Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 64


__ADS_3

Hari ini Bella menjemput Anna pagi - pagi berbekal izin dari Adam, meskipun suaminya itu awalnya berat ditinggalkan Bella karena Bella meminta izin pergi seharian, tapi melihat Bella yang antusias dengan misinya akhirnya Adam merelakan Bella pergi


“Nyonya, untuk apa kita kesini?” Tanya Anna saat Bella membawanya ke sebuah klinik perawatan kecantikan


“Perubahanmu akan dimulai dari sini, Anna!” Sahut Bella sambil mendorong tubuh Anna yang enggan masuk, di dalam klinik itu mereka disambut dengan sangat baik, maklumlah Bella menyertakan nama Adam Anderson saat memesan tempat di klinik ternama itu


“Aku rasa ini tidak perlu, Nyonya! Sungguh!” Anna mundur beberapa langkah nyaris berbalik pergi kalau saja Bella tak menarik tangannya


“Sudah, percaya saja padaku, Anna!” Tandas Bella, Bella lalu memberi isyarat agar Anna segera ditangani tanpa protes lagi. Selepas dari klinik, Bella menggiring Anna menuju salon penata rambut dan riasan wajah terkenal, disana Bella sendiri yang mengarahkan agar tampilan Anna sesuai dengan bayangannya


“Sudah ku bilang kalau kau itu cantik bukan?” Tanya Bella dengan senyum puas saat melihat hasil tatanan baru rambut dan wajah Anna


“Apa ini aku Nyonya? Kenapa bisa berbeda sekali?” Sahut Anna terbengong - bengong saat melihat pantulan dirinya di cermin, ia pun tak menyangka dirinya akan terlihat semengagumkan itu sekarang


“Tunggu sampai Adrian melihatmu, Anna! Aku yakin dia tak akan bisa berpaling darimu” yakin Bella, ia tahu betul seperti apa selera Adrian setelah sekian lama mengenalnya, pipi Anna bersemu merah membayangkan bagaimana reaksi Adrian nanti. Selesai dengan serangkaian perawatan Anna, Bella kembali menggiringnya menuju tempat lain, kali ini Bella membawa Anna ke pusat perbelanjaan, membelikannya banyak baju, sepatu, dan tas


“Nyonya, harganya mahal - mahal sekali! Aku tak mampu membeli ini semua!” Sergah Anna saat Bella tak berhenti memilihkannya berbagai macam barang


“Aku yang akan membelikannya untukmu, jadi berhentilah protes! Tugasmu hari ini hanya tampil cantik, selebihnya serahkan padaku” sahut Bella, mendengar itu Anna tersenyum kikuk, bagaimana mungkin ia bisa lupa siapa Bella, istri Adam Anderson tentu bukan hanya bisa membeli barang - barang disitu, bahkan kalau Bella mau ia bisa membeli pusat perbelanjaannya sekaligus


Anna melihat Bella yang tiba - tiba terdiam, matanya kosong menerawang


“Nyonya, apa kau baik - baik saja?” Anna khawatir karena wajah Bella berubah sendu


“Aku baik - baik saja, An! Hanya saja aku ingat tempat ini, ini adalah tempat Brianna membeli baju - bajunya, dia selalu mengajakku kesini untuk membawakan banyak tas belanjaannya, atau sekedar memamerkan baju yang baru dia beli karena dia tahu dulu aku selalu bermimpi bisa membeli salah satu baju disini!” Mata Bella menerawang mengabsen satu per satu baju merk ternama dengan harga fantastis


“Sekarang kau bukan hanya bisa membeli semua baju disini, Nyonya! Kalau kau mau kau bisa meminta Tuan Adam untuk membelikan mall ini untukmu” ucap Anna, Bella tersenyum simpul

__ADS_1


“Kau tahu Anna, aku baru saja berpikir begitu!” Sahut Bella, Anna ikut tersenyum lalu ia berpikir sebentar untuk menyampaikan sesuatu pada Bella, mendengar nama Brianna disebut Bella mengingatkannya pada apa yang telah dilakukan Adrian untuk Bella


“Nyonya, aku ingin menyampaikan sesuatu tentang Tuan Adrian dan Nyonya Pamela” ucap Anna


Bella spontan menoleh pada Anna, “Apa itu Anna? Apa yang Adrian perbuat sekarang? Apa dia bersekongkol dengan Nyonya Pamela lagi?” Cecar Bella, Anna menggeleng


“Justru Tuan Adrian melakukan sesuatu yang luar biasa, dia bicara pada Nyonya Pamela tentang bagaimana kau sangat mencintainya, dan bagaimana Nyonya Brianna dengan gampang membuang Nyonya Pamela dan sibuk menyelamatkan dirinya sendiri” tutur Anna, Bella terkejut dahinya sampai melipat


“Jadi itu makanya Nyonya Pamela memintaku untuk menemuinya? Apa dia terpengaruh omongan Adrian?” Selidik Bella lagi


“Aku yakin seperti itu Nyonya, aku rasa Nyonya Pamela menyesali perbuatannya yang telah menyia - nyiakan dirimu, Nyonya” sahut Anna, Bella tersenyum miris


“Sudah sangat terlambat Anna, aku bahkan sudah melupakan kalau aku pernah punya seorang Ibu bernama Pamela” tandas Bella, Anna hanya bisa menatap Bella dengan penuh keprihatinan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di kantor Adam, Adrian tengah berbincang dengan Adam, tadi pagi Adam menghubunginya meminta Adrian untuk datang


“Aku? Aku kembali kesini? Untuk apa Adam?” Tanya Adrian


“Bekerja sama seperti dulu, kita membangun perusahaan ini bersama - sama” sahut Adam, Adrian semakin terkejut, apa Adam sudah kembali mempercayainya?


