
“Apa itu perbuatanmu?” Selidik Anna saat ia dan Adrian pulang bersama dari jamuan makan ulang tahun Adam
“Maksudmu?” Tanya Adrian sambil tetap fokus mengendarai mobil bututnya, berbeda sekali dengan mobil yang biasa ia kendarai ketika tinggal di rumah orang tuanya, mobil butut yang membuat Miranda terbelalak hingga ia nyaris membelikan Adrian mobil baru, tapi William melarangnya dengan tujuan untuk memberikan pelajaran kehidupan pada Adrian sebagai bentuk pertanggung jawaban atas perbuatannya yang lalu - lalu, bukan hanya itu William juga menegaskan agar Miranda membiarkan Adrian tinggal di apartemen kecil berdekatan dengan apartemen Anna
“Beberapa hari yang lalu kau bilang ingin menemui Nyonya Pamela di penjara, dan tak lama setelah itu Nyonya Pamela ingin bertemu dengan Nyonya Bella, sebenarnya apa yang kau katakan pada Nyonya Pamela saat kau bertemu dengannya di penjara?” Cecar Anna
“Aku hanya mengatakan kalau dia menyayangi anak yang salah! Dia selalu menyakiti Bella, anak yang sangat menyayangi dan menghormatinya bahkan ketika wanita tua itu telah berusaha membunuh anaknya Bella, dan Pamela malah membela mati - matian Brianna, anaknya yang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri tanpa peduli bagaimana nasib Ibunya!” sahut Adrian
“Apa kau melakukannya karena kau masih mencintai Nyonya Bella, Tuan? Kau sadar siapa dia bukan? Dia adalah istri dari Kakakmu sendiri! Itu sangat tidak pantas Tuan Adrian!” Cerocos Anna
Adrian terdiam sebentar namun kemudian ia langsung tertawa terbahak, “Apa kau sadar bagaimana cara kau mengatakannya? Kau seperti wanita yang sedang cemburu, Anna!” Goda Adrian, Anna tergagap lantas memalingkan wajah menyembunyikan semburat merah di pipinya
“Untuk apa aku cemburu, Tuan?” Tanya Anna masih dengan memalingkan wajahanya, Adrian tersenyum paham lalu mengulurkan tangannya dan kini menggenggam tangan Anna, Anna terhenyak dan spontan menarik tangannya namun tentu saja Adrian tak melepasnya
“Aku suka kalau kau cemburu, itu artinya kau memiliki perasaan padaku bukan?” Tanya Adrian, kali ini wajah maupun nada bicaranya serius, Anna menundukkan wajah tak tahu harus berkata apa, kalau boleh jujur memang ada perasaan yang tengah tumbuh perlahan di hatinya untuk Adrian karena Anna melihat bagaimana pria yang dulunya kejam itu kini telah berubah drastis, tapi Anna tahu diri.. siapalah ia dibandingkan Adrian, ia hanyalah salah satu pegawai Kakaknya, selain itu lihatlah penampilannya, sangat jauh berbeda dengan penampilan mantan - mantan pasangan Adrian
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang dari restoran, Adam, Bella, William, dan Miranda kini tengah bercengkrama di ruang tengah sambil menikmati teh
William menyesap tehnya, lalu menjatuhkan pandangannya pada Adam, “Adam apa kau mengenal Anna dengan baik?” Tanya William, Adam yang sedang menyuapi Bella sepotong kue tersenyum penuh arti
“Apa kau ingin menjodohkan Anna dan Adrian, Dad?” Tohok Adam, William yang merasa niatnya ternyata diketahui Adam hanya bisa tersenyum kikuk, “Kau selalu saja tahu apa yang ku pikirkan dan ku inginkan, Adam!” Ucap William dengan bangganya, ia lalu menatap Adam dengan serius, “Bagaimana menurutmu kalau kita jodohkan Anna dan Adrian? Firasatku mengatakan kalau Anna bisa merubah Adrian menjadi lebih baik, kau lihat nagaimana Adrian sekarang kan? Aku yakin Anna lah yang bisa membuat Adrian seperti itu!” William begitu antusiasnya, mungkin karena ia melihat harapan baru untuk anak bungsunya itu
