
Berkat omongan Emily dan Justin tempo hari di rumah sakit, Bella sudah tak lagi terbelenggu dengan ketakutan akan sumpah serapah dari Pamela, kini ia sedang menikmati hari - hari menanti kelahiran buah cintanya bersama Adam, meski usia kandungannya baru 7 bulan tapi semua persiapan sudah dilakukan, dari mulai membeli semua perlengkapan bayi, menentukan dimana Bella akan melahirkan, sampai menyiapkan kamar untuk anak mereka nanti
Hari ini Bella, Adam berikut William dan Miranda sedang menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan rutin, sekaligus untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka, Bella memang menundanya hingga kehamilan ke 7 bulan untuk tahu apakah anaknya laki - laki atau perempuan sebagai kejutan sekaligus hadiah ulang tahun Adam
“Selamat, bayinya berjenis kelamin perempuan” Tutur dokter yang memeriksa kandungan Bella, Adam dan Bella saling tatap dan sama - sama tersenyum bahagia, lalu Adam mengecup kening Bella banyak - banyak, menyampaikan rasa cintanya yang teramat
“Wah, perempuan sayang” ucap Miranda antusias pada William yang girang bukan main, “Akhirnya akan ada putri di keluarga Anderson” sahut William
“Kau benar sayang! Akhirnya aku bisa membeli baju - baju berwarna merah muda untuk cucuku nanti” Miranda sampai mengucap syukur berkali - kali saking bahagianya
“Bagaimana kondisi bayinya dokter? Apa dia sehat?” Tanya Adam kemudian
“Perkembangannya sangat bagus, kalian akan memiliki anak yang sehat, dan aku yakin akan secantik Ibunya, Tuan Adam” jawab dokter itu lagi membuat pipi Bella bersemu merah, ciuman di pipi Bella dari Adam jelas bertambah lagi setelah itu
Keluar dari klinik, William langsung memboyong keluarganya yang tengah berbahagia itu ke sebuah restoran mewah yang telah ia reservasi khusus untuk keluarganya saja, William ingin merayakan ulang tahun Adam sekaligus kabar bahagia yang baru ia terima, tak disangka disana sudah ada Adrian dan Anna
“Sayang, apa kau yang mengundangnya? Bagaimana kalau Adam justru marah karena kehadiran Adrian?” Bisik Miranda cemas, William mengusap - usap punggung istrinya, “Kita lihat saja sayang, aku yakin Adam sudah mau memaafkan Adrian, apalagi setelah apa yang Adrian lakukan untuk Bella kemarin” sahut Bella, dan dugaan Wiliiam benar adanya, Adam segera memeluk adiknya itu, meluruhkan semua permusuhan antara mereka
“Aku senang kau datang” ucap Adam
__ADS_1
“Aku tak akan melewatkan ulang tahunmu” sahut Adrian yang lalu membalas pelukan Adam dengan erat, melihat itu hati kedua orang tua mereka dan Anna menghangat, Bella pun sama meskipun masih ada keraguan di dalam dirinya pada Adrian. Baru saja semua orang sedang menikmati jamuan makan ketika ponsel Adam berdering, ekspresi wajah pria itu berubah ketika melihat siapa yang menghubunginya, meski enggan Adam tetap menjawabnya, tak lama Adam berbicara di ponselnya, hanya menyahut dengan beberapa kata saja setelah itu ia mengakhiri pembicaraan di ponselnya.