Adam memperhatikan raut wajah Adrian yang bingung dan penuh tanda tanya, “Kau sudah menyelamatkan Bella, bagiku itu sudah lebih dari cukup untuk menebus semua kesalahanmu” tutur Adam


“Entahlah Adam, sepertinya aku belum siap untuk kembali ke kantor ini! Aku yakin tak ada yang mengharapkan kehadiranku disini kecuali kau!” Sahut Adrian sendu


“Kalau begitu bukannya kau memang harus segera kembali ke kantor ini untuk membuktikan pada semua orang kalau kau sudah berubah?” Tandas Adam, Adrian sudah tak bisa berucap apa - apalagi melihat kesungguhan Adam, apalagi ia memang perlu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya, bisnis yang ia rintis tak berjalan sesuai keinginannya

__ADS_1


“Kalau begitu besok aku akan mulai bekerja lagi di kantor ini, tapi dengan satu syarat.. aku ingin bekerja sebagai karyawan biasa, aku tak ingin menjadi bagian dari direksi” ucap Adrian


“Mana bisa seperti itu, Adrian?! Kau adalah bagian dari keluarga Anderson, kau adikku! Sudah sewajarnya kalau kau menjadi salah satu direksi, aku tak mungkin menempatkanmu menjadi pegawai biasa!” Sanggah Adam


“Apa salahnya menjadi karyawan biasa? Kalau pekerjaanku bagus dan aku memang pantas menjadi direksi kembali, maka aku tak akan menolaknya!” Kukuh Adrian


Adam menghela napas, “Baiklah kalau begitu, aku akan minta Wang untuk mengatur semuanya” sahut Adam puas, Adrian lalu mengangguk antusias, ini cukup adil baginya dan memang cara terbaik untuk mengembalikan kepercayaan semua orang padanya


“Ah, satu lagi! Kakak iparmu, Bella.. ingin mengundangmu untuk makan malam di rumah, aku harap kau tak menolak permintaannya! Kau tahu kan kalau permintaan seorang Ibu hamil tak boleh ditolak bukan?” Tandas Adam sambil tersenyum penuh bangga, selalu seperti itulah dia ketika membicarakan tentang Bella dan anaknya, rautnya meluahkan kebanggaan yang teramat


“Ahahaha… Apa sangat merepotkan punya istri yang sedang hamil?” Goda Adrian mulai merasakan suasana yang semakin mencair antara ia dan Adam


“Itu yang aneh! Selama ini aku selalu menunggu kapan Bella akan meminta sesuatu yang tak biasa seperti Ibu - Ibu hamil lainnya, tapi kau tahu.. ia hanya meminta es krim dan sekarang dia meminta kau untuk makan malam di rumah, menurutmu apa yang membuat Bella seperti itu? Apa karena dia tak ingin merepotkanku?” Celoteh Adam layaknya seorang Kakak pada adiknya


“Hei.. apa kau lupa kalau aku belum punya anak, Adam?! Mana ku tahu hal - hal seperti itu?!” Sewot Adrian, Adam tergelak melihat wajah merah adiknya yang tengah bersungut - sungut, canda dan tawa yang tak pernah ada selama ini diantara mereka, hari ini untuk pertama kalinya mereka berinteraksi normal layaknya saudara, tanpa motif atau misi apa pun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya Adrian memenuhi undangan Bella, Adrian tampak rapi dan mempesona dengan tuksedo berwarna hitam dan rambutnya yang berwarna cokelat tua ia tata seklimis mungkin, ia tak ingin mengecewakan keluarganya terutama Bella, orang yang mengundangnya untuk datang


Saat sampai Adrian disambut hangat oleh keluarganya, seolah menyambut anak yang sudah lama tak pulang, Miranda sampai memeluknya erat, mencium kedua pipinya. Adrian nyaris menangis tak menyangka kalau ia diterima dengan sebaik itu oleh keluarga yang pernah mengusirnya, Adrian mengabsen satu persatu anggota keluarganya, William yang rapi dengan setelan jasnya, Miranda cantik dan anggun dengan gaun indahnya, ada Adam juga Kakaknya yang selalu sempurna itu seperti biasa tampil tanpa cela dengan tuksedo warna senada dengannya, tapi mata Adrian tak menemukan Bella hingga ia duduk di meja makan


Minuman Adrian yang baru saja ia teguk nyaris keluar lagi saat tak sengaja ia menangkap bayangan dua orang wanita cantik dengan ekor matanya, ia tahu betul salah satu wanitanya, dia Bella! Tapi wanita yang satu lagi masih ia duga - duga siapa, wanita itu tampak familiar bagi Adrian tapi entah siapa, wanita itu sangat cantik dan anggun, tampilannya sesuai dengan selera Adrian.


Bella tersenyum saat melihat Adrian tak berkedip menatap Anna, apalagi saat Adrian spontan berdiri ketika Anna tiba di depan Adrian, William dan Miranda pun ikut tersenyum malu - malu


“T - Tuan” sapa Anna, Adrian terhenyak kaget

__ADS_1


“Anna? Itu kau?” Adrian nyaris tak percaya siapa yang berada di depannya sekarang


(Bersambung)..


__ADS_2