
Adrian diambang kegelisahan hatinya, kata - kata sang Ayah terngiang dan mengulang terus di telinganya, “Adam beruntung mendapatkan Bella”, “Bella istri yang baik”, “Bella mampu merubah Adam yang kaku menjadi romantis dan penuh kasih”, “Bella cerdas”, dan semua pujian lain yang dialamatkan baik William maupun Miranda pada Bella
Bagaimana Adrian tak semakin menyesal melepas Bella dulu, lihatlah apa yang di dapat Adam sekarang setelah menikah dengan Bella, Bella bisa membantu Adam di perusahaannya, Bella melayani Adam dengan sangat baik, dan yang paling penting Bella mampu memberikan Adam keturunan, coba saja kalau dulu ia yang menikah dengan Bella tentu semua keberuntungan itu akan jadi miliknya
“saatnya aku mengambil apa yang menjadi milikku dulu” ujar Adrian, ia lalu menyambar kunci mobilnya, melangkah dengan pasti untuk menjalankan rencana yang sudah ia susun rapi
**Adam baru saja tiba di kantornya, senyumnya mengembang sepanjang jalan tadi, pergulatan panasnya dengan Bella tadi malam menyisakan ingatan manis di benaknya, mungkin karena ingin membuktikan perasaan Bella padanya tadi malam Adam lebih liar dari biasanya, ia bahkan tak membiarkan Bella beristirahat walau sejenak, dan sesuai harapannya Bella membalas serangannya tak kalah liar dan panas, atas dasar itu Adam bisa menyimpulkan bahwa Bella punya perasaan yang sama dengannya, mereka saling mencintai
Adam baru saja membuka dokumen yang sudah tertata rapi di depannya saat Anna mengetuk pintu ruangannya dan kemudian tergupuh masuk dengan sopan
“Maaf Tuan, di depan ada Tuan Adrian, saya sudah bilang kalau pagi ini Tuan tidak bisa diganggu karena ada meeting dengan klien, tapi katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan” ujar Anna
Adam tak terlalu heran sih kenapa Adrian sampai memaksa ingin bertemu dengannya, Adam yakin kalau Adrian ingin meminta persetujuannya untuk mengambil sejumlah uang dari perusahaan, “biarkan dia masuk” titah Adam pada Anna, Adam lalu membuka laci mejanya dan meraih buku cek disana, ia kemudian menulis sejumlah angka dan menanda tangani cek tersebut
Adrian melangkah masuk ke ruangan Adam dengan penuh percaya diri, Adam bisa melihat tangan Adrian penuh membawa sebuah kotak
“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Adam tanpa basa basi, Adrian menyunggingkan senyumnya, ia lalu berjalan pelan mendekati Adam
Brak…
Box yang ia bawa ia letakkan begitu saja di depan Adam, Adam melihat sekilas box itu lalu pandangannya beralih pada Adrian yang kini duduk tepat di depannya
“Bukalah!” Titah Adrian, senyumnya arogan seolah ia telah memenangkan sesuatu, Adam tak menggubris perintah Adrian, ia justru menilik wajah Adrian mengamati apa sebenarnya yang Adrian inginkan
“Aku tidak punya waktu untuk membahas sesuatu yang tidak penting, aku sudah menyiapkan cek untukmu, ambil dan pergilah!” Adam menggeser cek ke depan Adrian, tapi adiknya itu hanya menatap selembar kertas bertuliskan 5 milyar itu dengan sinis
“Jika ini menyangkut Bella, apa kau tetap tidak mau tahu?” Seringai menghiasi wajah Adrian saat melihat Adam mendongak mulai tertarik
“Ada apa dengan istriku?” Tanya Adam, mau tidak mau ia melayani Adrian jika ini menyangkut Bella, Adrian tersenyum sinis
“Apa kau tahu hati Bella milik siapa sebelum ia menikah denganmu? Atau tepatnya milik siapa hati Bella sampai saat ini?” Adrian memberikan tatapan penuh ejek untuk Adam, Adam tak merespon, ia menanti ocehan Adrian selanjutnya
