membuangku kalau kau tahu aku sudah tersentuh Kakakku sendiri” batin Bella lara


“Aku tak memikirkan apa pun Adam, semuanya baik - baik saja” sahut Bella memaksakan senyumnya, ia lalu menyembunyikan kegundahannya di dada Adam, memeluknya erat - erat tak ingin kehilangan, bagaimana bisa ia jujur pada Adam tentang apa yang dia alami jika ia terancam akan ditinggalkan Adam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Braaaak….


Adrian membuka dengan kasar pintu ruang kerja Justin, setengah mendobraknya bahkan, sekretaris Justin yang dari tadi mengejarnya hanya bisa pasrah ketika Adrian merangsek masuk, Justin yang di datangi Adrian tanpa sopan santun jelas saja kaget, ada angin apa Adrian tiba - tiba datang dengan penuh amarah seperti itu


“Keluarlah!” Titah Justin pada sekretarisnya yang berdiri gemetaran takut terjadi kekacauan di ruangan bosnya melihat wajah murka Adrian. Ketika sekretarisnya sudah keluar dan menutup pintu rapat - rapat, Justin mendekati Adrian, baru saja ia hendak berucap ketika satu tumbukan kasar mampir di rahangnya


Justin terhuyung ke belakang, tangannya refleks mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya, seiring dengan matanya yang memerah karena marah akibat serangan Adrian, “Apa - apaan kau?!” Sentaknya tak terima


“Berengsek kau Justin! Berani - beraninya kau menyentuh Bella! Apa kau sebajingan itu sampai kau tega melakukannya pada adikmu sendiri?!” Sahut Adrian suaranya tak kalah menggelegar, tapi bukan itu yang mengagetkan Justin melainkan darimana Adrian tahu dosa yang telah Justin lakukan


“Kenapa? Apa kau mau menyangkal? Kau pikir aku tak punya mata sehingga aku tak bisa melihat perbuatanmu pada Bella di kamar keponakanku?” Sengit Adrian lagi; hari itu Adrian memang tak sengaja melihat perbuatan Justin saat akan mengengok Eve yang tengah sakit

__ADS_1


Justin menegakkan punggung dan membusungkan dadanya, “Ya, aku memang melakukannya! Lantas apa masalahmu?” Tantang Justin dengan pongahnya, mata Adrian semakin membelakak melihat respon Justin


“Kau… kau!” Adrian mengepalkan tangan dan melayangkan tinjunya hendak menghajar lagi wajah Justin, tapi kali ini dia mengelak dan balas meninju Adrian tepat di pipinya, Justin lalu mencengkram kerah kemeja Adrian yang belum pulih dari limbungnya akibat bogem mentah Justin, “Apa kau iri Adrian? Apa kau tak rela aku menyentuh perempuan yang ingin kau miliki?” Sengit Justin


Braaaak…


Justin membentur meja di belakangnya saat Adrian mendorong tubuh Justin sekuat tenaga


Gigi Adrian gemeretak menahan marah yang membuncah, “Aku tak seberengsek kau yang berani menyentuh adik sendiri!” Bentak Adrian, “Dengar Justin, Bella adalah istri dari Kakakku! Jika kau berani melecehkannya lagi, aku tak akan segan - segan membuat perhitungan denganmu! Aku bahkan tak peduli jika tanganku harus berlumuranan oleh darahmu!” Ancam Adrian dengan jari yang mengacung, Justin membalasnya dengan senyum sinis tanpa berkata apa pun sampai Adrian keluar dari ruangannya, baru setelah itu Justin menghempaskan diri ke atas kursi kerjanya dan merutuki dirinya sendiri karena saat itu ia tak mampu meredam hawa nafsunya sehingga Adrian melihat apa yang ia lakukan pada Bella, jika Adrian mengadukan kejadian itu pada Adam pasti Adam akan berbuat sesuatu, dan yang paling Justin khawatirkan adalah jika Adam membawa Bella pergi jauh ke tempat Justin tak dapat menemukannya


“Sial! Sial! Sial!” Lantang Justin sambil memukul - mukul meja kerjanya, ia menyugar rambutnya gusar, “Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana kalau Bella dibawa pergi oleh Adam?” Racaunya gelisah, ia tak bisa membayangkan jika ia tak bisa bertemu dengan Bella lagi


Di mobil sepulangnya dari rumah sakit Justin, Adrian menimang apakah ia akan memberi tahu Adam atau ia akan menunggu waktu yang tepat sambil mengawasi Justin? Tak mudah memang menyampaikan kabar buruk seperti ini pada Adam, ia tahu betul karakter Kakaknya itu, jika menyangkut harga diri Adam tak ada kompromi, siapa pun bisa di libasnya apalagi ini menyangkut Bella, bisa habis Justin di tangan Adam, lantas bagaimana William menerima kabar buruk ini setelah baru saja ia menjalin hubungan akrab dengan keluarga Justin


“Adam harus tahu ini!” Putusnya kemudian mengenyampingkan resiko yang mungkin terjadi, Adrian lalu melajukan mobilnya lebih cepat hendak menuju ke kantor Adam ketika ponselnya berbunyi, Adrian menepi sebentar ketika melihat nama Ibunya tertera di layar ponsel, dengan segera ia menjawab panggilan Miranda


“Adrian, Daddymu tiba - tiba saja drop dan tak sadarkan diri… segeralah pulang!” Ucap Miranda sambil terisak

__ADS_1


“Apa Mom?” Adrian terhenyak, batinnya shock, apa yang terjadi pada Ayahnya yang terlihat sehat - sehat saja belakangan ini


(Bersambung)


__ADS_2