
Erick datang tak lama setelah mendapat panggilan dari kediaman Anderson, beruntung tak lama setelah Erick memeriksa Bella, Bella sadar dari pingsannya dan hal pertama yang Bella ingat adalah Adam
“Apa ada kabar dari Adam, Mom? Dad?” Cecar Bella pada mertuanya yang tengah berdiri dan menatapnya dengan perasaan khawatir
“Bel…. Bella, dengar… kau harus menenangkan diri dulu, kau terkena serangan panik sehingga mengakibatkan kau pingsan tadi, perhatikan kesehatanmu dan bayimu dulu, baru kau pikirkan tentang Adam!” Tandas Erick, kontan saja Bella mendelik tajam padanya
“Bagaimana mungkin aku tak memikirkan nasib suamiku, dok?! Bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya seperti kejadian tempo hari? Bagaimana kalau ada yang mencelakainya lagi?” Sentak Bella, cukup untuk membuat Erick terkejut karena baru pertama kalinya ia mendengar Bella bicara dengan nada tinggi seperti itu, Erick paham mungkin karena Bella terlalu khawatir pada Adam
“Bella, anak buahku sedang menyusuri keberadaan Adam! Kau tenangkan dirimu dulu, aku tahu tak mudah untuk bersikap tenang untukmu sekarang, tapi kau juga harus memikirkan anak yang berada dalam kandunganmu, Bella!” Ucap William
“Kemana mereka mencarinya, Dad? Apa sudah ada kabar?” Selidik Bella lagi tak sabaran
“Sabarlah Bella, mereka baru saja berangkat! Kita tunggu dalam satu atau dua jam lagi, sekarang istirahatlah.. kau tidak boleh stress!” Kali ini Miranda yang angkat suara
“Nyonya Miranda benar, kau istirahatlah dulu.. aku sudah menyiapkan vitamin untuk kau minum, setelah itu kau wajib tidur, mengerti?” Tanya Erick, Bella hanya bisa mengangguk pasrah meskipun hatinya mana bisa tenang apalagi bisa istirahat sebelum mendengar kalau Adam baik - baik saja
Melihat Bella yang mulai merebahkan dirinya, Erick, Miranda, dan William lalu keluar dari kamar itu
“Apa dia akan baik - baik saja?” Tanya William, membahas tentang Bella pada Erick
“Perasaan khawatir dan ketakutan membuatnya tertekan, sebenarnya ada apa ini? Kenapa reaksi Bella berlebihan padahal Adam baru tidak bisa dihubungi beberapa jam saja?!” Selidik Erick
William lalu menceritakan secara rinci apa yang terjadi pada Bella hingga ia berubah paranoid
“Ck… Ibunya itu tak puas - puasnya melukai Bella meskipun ia sudah di penjara!” Geram Erick
“Dan konyolnya Bella masih saja percaya kalau kutukan Ibu yang telah tega mencelakai dirinya dan anaknya itu akan terjadi, aku yakin Tuhan tak akan mendengar sumpah serapah seorang Ibu durhaka seperti Pamela!” Cerocos Miranda
“Itu karena Bella masih menganggap Pamela sebagai Ibunya, sayang! Kau tahu bagaimana baiknya anak itu.. seandainya saja Pamela sadar betapa beruntungnya ia memiliki anak seperti Bella” timpal William
Sementara itu di kamar Bella tak kunjung dapat memejamkan matanya, ia bolak balik melihat layar ponsel berharap Adam menghubunginya, tapi hingga sejam kemudian tak ada tanda - tanda panggilan atau pesan dari Adam
Bella mendesah gelisah, “Aku tak bisa berdiam diri saja, aku harus mencari Adam” gumamnya, wanita yang masih lemah itu beringsut bangun dari tidurnya, ia lalu berjalan sedikit tergesa meski agak terseok menuju pintu kamar, Bella membukanya sedikit, mengintip kondisi sekitar memastikan tak ada siapa pun di depan kamarnya, Bella lalu segera keluar dari kamarnya dan mengendap - endap memastikan tak ada yang mengetahui kepergiannya
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu hampir malam ketika William dan Miranda sudah duduk di meja makan
“Apa Nyonya Bella belum turun?” Tanya Miranda pada salah seorang pelayan yang tengah menuangkan air minum ke gelasnya
“Maaf Nyonya, tadi kami sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar Nyonya Bella, tapi Nyonya Bella tak menyahut” sahut pelayan itu
“Apa mungkin dia masih tertidur?” Tanya William pada Miranda
“Aku akan melihatnya” ujar Miranda yang lalu bangkit dari duduknya. Saat berada di depan pintu kamar Bella Miranda mengetuknya perlahan, lalu kembali mengetuknya ketika tak ada sahutan dari dalam kamar. Miranda nekad membuka pintu kamar Bella karena merasa ada yang tak beres