“Dia mencintaiku Adam!” Ucap Adrian, Adam seketika mengerutkan keningnya, senyumnya lalu mengembang, “kalau kau masih di alam mimpimu, tidurlah lagi! Jangan menggangguku!” Adam mengembalikan fokusnya lagi pada dokumen yang tadi ia tinggalkan
“Kalau kau tak percaya, bukalah kotak itu, disitu kau akan menemukan bukti betapa Bella mencintaiku, dan aku yakin perasaannya masih sama hingga saat ini” tandas Adrian, Adam menghela napasnya, baiklah ia akan meladeni sebentar keras kepala adiknya itu, Adam lalu meraih kotak di depannya, membuka tutupnya dan mulai merogoh isi dalam kotak itu, barang pertama yang Adam keluarkan adalah album foto
Adam segera saja membuka foto itu dengan asal, ia memang tak antusias menanggapi adiknya, hanya saja kalau tak direspon Adrian akan semakin lama berada disana, tapi tiba - tiba mata Adam terbelalak ketika melihat foto - foto yang tertata di album itu, foto yang menunjukkan kedekatan Bella dan Adrian, kata - kata indah ditulis dengan rapi di setiap foto itu, dan Adam tahu itu adalah tulisan Bella
Deg…
Jantung Adam berdebar kencang, dadanya bergemuruh hebat, dunianya seakan runtuh tiba - tiba saat ia membaca kata - kata cinta yang Bella tulis, “pemilik hatiku satu - satunya, Adrian” bunyi tulisan Bella yang membuat darah Adam mendidih
“Masih banyak barang lainnya yang menunjukkan betapa Bella mencintaiku, apa kau mau membaca surat cintanya juga?” Tantang Adrian
__ADS_1
“Semua orang punya masa lalu, begitu juga Bella, dan aku tak peduli dengan itu semua” Adam nyaris menghempas kasar album foto itu masuk kembali ke dalam kotaknya
“Benarkah? Apa hatimu tak bertanya - tanya bagaimana perasaan Bella padamu? Jangan - jangan kau hanya jadi pelampiasannya saja karena aku meninggalkannya dulu” Adrian semakin memprovokasi Adam
Adam memang tersulut, tapi ia tetap memperlihatkan wajahnya yang tenang, tak ingin adiknya itu merasa menang
“Aku tak peduli apa pun yang kau bicarakan, dan sebaiknya kau jaga kata - katamu Adrian! Bagaimana pun dia adalah istriku dan Kakak iparmu sendiri” tandas Adam
Tawa Adrian membahana, “renungkanlah Adam! Apa kau tak berpikir kalau dia menikahimu hanya untuk balas dendam padaku?” Upaya Adrian lagi semakin ingin mempengaruhi Adam
“Balas dendam? Apa memang semua yang dilakukan Bella hanya untuk balas dendam? jadi isi rekaman itu benar adanya?” Batin Adam
“Kau boleh tak mengakui, tapi aku sudah membawa semua buktinya, kau lihatlah barang - barang milik Bella yang aku simpan itu, dan kau akan terkejut dengan kenyataan kalau akulah yang Bella cintai” Tutur Adrian penuh kepuasan, ia lalu bangkit dari duduknya, “pikirkanlah Adam!” Ucap Adrian lagi sebelum ia beranjak meninggalkan ruangan Adam
Adam duduk tergugu dengan dada turun naik menahan amarah yang membuncah, rasa penasaran yang menggelitik membuat Adam bangun dari duduknya, ia lalu membalik kotak itu, isinya serta merta berhamburan keluar, beraneka ragam barang seperti boneka, jam tangan, kertas - kertas, bunga yang sudah mengering, dan masih banyak barang kenangan dari Adrian yang Bella kembalikan sesaat setelah Adrian mengkhianati cintanya dulu, satu barang yang paling menarik perhatian Adam adalah sebuah kotak perhiasan, Adam segera membukanya dan menemukan sebuah kalung berbandul berlian, di balik bandul itu ada nama Adrian dan Bella yang terukir
Tangan Adam lalu mencari - cari surat cinta yang Adrian sebut - sebut tadi, pencarian Adam berhenti saat ia menemukan sebuah amplop berwarna merah jambu, Adam gegas membukanya dengan hati yang tak karuan. Mata Adam nyaris tak berkedip saat membaca kata demi kata yang Bella tulis penuh cinta untuk Adrian, adiknya sendiri.
