Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Part 74


__ADS_3

“Kau tak apa?” Tanya Adam khawatir saat Bella beberapa kali bersin - bersin saat mereka tengah sarapan bersama


“Entahlah, sepertinya aku akan flu Adam” sahut Bella sebelum ia menyambar tisu untuk menutup mulutnya karena ia kembali bersin - bersin, William dan Miranda menatap prihatin menantu kesayangan mereka itu


“Ah sepertinya kau memang terkena flu, Bella” ucap Miranda


Adam menempelkan punggung tangannya ke dahi Bella, “Kau demam sayang! Aku akan segera menghubungi Justin untuk memeriksamu” ucapnya


“Tidak perlu Adam, aku akan membaik setelah minum obat flu nanti” tolak Bella, ia belum nyaman jika harus bertemu dengan Justin sekarang - sekarang ini


“Baiklah, kalau begitu aku akan membatalkan kepergianku ke luar negeri, aku tak ingin meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini” tandas Adam


“Adam, aku hanya flu.. bukan sakit parah! Kau tak boleh membatalkan perjalananmu, bukankah kau kesana untuk meresmikan perusahaan barumu? Kalau kau tak hadir acaranya pasti berantakan!” Tandas Bella, Adam menghela napasnya ragu


“Bella benar Adam, semua orang menantikan kehadiranmu disana, akan jadi lelucon kalau kau yang pimpinan tertinggi disana malah tak hadir!” Ucap William


“Kau tenanglah, Bella biar Mommy yang merawat, lagipula kita punya dokter pribadi dan banyak pelayan yang akan menjaga Bella, kau jangan khawatir!” Tambah Miranda pada Adam


“Selamat pagi semuanya!” Suara sapaan Adrian menggema, pria yang sudah rapi dan tampan itu tersenyum ramah pada semua orang


“Kau sudah siap, Adrian? Kau tampak sangat bersemangat!” Puji William penuh bangga melihat semangat anak bungsunya itu


“Apa kau harus ikut Adrian? Pernikahanmu tinggal beberapa hari lagi, kau seharusnya sibuk mengurus persiapan pernikahanmu bukan mengurus bisnis!” Protes Miranda


Adrian mendekati Ibunya itu lalu mengecup sayang rambutnya, “Sudah ada Mommy kan yang mempersiapkan semuanya, aku tak perlu memusingkan apa - apalagi!” Goda Adrian, Miranda mencubit gemas lengan Adrian yang kekar, “Kau ini……. “ ucapnya, meskipun dalam hati ia senang karena Adrian dan Anna mempercayakan semua persiapan acara pernikahan mereka pada Miranda, baru kali ini ia merasakan bagaimana antusiasme mempersiapkan acara pernikahan anaknya, maklumlah dulu pernikahan Adrian dan Adam semuanya Pamela yang mengurus


“Lantas kenapa Kakakku itu yang malah kelihatan tak bersemangat?” Tanya Adrian melihat Adam yang gusar, sesekali Adam meraih Bella ke dalam pelukannya seperti enggan melepas meskipun Bella beberapa kali juga hendak mengurai karena malu pada mertua dan adik ipar yang sedang memperhatikan mereka


“Sayang, sudah! Pergilah… Adrian sudah menjemputmu, jangan sampai kalian telat sampai disana!” Ucap Bella

__ADS_1


“Hhhmmm… entahlah, aku sepertinya tak ingin meninggalkanmu dan Eve” Sahut Adam, Bella memegang rahang tegas suaminya menatapnya dalam - dalam, dan saat itu juga ia terhanyut pesona wajah Adam, wajah yang tak pernah kehilangan daya tariknya, bahkan setelah mereka memiliki buah hati pun Adam tetap menarik perhatian, justru kadar ketampanan dan kharismatiknya semakin bertambah


“Aku akan marah kalau kau tak berangkat, Adam! Cepatlah berangkat agar kau bisa segera pulang!” Titah Bella, kalau sudah begitu Adam tak berkutik, wajah cantik Bella dan bibir merahnya yang bergerak sensual saat bicara bagai hipnotis yang membuat Adam membeku, ah kalau saja tak ada orang lain disitu bibir Bella pasti sudah Adam *****


Adam menghela napas setelah ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, hari sudah semakin siang pertanda ia harus segera berangkat, apa boleh buat meskipun berat ia tetap harus pergi, “Baiklah, aku berangkat sayang” ucapnya


“Ayo Kak, kita harus segera pergi! Jangan khawatir, Bella akan dijaga baik - baik oleh Mommy dan Daddy, kalau perlu aku akan minta Anna untuk menemaninya juga!” ucap Adrian yang lantas menarik lengan Adam agar segera bergegas, Adam manut saja dan berjalan mengikuti Adrian meskipun pandangannya tak lepas dari Bella, ia bahkan rela berjalan mundur sebentar


“I love you” ucapnya sedikit pelan tapi mampu di dengar Bella


“Cepat kembali” ujar Bella, Miranda dan William yang menyaksikan bagaimana interaksi anak dan menantunya senyum - senyum sendiri, mereka senang karena setiap hari pasangan itu semakin menunjukkan kemesraannya, terutama setelah ada Eve


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepeninggal Adam nyatanya flu Bella semakin parah, ia bahkan terpaksa berjauhan dengan Eve dulu karena khawatir bayi kecilnya itu tertular