“Sayang! Bukankah terlalu cepat untuk memikirkan hal itu? Adrian baru saja bercerai dan kini kau ingin menjodohkannya dengan gadis yang bahkan kita tidak tahu bagaimana dia, bagaimana kalau ia ternyata lebih buruk dibanding Brianna, dan apa kau tak melihat penampilannya? Dia sepertinya bukan selera Adrian, sayang!” protes Miranda
“Anna gadis yang baik Mom, aku cukup mengenalnya saat aku bekerja di kantor, Anna adalah pendukung setia Adam, dia yang selalu melindungi Adam ketika Adrian dan orang - orangnya menyerang Adam” Bella angkat bicara membela Anna yang ia kenal betul bagaimana baiknya
__ADS_1
“Begitukah? Bagaimana dengan keluarganya?” Miranda dibuat penasaran oleh Bella
“Mereka orang sederhana, selama ini Anna bekerja untuk menghidupi orang tua dan adiknya, tak ada yang perlu diragukan tentang kebaikan Anna” tandas Bella lagi, ada kelegaan yang teramat di hati Bella ketika mengetahui kalau mertuanya memiliki niat untuk menjodohkan Anna dan Adrian, karena dengan begitu juga Bella berharap Adrian tak lagi menyimpan hati untuknya
“Besok aku akan mencari tahu bagaimana perasaan Anna pada Adrian, kami cukup dekat jadi aku yakin Anna akan menceritakan semuanya padaku” ucap Bella lagi
“Kami serahkan masalah ini padamu, Bella! Tolonglah adik iparmu itu, sudah saatnya ia memiliki rumah tangga yang benar” pinta Miranda
“Ibumu benar, Bella! Kami percayakan urusan Adrian dan Anna padamu” tambah Willam, ia terlihat sangat bersemangat menata kembali masa depan Adrian yang sempat berantakan
Paginya, Bella konsisten dengan omongannya tadi malam, hari ini ia ikut ke kantor bersama Adam, pagi itu kantor terasa semarak karena seluruh karyawan perusahaan masih merayakan ulang tahun Adam, di mulai dari depan kantor banyak sekali karangan bunga ucapan selamat dari seluruh kolega Adam yang berjejer, lalu ketika masuk seluruh karyawan sudah berdiri rapi menyambut kedatangan Adam dan mengucapkan selamat atas hari bahagianya itu
Saat siang hari, Adam sengaja mengumpulkan seluruh karyawan di ballroom, memberi sedikit pidato, memotong kue dan mempersilakan semua karyawan untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan, tentu saja asisten Wang lah yang telah mengurus semua acara itu, karena Adam tak pernah merayakan hari ulang tahun bersama pegawainya karena baginya itu hanya membuang - buang waktu, tapi tahun ini berbeda.. William yang turun tangan langsung memberikan izin kepada semua karyawan Adam untuk merayakan ulang tahun anaknya. Hasilnya Adam tampak sangat senang, bukan hanya karena ulang tahunnya namun karena ada Bella di sisinya, dan ini adalah ulang tahun pertamanya yang ia rayakan bersama Bella
Sedang Bella tampak terbengong - bengong melihat bagaimana ternyata besarnya pengaruh Adam di negara itu, saat masuk ke kantor tadi Bella melihat banyak sekali karangan bunga dari para pejabat dan tokoh - tokoh terkenal, belum lagi hadiah yang terus saja berdatangan dan kian memenuhi ruangan Adam, jelas bukan hadiah - hadiah murah, karena Bella bisa melihat beberapa diantaranya adalah kotak perhiasan atau kotak jam tangan dengan nilai fantastis.