Adam lemas terduduk, remuk redam yang ia rasakan sekarang, “Pantas saja kau tak pernah mengatakan kalau kau mencintaiku, Bella! ternyata hatimu milik Adrian, kenapa kau tak pernah menceritakannya padaku?” lirih Adam, surat di tangannya ia remas hingga tak berbentuk
Pria tampan itu lalu mengingat lagi semua pembicaraan Bella dan Justin dalam rekaman yang diberikan oleh Erick kemarin, hatinya semakin terluka mengetahui jika selama ini Bella hanya bersandiwara di depannya, Bella hanya memiliki satu tujuan dalam hidupnya, yaitu balas dendam. Adam semakin naik pitam, ia menghempas semua barang yang ada di mejanya
Praaang…
“T - Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Anna takut - takut
Adam yang duduk dengan wajah menunduk kemudian mendongak, “batalkan semua jadwal saya hari ini, saya sedang tidak ingin diganggu oleh siapa pun” titah Adam
Meskipun banyak kegiatan penting yang sudah dijadwalkan untuk Adam, tapi Anna tak berani membantah, ia mengangguk patuh, “baik Tuan” ucapnya lalu ia undur diri keluar dari ruangan Adam
“Ada apa dengan Tuan Adam? Dan kenapa ada foto Tuan Adrian bersama Nyonya Bella? Apa Tuan Adrian yang tadi membawanya?” Anna menduga - duga dalam hatinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hampir larut ketika Adam sampai di rumah, tak seperti hari - hari biasanya, malam ini Adam pulang dengan pikiran dan penampilan yang kusut, beberapa pelayan yang melihat Adam kasak - kusuk membicarakan Adam yang terlihat kacau, benar - benar bukan seperti Adam
Adam memasuki kamarnya dengan wajah masam, pandangannya mengedar ke sekeliling kamar mencari - cari sosok Bella, Adam harus mengkonfrontasi kebenarannya pada Bella malam ini juga
“Huueeekk…. Huueeekkk” suara itu menggema dari kamar mandi yang pintunya tidak tertutup, Adam spontan bergegas menuju kamar mandi
“Kau mual lagi?” Tanya Adam memburu Bella yang sedang terduduk di pinggiran toilet duduk, Bella tampak pucat pasi
“Kau? Apa yang kau lakukan disini Adam? Keluarlah!” Bella sibuk mengelap bibir dan dagunya dengan lengan baju, Bella benar - benar tak ingin membuat Adam merasa jijik
__ADS_1
“Sudah berapa lama kau di kamar mandi?” Adam mengelus - elus pelan punggung istrinya, membantunya agar bisa memuntahkan kembali isi perutnya
“Hari ini anak kita tak membiarkanku menelan makanan sedikit pun, Adam” sahut Bella lesu, Adam sungguh tak tega melihatnya, ia urung membahas hal yang sedari tadi ingin ia tanyakan pada Bella
Adam membantu Bella yang hendak bangkit berdiri, ia lalu sigap membopong Bella membawanya menuju tempat tidur mereka, Bella bisa merasakan ada perbedaan sikap dari Adam, ia dingin dan datar, tak banyak bicara atau mengumbar kata - kata manis seperti sebelum - sebelumnya, Adam bahkan tak memanggilnya sayang, Bella juga melihat penampilan Adam yang kusut
“Apa ada masalah di kantor?” Selidik Bella, Adam meletakkan Bella dengan hati - hati di atas tempat tidur, ia lalu menggelengkan kepalanya, “semua baik - baik saja, tidurlah” titah Adam
“Adam, ada apa?” Tanya Bella tak tenang, tapi Adam tak menjawab, Adam malah masuk ke kamar mandi membuat Bella semakin bertanya - tanya, “kau kenapa Adam? Kenapa kau bersikap dingin padaku?” Batin Bella
Bella nyaris saja tertidur karena Adam sangat lama berada di kamar mandi, Bella beringsut duduk ketika ia merasakan Adam yang merangsek naik ke atas tempat tidur, “Adam, kau… “
“Tidurlah Bella!” Tandas Adam, setelahnya Adam tidur membelakangi Bella, Bella jelas gelagapan, tak ada angin tak ada hujan tiba - tiba saja sikap Adam berubah padanya
“Ada apa ini sebenarnya?” Gumam Bella tak habis pikir
...----------------...