“Bella, sipir penjara menghubungiku, dia bilang Ibumu ingin bertemu” ucap Adam yang menyita perhatian semua orang, dan kini tatapan tertuju pada Bella menanti reaksi anak malang yang tak dicintai Ibunya itu, meski tampak tenang nyatanya sendu itu masih tersirat jelas di wajah Bella
“Aku tak punya Ibu kecuali Mama Emily, Adam!” Tandas Bella, Adam mengerutkan keningnya sama seperti yang lain, sikap Bella sangat berbeda dengan sebelumnya yang selalu mengkhawatirkan Pamela semenjak Ibunya itu dipenjara
“Kau yakin, Bella? Mungkin ada yang Ibumu ingin sampaikan” selidik Adam
“Bukankah sudah ku bilang kalau aku tak punya Ibu selain Mama Emily?” Tandas Bella lagi lebih tegas, Adam mengangguk mengerti lalu mengusap lembut rambut Bella, dalam hati ada kelegaan besar yang Adam rasakan
“Syukurlah akhirnya Bella sadar juga sayang! Memang sudah waktunya Bella melupakan Ibunya itu” bisik Miranda pada William
“Aku minta tolong pada kalian semua, tolong jangan ingatkan bahwa aku pernah punya Ibu yang bernama Pamela atau Kakak yang bernama Brianna, aku hanya punya Ibu yang bernama Emily dan Kakak yang bernama Justin” ucap Bella dengan menyunggingkan senyumnya, malam itu Bella bertekad melepas semua masa lalu yang selalu membuatnya terluka, tak ada tempat di hatinya untuk Pamela atau Brianna lagi, semuanya telah usai akibat perbuatan Pamela
Miranda saling tatap dengan William, begitu pun dengan Adrian dan Anna mungkin mereka tak menyangka kalau Bella bisa mengambil keputusan seperti itu. Tapi tentu saja semuanya mendukung keinginan Bella, terutama Adam. Mulai malam itu nama Pamela dan Brianna tabu disebut di kediaman Anderson.
...----------------...
Di bawah lampu temaram penjara, Pamela tak juga memejamkan mata, ia berbaring sesaat lalu kemudian bangun dan berdiri di depan teralis sel, ia celingukan mencari sipir penjara menanti kabar yang ia tunggu - tunggu, Pamela tak peduli meskipun teman satu selnya berdecak kesal bahkan sampai memarahinya karena Pamela menganggu waktu istirahat mereka
__ADS_1
“Bagaimana Tuan? Apa Adam sudah memberi kabar? Kapan aku bisa bertemu anakku Bella?” Cecar Pamela pada petugas sipir yang ia minta tolong dan baru saja datang untuk menyampaikan jawaban dari Adam
“Apa kau yakin Tuan Adam Anderson itu menantumu?” Sahut petugas sipir itu
“Apa maksudmu, Tuan? Tentu saja dia menantuku, dia adalah suami dari anak bungsuku, Bella!” Jawab Pamela kesal, sipir itu menggelengkan kepalanya dan menghembuskan kesal napasnya
“Kau hanya membuang - buang waktuku saja? Apa kau tahu apa yang Tuan Adam sampaikan tadi? Dia bilang kalau istrinya tak mengenal dirimu! Dan kalau aku pikir - pikir mana mungkin seorang pria terhormat sepertinya punya mertua seorang kriminal sepertimu?!” Cerocos sipir itu lagi, nada bicaranya bukan hanya kesal tapi juga penuh cemoohan
“A - apa kau bilang? Adam bilang kalau ia dan Bella tak mengenalku?” Pamela terkejut mendengar jawaban sipir itu, sang sipir semakin marah saja sampai ia berkacak pinggang
“Kau belum lama disini, tapi kenapa jiwamu sudah terganggu, hah?! Jangan bermimpi terlalu tinggi punya menantu seorang pria yang kaya dan terhormat seperti Tuan Adam!! ah dan ya.. aku pernah melihat istri Tuan Adam di televisi, dan memang sangat mustahil kau adalah Ibu dari seorang bidadari sepertinya, selain cantik, Nyonya Adam juga dikenal sangat cerdas dan baik! Jadi berhentilah mimpi di siang bolong atau aku akan memasukkanmu ke sel isolasi, kau mengerti?!” Sentak sipir tersebut
“Tuan, kau tak mengerti! Bella memang anakku, dia sangat menyayangiku Tuan! Aku mohon Tuan, tolong hubungi dia lagi dan katakan kalau aku ingin menemuinya, aku merindukannya Tuan!” Kali ini Pamela memohon, namun yang ia dapatkan justru delikan tajam
“Hentikan! Atau kau ingin masuk ke sel isolasi sekarang juga!” Sentakan itu membuat mata Pamela berkaca - kaca, apalagi di belakangnya teman - teman satu selnya riuh menghina bahwa dirinya gila karena membayangkan istri dari Adam Anderson adalah anaknya
“Bella, apa kau memang telah melupakan Ibu?” Sendu Pamela sambil menitikkan air mata
(Bersambung)
__ADS_1