“Aku sudah memberinya obat flu makanya dia bisa istirahat, tapi sekarang panasnya semakin tinggi, aku pikir sebaiknya kita menghubungi Adam untuk memberi tahu keadaan Bella!” Ucap Miranda


“Jangan ganggu Adam dulu! Dari berangkat saja dia sudah menghubungi berkali - kali menanyakan kabar Bella! Kalau dia sampai tahu Bella jatuh sakit, bisa - bisa dia pulang saat ini juga! kita masih bisa mengatasinya, sebaiknya hubungi Justin saja agar segera mengobati Bella!” Sahut William, Miranda mengangguk patuh lantas segera menghubungi Justin lewat ponselnya


Butuh waktu sebentar untuk memanggil Justin ke kediaman Anderson, setelah mendengar kalau Bella dilanda sakit Justin meninggalkan semua kegiatannya di rumah sakit untuk segera mencari tahu apa yang terjadi pada Bella.


“Sejak kapan Bella demam?” Tanya Justin saat ia mulai memeriksa kondisi Bella yang masih terlelap


“Sejak pagi ini, Justin! Awalnya dia hanya flu, lalu aku memberinya obat.. tapi sepertinya dosis obatnya tidak tepat karena Bella langsung tertidur lelap” ucap Miranda mulai cemas karena Bella tak bergerak sedikit pun, Justin memeriksa obat yang Miranda letakkan di atas nakas


“Kau memberinya dua tablet, Nyonya?” Tanya Justin setelah melihat sisa obat, Miranda mengangguk cepat


“Kau benar, dosisnya terlalu banyak.. satu tablet saja cukup mengandung cukup obat tidur yang bisa membuatnya istirahat” jawab Justin, Miranda sontak semakin panik saja, ia merutuki dirinya sendiri yang salah memberi dosis obat pada Bella

__ADS_1


“Kenapa kau bisa teledor begitu, sayang? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Bella?!” William ikut panik


“Ya Tuhan Justin, betapa bodohnya aku! Lantas bagaimana kondisi Bella? Apa yang akan terjadi padanya?” Cecar Miranda tak tenang nyaris saja menangis


“Dia tak apa - apa Nyonya, hanya saja dia mungkin akan tertidur cukup lama” jawab Justin menenangkan


“Ah syukurlah!” Ucap William, Miranda menghela lega napasnya lalu duduk di sebelah Bella, dengan lembut ia mengelus rambutnya


“Kalian jangan khawatir, aku akan menjaganya untuk malam ini, jadi kalian bisa tidur dengan tenang” ucap Justin dengan senyuman khasnya, senyum teduh yang menenangkan


“Kau memang bisa diandalkan, terima kasih karena kau sudah mau menjaga adikmu ini! Kami sengaja tak memberi tahu Adam dulu karena Adam sedang menghadiri acara penting, ia baru bisa kembali besok malam” tutur Miranda pada Justin, William pun sampai menepuk - nepuk pundak Justin bentuk ucapan terima kasih


“Kami lega karena ada kau disini! Nanti akan ada beberapa pelayan yang berjaga di depan kamar, jika kau butuh sesuatu kau tinggal sampaikan pada mereka, nanti aku juga akan memerintahkan kepala pelayan untuk menyiapkan kamar untukmu” ucap William, Justin mengangguk sopan mengiyakan


“Kalau begitu kami akan menemui Eve dulu sebelum istirahat, aku sudah rindu sekali padanya karena beberapa jam ini aku fokus menemani Bella” pamit Miranda yang lalu bergegas meninggalkan kamar itu untuk menemui cucu kesayangan mereka, di susul dengan William di belakangnya


Klek…


Pintu kamar itu ditutup oleh William dari luar, bagi William dan Miranda mungkin tak jadi masalah meninggalkan Kakak adik itu dalam satu kamar yang sama, apalagi statusnya sekarang adalah dokter dan pasien, namun yang terjadi di kamar itu tak seperti yang mereka bayangkan


Bak kesetanan, mata hati Justin seolah tertutup oleh bisikan iblis, kebaikan hatinya selama ini sirna begitu saja akibat gulungan nafsu, ia mendekati Bella yang tengah tak berdaya, memanfaatkan kesempatan saat Bella dibawah pengaruh obat, kesalahan memberikan dosis obat yang dilakukan Miranda bak signal alam kalau ia bisa memiliki Bella bahkan dengan cara yang licik sekali pun


“Bella, maafkan aku jika aku harus melakukan cara ini!” Ucap Justin sambil mempreteli satu persatu kancing dress yang Bella pakai, tangannya lalu membeku saat ia mulai melihat penutup dada Bella, jakunnya turun naik menelan salivanya sendiri, seperti yang selalu ia bayangkan Bella memang seindah itu


Pria yang tengah dirundung nafsu itu kemudian melanjutkan aksinya, lagi - lagi kondisi memang seolah berpihak pada dirinya, hari itu Bella memakai penutup dada dengan tali depan, memudahkan Justin untuk membukanya


“Bella” rintihnya saat ia bisa melihat dengan jelas dua gundukan yang selama ini selalu tertutup di depannya, Justin tak lagi bisa menahannya, ia langsung saja membuka kemeja yang melekat di badan kekarnya


(Bersambung)…

__ADS_1


__ADS_2