“Ibu apa kau masih punya uang simpanan?” Tanya Brianna pada Ibunya, keduanya berada di kamar tamu yang ditempati oleh Pamela sekarang, Adrian yang memintanya agar mereka tak sekamar lagi
”kau butuh uang untuk apa?” Tanya Pamela
“Aku harus membeli kosmetik Bu, semuanya hampir habis!” Sahut Brianna
Pamela menghela napasnya, “Berapa yang kau butuhkan?”
“Sekitar 50 juta, Bu” sahut Brianna enteng
“Apa? 50 juta? Apa kau gila membeli kosmetik semahal itu?” Sewot Pamela
“Ayolah Bu, kau tahu harga bedak dan lipstikku saja sudah berapa, belum harga parfumnya” rengek Brianna
Pamela memijit pelipisnya, “aku tak punya uang sebesar itu Brianna! Kau minta saja pada suami itu!” Titah Pamela
“Aku sudah coba meminta padanya tadi Bu, dan kau tau apa yang dia katakan? Dia malah menyuruhku menjual berlian dan koleksi tasku Bu! Kau bayangkan saja Bu, teganya dia menyuruhku untuk melepas barang - barang kesayanganku itu!” Cerocos Brianna
Alis Pamela menukik tajam, mulutnya terbuka lebar mendengar ucapan anak tersayangnya itu, “berani sekali dia! Kurang ajar!” Sengit Pamela tak terima, Pamela merenung sejenak, “ah begini saja Brianna, kau coba minta tolong pada Adam, katakan saja sejujurnya kalau Adrian sudah tak lagi memberikanmu nafkah, dan bilang pada Adam kalau ia sampai tak mau membantumu maka kau terpaksa meminta bantuan pada mertuamu! aku yakin dia pasti akan membantumu, bukankah Adam itu paling tidak mau kalau orang tuanya sampai mendengar berita yang mengecewakan?”
Mendengar ide Pamela, Brianna sontak tersenyum senang “kau benar juga Bu! Dengan begitu aku juga punya alasan untuk bicara pada Adam” sahut Brianna, “aaahhh aku bisa membayangkan bicara berdua dengannya Bu, dan lalu lama kelamaan dia akan jatuh cinta padaku” Brianna meloncat - loncat kegirangan
“Ahahaha.. pemikiran yang bagus Nak! bahagia lah sayang, Ibu merestui hubunganmu dan Adam” Pamela bahagia memeluk anaknya
“Tapi Bu, bagaimana dengan anak yang dikandung Bella? Selama ada anak itu, mustahil aku mendapatkan Adam!” Tanya Brianna
__ADS_1
“Kau serahkan saja semuanya pada Ibu, Ibu sudah punya rencana untuk melenyapkan anak itu!” Tandas Brianna optimis