Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 60


__ADS_3

Setelah Adam memberi tahu Justin bahwa Bella tengah pergi entah kemana untuk mencari keberadaan Adam, Justin kemudian menceritakan pada Emily yang kebetulan saat itu sedang bersama Justin, tak ayal Emily pun bergegas ikut mencari Bella


Waktu terus bergulir namun hingga tengah malam Bella belum juga ditemukan, Adam adalah yang paling frustasi mencari Bella, entah sudah berapa tempat yang Adam datangi, dari mulai ke kantornya hingga tempat - tempat yang menurut Adam akan menjadi titik pencarian Bella


“Kau dimana Bella? Dimana?” Adam memukul setirnya beberapa kali melampiaskan rasa cemas, takut, dan marahnya. Ya, Adam marah pada dirinya sendiri karena ia dengan sengaja tak memberi tahukan pada Bella kemana Adam akan pergi tadi, bukannya apa tapi Adam tahu Bella pasti tak akan mengizinkannya untuk pergi jika Bella tahu kalau Adam hendak ke tempat terjadinya kecelakaan kerja salah satu karyawannya tadi


Lain Adam lain lagi Adrian, Adrian mencari di kantor polisi, klinik, hingga rumah sakit. Dan kini Adrian baru saja keluar dari rumah sakit ke - 5 yang ia datangi, langkah Adrian gontai karena sampai saat ini ia tak bisa menemukan keberadaan Bella, Adrian menghela lelah napasnya ketika hendak masuk kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan pencariannya ke tempat lain, namun langkah Adrian terhenti saat samar ia melihat mobil yang baru saja parkir, Adrian memicingkan matanya memastikan kalau penglihatannya benar


“Itu mobil Bella bukan?! iya benar itu mobilnya!” Adrian sumringah mendapat titik terang keberadaan Bella, ia lalu berlari menghampiri mobil Bella, Adrian memelankan langkahnya saat sudah sampai di samping mobil yang Bella kendarai, Adrian bisa melihat Bella yang tengah kepayahan menghirup dan menghembuskan napasnya berulang kali, wajahnya sudah banjir peluh, bibirnya terlihat pucat. Karena khawatir Adrian mencoba membuka pintu mobil Bella, menyadari pintunya terkunci Adrian lalu mengetuk pintu mobil meminta agar Bella membukanya


Bella menatap Adrian sebentar sebelum ia menurunkan kaca pintu mobilnya


“Bella, kau kenapa? Apa yang terjadi?!” Adrian panik melihat Bella yang terus jadi menarik dan menghembuskan napasnya


“A - apa kau mau melahirkan?” Tanya Adrian semakin panik


“Tolong aku, bawa aku ke dalam! Perutku kram!” Ucap Bella sambil membuka kunci pintu mobilnya, Bella mengenyampingkan rasa marah dan jijiknya pada Adrian karena ia tak punya tenaga lagi bahkan untuk sekedar berjalan sendiri


“I - iya, sebentar.. “ Adrian sigap membuka pintu mobil, mengambil Bella dari kursi sopir dan membopongnya lalu tergesa membawanya ke dalam rumah sakit. Saat sampai Adrian berteriak- teriak meminta pertolongan petugas medis yang berada disana, saat Bella sudah ditangani petugas medis, Adrian cepat - cepat menghubungi Miranda, Adrian memang ingin Adam yang pertama tahu kalau Bella sudah ditemukan, tapi Adrian tak punya keberanian untuk menghubungi Adam.


“Sayang! Adrian sudah menemukan Bella, ia berada di rumah sakit sekarang!” Ujar Miranda ketika ia baru saja mendapat kabar dari Adrian lewat ponselnya, keduanya mengucap syukur dan bernapas lega karena Bella sudah ditemukan tapi mereka juga khawatir kalau sesuatu terjadi pada Bella dan cucu mereka


“Kau kabari Adam! Aku akan meminta sopir untuk menyiapkan mobil!” Titah William


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bella baru saja selesai ditangani, ia bahkan sudah dipindahkan ke ruangan inap, menurut dokter tak ada yang perlu di khawatirkan, Bella hanya kelelahan dan juga stress sehingga mengakibatkan perutnya kram


“Apa yang kau rasakan sekarang?” Tanya Adrian ketika ia masuk ke ruang inap yang Bella huni sekarang


