
Anna? Itu kau?” Adrian nyaris tak percaya siapa yang berada di depannya sekarang, matanya melotot dan jakunnya bergerak turun naik menelan salivanya
“Bagaimana Adrian? Bukankah Anna sangat cantik?” Miranda menggoda anaknya yang nyaris tak berkedip memandangi Anna
“Sangat cantik” sahut Adrian tanpa sadar melihat wanita yang kulitnya putih bersih, rambut hitam panjangnya teruai, tubuhnya yang langsing terbalut gaun malam berwarna merah, manik mata kecokelatan Anna kini terlihat indahnya tanpa bingkai kaca mata
“Bella yang membantu merubah penampilan Anna, Adrian.. aku rasa Bella memang berbakat membuat kecantikan seseorang semakin terlihat, bukan kah begitu?” Pancing William pada anaknya yang masih mematung
“Ahahaha.. astaga Adrian, duduklah! Anna tak akan kemana - mana!” Adam sampai membantu Adrian untuk duduk di kursi yang ia tempati tadi
“M - maaf” ucap Adrian malu - malu, apalagi saat Bella mendudukkan Anna tepat di samping Adrian, semakin kencang saja degupan jantung pria yang sedang jatuh cinta itu, diam - diam Adrian melirik Anna dengan ekor matanya saat para pelayan sibuk menghidangkan santapan makan malam atas perintah William
“Kau cantik sekali, Anna” bisik Adrian yang seketika membuat Anna semakin menunduk malu menyembunyikan pipi yang memerah, terlebih setelah itu Adrian menggenggam erat tangannya, Adrian mungkin tak tahu kalau apa yang ia lakukan tak lepas dari pengawasan anggota keluarga yang lain
“Kenapa kalian tidak makan dulu? Atau kalian kesulitan makan hanya dengan satu tangan?” Goda William yang mengundang tawa semua orang, Adrian dengan terpaksa melepas genggamannya pada Anna menyadari semua orang telah memergokinya, percakapan pun dimulai dengan menggoda Anna dan Adrian lalu berubah hangat dan intens, gelak tawa seringkali terdengar, wajah orang - orang di meja makan itu terlihat bahagia
“Jadi kapan kau akan melamar Anna?” Tohok William pada Adrian, Adrian menurunkan lagi gelas yang baru saja ia hendak teguk tak menyangka akan dapat pertanyaan seserius itu
Miranda menyikut suaminya, “Sayang, bukankah itu terlalu cepat?” Protesnya
“Untuk apa Adrian menundanya? Apa kau tak melihat kalau mereka sudah sama - sama jatuh cinta?” Sergah William, Anna benar - benar tak dapat mengangkat wajahnya sekarang, ia tak pernah membayangkan akan terlibat pembicaraan seperti ini dengan keluarga bos besarnya
“Bagaimana mau menikah kalau Anna saja tak pernah membalas pernyataan cintaku?” Keluh Adrian setengah bergumam
“Adrian, apa - apaan kau?!” Sewot Anna sambil berbisik, sumpah demi apa pun ia sangat malu sekarang, apalagi ketika yang lain tertawa terbahak mendengar pernyataan polos Adrian
__ADS_1
“Ya Tuhan, apa anakku kurang tampan sampai kau belum menerima cintanya, Anna?” Goda Miranda, lagi - lagi Anna hanya bisa tertunduk malu
“Adrian, kenapa kau tak mencoba menyatakan perasaanmu lagi pada Anna, aku yakin dia tak akan menolakmu sekarang!” Titah William, semakin senang saja ia menggoda Adrian dan Anna yang sama - sama salah tingkah
“Apa kau ingin di dahului pria lain? Aku yakin banyak pria diluar sana yang menginginkan Anna” ucap Miranda, Adrian langsung saja mendongak dan menggeleng tak rela jika Anna sampai jatuh ke pelukan pria lain, “Jangan Mom! Aku tak mau itu sampai itu terjadi!” Protes Adrian, pria itu lalu menoleh pada Anna di sampingnya
“Anna, dengar.. di depan semua keluargaku aku ingin mengungkapkan lagi perasaanku padamu, dan aku mohon tolong berikan jawabanmu!” Pinta Adrian, Anna terperangah saat Adrian turun dari kursinya dan berlutut seraya memegang dan mencium tangan Anna, Adam sontak berdiri merogoh saku tuksedonya dan menyerahkan sebuah kotak cincin yang telah ia persiapkan sebelumnya pada Adrian mengingat adiknya itu tengah mengalami kesulitan keuangan, Adrian tentu saja terkejut sekaligus terharu akan perhatian Adrian, matanya sampai berkaca - kaca, segera ia menerima kotak cincin itu mengeluarkan cincin berlian berkilauan dan mantap mengiba pada Anna
“Anna, aku mencintaimu.. aku ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupku, maukah kau menikah denganku Anna?” Ucap Adrian, tak bisa ia sembunyikan betapa gugupnya ia khawatir Anna menolaknya, tak terbayang bagaimana akan patah hatinya ia
Anna mematung, badan dan otaknya menegang, jangankan menjawab Adrian, untuk berucap pun ia tak sanggup, lidahnya kelu. Menyadari itu Bella mengusap lembut punggung Anna, berbisik pelan padanya, “Ikuti kata hatimu, Anna!”
