Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 53


__ADS_3

Adrian semakin bimbang, apa ia harus mengatakan kalau ia bersama dengan Anna di apartemennya kemarin? Jika itu terjadi tentu Anna akan dicap wanita tak baik karena bersama dengan Adrian di tengah proses perceraiannya, tapi kalau tak menjawab tentu ia yang akan dijadikan tersangka utama


Berita tentang Anna tentu akan tersebar luas oleh pewarta nantinya, dan Anna pastinya akan mengalami kesulitan, haruskah ia melakukan itu pada orang yang telah menampungnya saat semua orang membuangnya?


“Aku yang… “ ucapan Adrian tersela saat seorang petugas lain masuk ke dalam ruang interogasi, “Ada seorang wanita bernama Anna yang mengaku menjadi saksi untuk Tuan Adrian” ucapnya


“Anna? Anna kesini?” Adrian tampak panik, ia tak bisa membiarkan Anna mengakui kalau mereka bersama kemarin, skandalnya akan merebak dan membuat nama Anna tercemar


“Oh seorang saksi rupanya? Suruh masuk!” Ucap petugas, petugas yang baru datang itu lantas mengangguk dan keluar lagi


Adrian semakin panik, “A - Aku, aku yang menabrak Adam!” Tandas Adrian


“Tuan, apa yang kau lakukan?” Protes pengacara Adrian, bagaimana mungkin Adrian tiba - tiba saja mengakui perbuatan itu


“Aku memang melakukannya!” Tandas Adrian lagi, petugas yang duduk di depan Adrian tersenyum puas merasa berhasil menangkap pelaku yang ia cari - cari


“Kau bohong Tuan! Kau tak melakukannya! karena kau bersamaku kemarin siang!” Anna yang baru saja masuk ke ruangan itu membantah keterangan Adrian, Adrian menggusar frustasi rambutnya, “Anna apa yang kau lakukan?” Adrian berdiri dan begitu marah pada Anna


“Sebentar - sebentar, jadi apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya petugas yang mengintoregasi Adrian, ia bingung dengan dua pengakuan yang berbeda dari Anna dan Adrian


Anna merangsek mendekati petugas itu, lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel miliknya, membuka ponselnya sebentar kemudian menyodorkan pada petugas tersebut


“Ada beberapa foto Tuan Adrian yang saya ambil diam - diam saat dia sedang bersama saya kemarin siang” ujar Anna sambil menunjukkan foto Adrian saat Adrian tengah serius di depan layar laptopnya, ada juga saat Adrian tengah menikmati secangkir kopi buatan Anna, tadinya foto itu akan ia tunjukkan pada Adam agar Adam mengetahui dimana keberadaan Adrian sekarang


“Kalau dilhat dari waktu pengambilan fotonya, sudah bisa dipastikan Tuan Adrian bukan pelaku percobaan pembunuhan pada Tuan Adam” ucap petugas itu


Anna menghela lega napasnya, begitu pun dengan pengacara Adrian, sementara Adrian merutuki apa yang Anna lakukan, Anna sama saja menggali kuburannya sendiri, jika berita bahwa Adrian selama beberapa hari ini tinggal bersama Anna tersebar maka Anna akan dituduh menjadi penyebab perceraian Brianna dan Adrian


Lain dipikiran Adrian lain lagi di pikiran Justin, ia ikut mengawasi seluruh proses interogasi Adrian dari balik layar monitor dengan izin khusus yang diberikan oleh petinggi polisi yang merupakan teman baik Takanawa


“Kalau bukan Adrian, berarti tinggal Pamela dan Brianna” gumamnya, Justin semakin yakin kalau Adrian memang tak bersalah melihat raut wajah terkejut bercampur cemas saat mendengar Adam menjadi korban tabrak lari


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Brianna tengah membaca surat panggilan dari kepolisian yang baru sampai ke alamat rumah sederhananya, beruntung asisteng Wang lah yang mengurus pembelian rumah itu jadi ia tahu alamat rumah terbaru Pamela, “Bu, kenapa kita dapat surat dari polisi seperti ini?” Wajah Brianna perlahan memucat, dosa mana yang harus ia pertanggung jawabkan di depan pihak berwenang


“Mana aku tahu? Disitu tidak ada penjelasan apa pun bukan? Kita hanya disuruh datang untuk membantu proses penyidikan!” Sahut Pamela, dalam hati ia juga ketar - ketir tentang pemanggilan itu, perkara apa yang membuat mereka sampai harus menghadap pihak berwajib, apa Bella yang melaporkan mereka? Tapi untuk kejahatan yang mana? Kalau untuk percobaan pengguguran kandungannya, memangnya Bella punya bukti apa?