“Aku kelaparan” sahut Bella acuh, saat itu Bella memang sedang makan dengan lahapnya, ia belum memasukkan apa pun ke dalam mulutnya semenjak siang tadi, Adrian lalu duduk di sofa yang berjarak agak jauh dari Bella


“Kau tahu Bella, apa yang kau lakukan sangat membahayakan kandunganmu!” Ujar Adrian


“Memangnya apa yang ku lakukan?” Sahut Bella tanpa menatap Adrian


“Kau sedang mencari Adam bukan? Kau pergi tanpa memberi tahu siapa pun dan tanpa membawa ponselmu, bagaimana kalau sesuatu terjadi di jalan?” Cerocos Adrian, Bella refleks menatap Adrian


“Darimana kau tahu? Apa kau ke rumah tadi? Apa ada kabar tentang Adam?” Cecar Bella


“Benarkah? Apa Adam baik - baik saja? Apa dia terluka?” Cecar Bella lagi, Adrian agak cemburu sih melihat bagaimana kekhawatiran Bella pada Adam, tapi apa yang bisa Adrian perbuat, ia jelas tak mungkin mendapatkan Bella lagi


“Aku yakin dia baik - baik saja, Mommy mungkin sudah memberi tahunya kalau kau disini” sahut Adrian, Bella berkali - kali mengucap syukur karena kekhawatirannya tak terbukti


“Ck.. Adam itu bukan anak kecil lagi, kenapa kau sampai harus sekhawatir itu sampai kau pergi sendiri mencari Adam?” Nyinyir Adrian, Bella mendelik tajam pada Adrian


“Apa yang akan kau lakukan kalau Ibumu mengutukmu, anakmu, dan istrimu, hah?! Apa kau tak akan khawatir sesuatu terjadi pada keluargamu?” Sengit Bella


Kening Adrian berkerut, “Maksudmu Nyonya Pamela mengutukmu, Adam, dan anakmu begitu?”


“Ah sudahlah! Untuk apa aku menceritakannya padamu! Kau sama saja jahatnya dengan Ibuku” tohok Bella

__ADS_1


“Hei, bukannya aku sudah menolongmu tadi? Jangankan kau berterima kasih, kau malah mengatakan kalau aku orang jahat?” Goda Adrian, Bella jadi malu sendiri saat mengingat kalau ia meminta bantuan Adrian tadi


“Ck… terima kasih!” Ucap Bella tanpa ketulusan sama sekali


“Ahahaha.. kau itu berterima kasih atau sedang memarahiku?” Tohok Adrian sambil tergelak


“Terserah kau saja!” Sahut Bella malas, Adrian hanya bisa menggeleng - geleng sambil tergelak lagi melihat Bella yang bersungut - sungut, gemas sih inginnya Adrian mencubit sayang pipi Bella yang gembul dan kemerahan, tapi Adrian mana berani melakukannya, bisa - bisa pipi Adrian jadi sasaran amukan Bella


Tatapan sayang Adrian harus terhenti ketika William dan Miranda lalu menyusul Adam datang dengan tergesa


“Adam!” Pekik Bella sambil membuka lebar tangannya minta dipeluk, Adam memeluk erat istrinya menciuminya banyak - banyak, sedang Miranda dan William menghampiri Adrian untuk berterima kasih karena Adrian telah menjadi pahlawan


“Maafkan aku sayang, maaf! Seharusnya aku jujur padamu kemana aku pergi agar kau tak perlu khawatir!” Tutur Adam


“Memangnya kau pergi kemana tadi?” Cecar Bella


“Ada kecelakaan kerja tadi, salah satu karyawanku jatuh dari proyek yang tengah perusahaanku kerjakan, aku khawatir kau tak akan mengizinkanku pergi jika kau tahu apa yang terjadi! Tapi lihatlah Bella, aku baik - baik saja.. apa yang kau takutkan tak terbukti, aku mohon kau jangan terlalu paranoid, aku khawatir kau stress, Bella!” Tandas Adam


Mendengar obrolan Adam dan Bella, Adrian lalu berbisik pada Miranda, “Jadi ini akibat sumpah serapah dari Nyonya Pamela?” Tanyanya


“Iya Adrian, semuanya gara - gara perempuan jahat itu!” Sahut Miranda geram


“Kasihan Bella, lagi - lagi dia menjadi korban kejahatan Ibunya sendiri” ucap William, rahang Adrian mengeras dan tinjunya mengepal


“Perempuan tua itu! Dia harus ku beri pelajaran!” Gumamnya dalam hati

__ADS_1


__ADS_2