Anna mengangguk, lantas menimang sebentar kemudian berdehem untuk menghilangkan gugupnya yang teramat, sedang Adrian masih setia berlutut di bawahnya dengan perasaan tak karuan menanti jawaban Anna
“A - Adrian, aku… aku… aku mau menerimamu” sahutnya lalu tertunduk sedalam - dalamnya seraya memainkan jari - jarinya yang bertaut, wajahnya memerah padam
“Kau benar menerimaku, Anna?” Adrian seolah tak percaya apa yang ia dengar, matanya berbinar dan senyumnya lebar menampakkan gigi - giginya yang rapi, putih dan bersih, Anna kembali mengangguk menjawab konfirmasi Adrian hingga pria itu bangkit lalu berjingkrak bahagia
Adam menghampiri Bella yang tersenyum puas merasa misinya berhasil, memeluk istrinya dari belakang lalu mencium hangat rambut Bella, “Kau hebat, sayang! Semua rencanamu berhasil!” Bisik Adam, Bella melabuhkan kepalanya di dada Adam seraya mengenang pembicaraan dengan mertuanya beberapa hari yang lalu:
Flash Back on:
Beberapa hari yang lalu sebelum jamuan makan ulang tahun Adam Miranda tampak murung, ia melamun saat semua anggota keluarga sibuk bercengkrama, rautnya tampak sedih, Bella yang penasaran sampai meminta waktu untuk bicara berdua dengan Miranda
“Apa kau sedang ada masalah, Mom?” Tanya Bella saat mereka berada di kamar Miranda, Miranda menghela napasnya lalu menjatuhkan pandangannya pada foto keluarganya yang dicetak besar dan dipajang di dinding kamarnya
__ADS_1
“Aku ingin sekali berkumpul dengan anak - anakku lagi seperti dulu, aku sangat merindukan mereka berdua, tapi sekarang rasanya mustahil untuk meminta Adrian tinggal lagi disini” kali ini air mata Miranda ikut menetes namun cepat - cepat ia seka
“Kenapa mustahil, Mom? Bukankah Adrian telah berubah? Dia bahkan telah menolongku” selidik Bella, Miranda menggeleng
“William khawatir jika Adrian kembali ke rumah maka dia akan terjebak lagi dengan perasaannya padamu, sangat tidak pantas seorang adik ipar mencintai Kakak iparnya sendiri!” Tandas Miranda
“Mom, aku yakin Adrian sudah tidak seperti itu lagi! Ada Anna, perempuan yang Adrian cintai sekarang” sahut Bella
“Lihatlah Anna, Bella! Apa kau tak bertanya - tanya bagaimana Adrian bisa menyukai Anna yang penampilannya sangat sederhana seperti itu? Bagaimana kalau yang Adrian rasakan hanya kenyamanan sementara? Bagaimana kalau Anna hanya dijadikan pelarian saja atas kekecewaannya pada Brianna dan padamu lalu setelah dia sering bertemu denganmu lagi cintanya akan kembali tumbuh?” Cecar Miranda, setelah itu Bella tak lagi berucap, ia diam dan merenungkan kata - kata Miranda yang memang ada benarnya
“Anna…. Haaaahhh…. Aku tahu ia wanita baik dan cerdas, tapi penampilannya sangat jauh dibanding kau atau Brianna, dan Mommy tahu betul seperti apa Adrian, penampilan sangat penting baginya! Itu makanya sampai sekarang aku tak percaya kalau Adrian memang benar jatuh cinta pada Anna” keluh Miranda
“Mom, tenanglah! Serahkan semuanya padaku dan Adam, aku akan berusaha agar Adrian bisa berkumpul lagi bersama kita!” Ucap Bella antusias
Miranda meraih tangan menantunya itu, membawanya untuk ia genggam, “Benarkah Bella? Apa kau akan melakukannya untukku?” Cecar Miranda penuh harap, Bella mengangguk yakin karena ide segar muncul di kepalanya, setelah itu ia mendiskusikan rencananya dengan Adam. (Flash back: off)
Saat Bella tersadar dari lamuanannya, Anna sedang mendapat pelukan hangat dari William dan Miranda
“Jadi kapan pernikahannya akan dilangsungkan?” Tanya William, Anna jelas saja terhenyak kaget, “T - Tuan, bukankah itu terlalu cepat?” Gugupnya
“Apalagi yang kalian tunggu? Kalian sudah saling mencintai bukan?” Tambah Miranda
“Mom, Dad! Tenanglah, apa kalian tidak melihat Anna sedang kebingungan?” Ucap Adam
“Ahahaha.. maaf.. maaf, kami terlalu tak sabar Adam! Jadi kapan pernikahannya, Adrian?” Kukuh William, kali ini Adrian yang menjadi sasarannya karena Adrian terlihat lebih tenang dibanding Anna
__ADS_1
“Setelah keponakan cantikku lahir, aku ingin anak Adam dan Bella menghadiri pernikahanku nanti” ucap Adrian dengan senyumnya yang tulus pada Bella, mendengar itu Miranda tersenyum senang karena kekhawatirannya jelas tak terbukti, Adrian memang benar - benar jatuh cinta pada Anna.
(Bersambung)..