“Bu, jangan - jangan ini tentang anjing yang menggigit Bella! Apa dia melaporkannya pada polisi?” Sangka Brianna

__ADS_1


“Ck.. kalau dia ingin melaporkannya kenapa harus menunggu lama? Itu tidak mungkin!” Kilah Pamela


“Oh Bu, aku tahu! Apa ini laporan Bella tentang Ibu yang mencoba menggugurkan kandungannya?” Cerocos Brianna


Alis pamela menukik tajam, pusing dengan ocehan Brianna, “Diamlah! Bella tak punya bukti apa pun tentang perbuatan kita, jadi tak mungkin dia yang melaporkannya!” Sentak Pamela


“Bu, aku sangat takut! Baru kemarin aku menerima surat perceraian dari Adrian, dan sekarang ada surat dari polisi, aaaarrrggghhhh… aku bisa gila Bu!” Brianna mengacak - acak rambutnya sendiri, sedang Pamela hanya bisa pasrah pada keadaan yang benar - benar tak pernah ia bayangkan sebelumnya


Di kantor polisi, Adrian, Anna, dan pengacara Adrian berjalan menyusuri koridor menuju pintu keluar, koridor yang panjang dan sepi menambah kesan seram bangunan besar tempat dimana para penjahat harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka


“Kau pergilah dulu!” Titah Adrian pada pengacaranya, pengacara itu mengangguk patuh lantas berjalan tergesa meninggalkan Adrian dan Anna berdua, Adrian menarik tangan Anna lalu memepet tubuh Anna ke dinding


“Apa yang kau lakukan Anna? Apa kau tahu apa yang akan terjadi pada namamu nanti kalau sampai kabar tentang kita tinggal bersama tersebar?” Tanya Adrian emosi


“Lantas apa Tuan ingin dipenjara untuk kejahatan yang tidak Tuan lakukan?” Kilah Anna


“Mungkin itu yang harus aku jalani untuk menebus semua kesalahanku, Anna! Tapi paling tidak namamu tak akan tercoreng, kau akan jadi sasaran empuk tuduhan wanita yang menyebabkan aku dan Brianna bercerai!” Cerocos Adrian, Anna menelan salivanya saat mendengar penuturan Adrian, tak terpikirkan sebelumnya olehnya soal itu, tapi nasi sudah jadi bubur, yang penting bagi Anna ia membebaskan orang tak bersalah dari tuduhan


“A - aku….. ah sudahlah! Aku hanya ingin mengatakan kebenaran, aku tak akan membiarkan orang yang tidak bersalah menerima hukuman!” Anna menepis tangan Adrian yang mengukungnya lalu berjalan setengah berlari meninggalkan Adrian


“Anna tunggu!” Adrian mengejar Anna sambil berteriak memanggil namanya, bersamaan dengan itu Brianna dan Pamela tampak berjalan memasuki kantor polisi


“Iya kau benar, tapi kenapa dia ada disini?” Tanya Pamela


“Apa dia juga dipanggil seperti kita, Bu? Astaga, apa ini menyangkut uang yang ia ambil dari perusahaan?” Brianna semakin panik, kali ini Pamela sepemikiran dengan anaknya, bisa jadi ini menyangkut uang yang Adrian ambil dari perusahaan, apalagi ada sekretaris Adam juga disitu, mungkin sekretaris Adam lah yang melaporkan Adrian, Pamela bisa bernapas lega sekarang karena sejatinya dalam perkara itu Brianna tidak salah, Adrian lah yang mengambil uang itu dari perusahaan jadi Adrian lah yang harus bertanggung jawab


Brianna dan Pamela tengah berada di ruang interogasi sekarang, keduanya duduk dengan gugup, keringat mulai membasahi sekujur tubuh mereka apalagi ketika melihat tatapan menyelidik petugas di depan mereka, wajah petugas yang tak bersahabat serta postur tubuh tinggi tegap cukup untuk membuat nyali Pamela tadi ciut seketika


“Apa kalian tahu kenapa kalian dipanggil kesini?” Tanya petugas berkepala plontos itu, Brianna dan Pamela kompak menggelengkan kepala mereka


“Ada yang melaporkan bahwa kalian mungkin adalah pelaku tabrak lari Tuan Adam Anderson” ucap petugas itu, Brianna dan Pamela saling tatap, “Adam ditabrak?” Gumam Brianna pada Pamela


Braaakk..