“Aku tak suka merayakan ulang tahunku kecuali dengan keluarga dan pegawaiku” sahut Adam, sedang matanya fokus pada layar laptop di depannya, meski sedang berulang tahun Adam masih saja fokus pada pekerjaannya, ditemani Bella yang duduk santai di sofa tak jauh dari kursi kerja Adam, sofa yang dadakan diminta Adam untuk disiapkan agar ia bisa duduk berdekatan dengan Bella
“Adam, aku bosan! Apa aku bisa menemui Anna sekarang?” Izin Bella pada suaminya yang sedang bertempur dengan setumpuk dokumen di depannya, Bella mendekati Adam lalu menjeda kegiatan Adam dengan duduk di pangkuannya, Bella iseng mengelus otot lengan Adam yang liat dan menonjol di balik kemejanya
“Heeemm… baiklah, aku akan meminta Wang untuk mengantar kalian makan siang, kau berhati - hatilah sayang.. dan aku mohon jangan pergi terlalu lama” ucap Adam lalu mengecup bibir merah Bella yang merekah
“Mana bisa aku berpisah lama - lama darimu, Adam! Kau tenang saja, setelah aku bicara dengan Anna, aku akan segera kembali padamu!” Sahut Bella, lesung pipi Adam terlihat mempesona saat ia tersenyum penuh kelembutan pada Bella, keduanya lalu saling tatap sarat kekaguman dan di tutup dengan ciuman yang hangat dan intens.
****Anna agak bingung saat tiba - tiba saja Bella mengajaknya makan siang, Anna menduga - duga apa yang mungkin ingin Bella bicarakan dengannya.
“Ada apa Nyonya? Apa yang kau ingin bicarakan padaku?” Tanya Anna penasaran, Bella meletakkan garpu dan sendoknya dan kini ia fokus menatap Anna
__ADS_1
“Anna, apa kau tidak keberatan jika kau jujur padaku tentang perasaanmu pada Adrian?” Tanya Bella, Anna yang tengah memotong daging di piringnya pun seketika membeku, kini ia paham apa maksud Bella memintanya bicara empat mata
“Nyonya, aku tak punya perasaan apa pun pada Tuan Adrian” sahut Anna, gadis itu lalu menunduk sendu guna menutupi kebohongan yang baru saja ia buat, tapi Bella tahu gelagat Anna, Anna sangat polos sehingga mudah sekali membaca ekspresinya
“Kau tak perlu takut Anna, ungkapkan saja perasaanmu! Ada banyak orang yang berharap kau mencintai Adrian karena kami tahu Adrian pun begitu padamu” ucap Bella meyakinkan Anna, Anna mendongak memberanikan diri menatap Bella
“Aku tak mungkin mencintai laki - laki yang hatinya milik perempuan lain” sahut Anna kemudian
“Maksudmu Adrian mencintaiku, begitu?” Tohok Bella, Bella lalu membenarkan duduknya kemudian tangannya terulur memegang tangan Anna
“Dengar baik - baik Anna, aku yakin apa yang Adrian rasakan padaku sudah hilang, saat aku melihat bagaimana cara Adrian menatapmu ketika acara makan malam ulang tahun Adam, aku yakin dia menyimpan perasaan untukmu! Aku sudah lama mengenal Adrian, Anna! bahkan jauh sebelum aku menikah dengan Adam!” Sahut Bella meyakinkan Anna, tapi Anna malah menghela napasnya
“Nyonya aku benar - benar tak punya perasaan untuknya!” Tandas Anna lebih berani
”Apa ini semua karena kau tak percaya diri Anna? Itu sebabnya kau tak mau mengakui perasaanmu?” Tohok Bella, omongan yang cukup membuat Anna sampai menunduk lagi, ini artinya Anna memang mengakui tuduhan Bella barusan
“Apa kau merasa tak pantas untuk Adrian? Kau merasa kurang cantik? Kurang menarik?” Tuding Bella lagi dan kali ini Anna pun tak bergeming
“Dengar Anna, aku ingin sekali Adrian menemukan pasangan yang tepat sehingga ia bisa memulai lagi hidupnya dan kembali ke keluarga Anderson tanpa punya perasaan lagi padaku, oleh karena itu aku akan membantumu Anna! Aku akan menghilangkan semua keraguanmu!” Tutur Bella, Anna kembali mendongak dengan kening yang berkerut
“Apa maksudmu, Nyonya? Kau akan membantuku?” Tanya Anna memperjelas apa yang ia dengar
“Aku akan membantumu berubah, kau akan jadi wanita paling cantik yang mendampingi Adrian!” Tanda Bella, Anna semakin tak habis pikir
“Maksudmu Nyonya?” Tanyanya lagi
“Serahkan semuanya padaku Anna, aku akan membuat Adrian tak bisa berpaling darimu!” Yakin Bella
__ADS_1
(Bersambung)