“Sudah ku duga, dia tak ada di kamarnya!” Gumam Miranda mulai cemas saat mendapati kamar Bella kosong, Miranda lalu berjalan tergesa kembali ke ruang makan
“Sayang, sayang! Bella tak ada di kamarnya!” Teriak Miranda histeris, William sontak terkejut
“Kalian, cepat cari Nyonya Bella di sekitar rumah! Tanyakan pada penjaga keamanan dan para sopir apa ada yang melihat Bella pergi, cepat!!” Titah William pada para pelayan yang berjejer rapi, saat itu juga semua bubar untuk memenuhi titah William mencari keberadaan Bella
Mata William membulat sempurna, “apa kau bilang?” Sedang Miranda terduduk sambil memijit - mijit pelipisnya, “Kemana Bella pergi? Kenapa dia tak memberi tahu kita” ucapnya sangat khawatir
Dalam kepanikan yang tengah melanda keluarga Anderson karena kepergian Bella tiba - tiba saja Adam muncul, kemunculan Adam yang terlihat baik - baik saja jelas membuat William dan Miranda sedikit lega
“Astaga Adam kau darimana saja? apa yang terjadi padamu? Kenapa kau menghilang, hah? Apa kau tak tahu kehebohan apa yang terjadi gara - gara kau yang tak ada kabar?” Berondong Miranda, mungkin saking frustasinya ia bahkan tak peduli pada anaknya yang tampak lelah bercucur keringat, Adam bahkan terlihat berantakan, dasi dan jas sudah tak lagi di tempatnya
“Mom, Dad, ada apa ini?” Adam jelas heran melihat kepanikan orang tuanya
“Apa kau baik - baik saja Adam? Kenapa kau tak bisa kami hubungi?” Tanya William
“Ada kecelakaan kerja salah satu karyawan di pinggiran kota tadi, aku bergegas berangkat untuk melihat karyawan itu karena kondisinya sangat parah, tempatnya di pelosok dan tak ada ada signal ponsel disana” tutur Adam menjelaskan
William menghela napasnya, “Jadi ini semua hanya kesalah pahaman saja?” Gumamnya sambil mengusap wajah
“Ada apa ini Dad? Dan dimana Bella?” Tanya Adam sambil mengedarkan pandangan dengan dahi mengkerut melihat para pelayan yang wajahnya sepanik William dan Miranda
__ADS_1
“Bella pergi mencarimu, Adam! Dia berpikir sesuatu yang buruk terjadi padamu karena kau dan orang - orangmu tak ada yang bisa dihubungi!” Sahut Miranda
“Apa? Ya Tuhan!” Adam terkejut bukan main, ia gegas meraih ponselnya dan menghubungi ponsel Bella
“Tuan, ponsel Nyonya Bella tertinggal saat ia jatuh pingsan tadi” seorang pelayan menyodorkan ponsel Bella yang berdering
“Apa maksudmu Bella pingsan?” Cecar Adam, semakin panik saja ia mendengar Bella tak sadarkan diri tadi
“Bella tertekan karena khawatir yang berlebihan Adam, ia sempat pingsan tadi! Dan saat kami meninggalkannya untuk istirahat, Bella malah pergi untuk mencarimu!” Terang Miranda
“Bersama siapa Bella pergi?” Tanya Adam
“Sendiri Adam! dia menyetir mobilnya sendiri!” Sahut William kembali panik
“Sh**!” Umpat Adam lalu berlari hendak keluar dari rumahnya
“Adam, mau kemana kau?” Pekik William
“Aku akan mencari Bella, Dad!” Sahutnya tanpa berhenti berlari, sesaat setelah Adam pergi Adrian datang, Adrian nekad datang ke rumahnya karena Ibunya tak kunjung datang ke restoran tempat yang mereka sepakati untuk bertemu, Adrian khawatir sesuatu terjadi pada Ibunya karena Miranda pun tak menjawab panggilan atau pesannya
“Ada apa ini?” Tanya Adrian pada Ayahnya yang terbengong melihat kedatangan Adrian, situasi yang tampak menegangkan seketika mencairkan konflik antara William dan Adrian
“Bella pergi mencari Adam karena dia pikir sesuatu yang buruk terjadi pada Adam, celakanya dia menyetir sendiri Adrian!” Sahut William
“Apa?! Kenapa dia bisa senekad itu?!” Giliran Adrian yang kini panik memikirkan Bella
“Panjang ceritanya, Adrian! Yang pasti Adam baru saja pergi mencarinya” sahut Miranda
“Aku akan ikut mencari Bella!” Adrian lalu membalik badan dan setengah berlari menuju pintu keluar, menyusul kepergian Adrian, William lalu menghubungi orang - orangnya untuk ikut mencari Bella. Sedang saat mengendarai mobilnya, di perjalanan Adam teringat akan Justin, Adam lalu menghubungi Justin dan menceritakan kronologis peristiwa hingga membuat Bella nekad pergi mencarinya, dan saat itu juga Justin segera berangkat untuk ikut mencari Bella
“Dimana kau Bella? Kemana kau akan mencariku?” Gumam Adam penuh kecemasan
(Bersambung)
__ADS_1