“Lihat saya Nyonya - Nyonya!” Sentak petugas itu sambil menggebrak meja, wajah Pamela dan Brianna kian pucat pasi


“Dimana kalian kemarian siang?!” Tanya petugas itu lagi


“K - kami berada di rumah” sahut Pamela ketakutan

__ADS_1


“Siapa yang bisa dijadikan saksi?” Lanjut petugas itu


“Hanya kami berdua yang ada di rumah, Tuan” sahut Brianna takut - takut


“Cih… itu tidak bisa dijadikan alibi, kalian bisa saja saling menutupi satu sama lain karena kalian melakukan kejahatannya bersama - sama!” Tuding petugas tersebut


“Tuan! Kami sungguh tak melakukannya, aku tak mungkin melukai Adam, begitu juga Ibuku! Sungguh Tuan!” Sanggah Brianna


“Kenapa kau tak mampu melukai Tuan Adam? Apa karena kau punya perasaan padanya, begitu? Justru itulah motif terbesar untuk melukai Tuan Adam, cintamu ditolak dan kau dendam pada Tuan Adam hingga merencanakan untuk membunuhnya!” Tuduh petugas itu


Brianna menggeleng, “Tidak Tuan, bukan seperti itu! Sungguh, A - aku tak mungkin melukai Adam!” Elak Brianna lagi yang diamini oleh Pamela


“Aku juga tak mungkin melukainya, Tuan! Bagaimana pun dia itu menantuku!”


“Kalian boleh menyangkalnya, tapi kalian tak punya alibi dan saksi tentang dimana keberadaan kalian kemarin, jadi sebaiknya kalian mengaku saja, paling tidak itu akan sedikit mengurangi hukuman kalian!” Tutur petugas itu


“Astaga Tuan, bagaimana lagi caraku mengatakannya! Aku dan Ibuku tak mungkin melakukannya! Lihatlah kami, bagaimana wanita berkelas seperti kami bisa melakukan hal serendah itu, Tuan?” Brianna sudah putus asa meyakinkan petugas itu


“Apa yang Brianna ucapkan benar, Tuan! Kami ini dari kalangan atas, sangat tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu!” Tambah Pamela


Petugas itu mulai kesal, ia sudah sangat yakin bahwa mereka berdua lah pelakunya


Braaak…


“Jawab sejujurnya! Kalian kan yang mencoba membunuh Tuan Adam Anderson!” Gebrakan meja petugas itu jauh lebih mengagetkan dibanding tadi, Pamela sampai mengelus dadanya sedang Brianna latah mengangkat tangannya


“Demi Tuhan, Tuan! Kami tak pernah menyakiti Adam! kami memang pernah mencoba menggugurkan kandungan Bella, dan.. dan pernah mau melukai Bella dengan melepaskan anjing penjaga! Tapi hanya itu saja Tuan… “ Brianna langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia lalu mengutuk dirinya sendiri karena bisa sampai keceplosan menyebut dosa - dosanya, sedang Pamela sudah hampir pingsan karena kebodohan anaknya sendiri


“Apa kau bilang tadi? Kau dan Ibumu dengan sengaja ingin membunuh anak dari Tuan Adam dan Nyonya Bella? Dan kau juga pernah ingin membunuh Nyonya Bella?” Cecar petugas itu


Brianna menggeleng - geleng, air matanya sudah jatuh berlomba, “B - Bukan begitu maksudku”


Petugas itu tersenyum senang karena Brianna justru mengakui kejahatannya yang lain, “Kau pikir apa yang kau ucapkan tadi tidak direkam? Kau tahu apa itu tadi? Itu adalah pengakuan langsung! Kau bisa dihukum karena hal itu Nyonya!”


“A - aku… aku.. “ Brianna sudah tak sanggup lagi bicara sedang Pamela jatuh pingsan


Justin yang juga mengawasi proses interogasi tersenyum puas, ia segera memanggil pengacaranya, “Buatkan surat laporan tentang percobaan pengguguran kandungan Bella dan rencana pembunuhan Bella, aku ingin Brianna dan Pamela dipenjara sangat lama!” Ucap Justin pada pengacaranya, pengakuan Brianna tadi sudah cukup menjadi bukti untuk menjebloskan Brianna dan Pamela ke penjara


Justin bernapas lega, karena lagi - lagi ia berhasil membantu Bella membalaskan dendam dengan memenjarakan Brianna dan Pamela, tapi masih ada tugas yang harus ia pecahkan, siapa sebenarnya yang mencelakai Adam?

__ADS_1


__ADS_2