Transaksi Di Atas Ranjang Suami

Transaksi Di Atas Ranjang Suami
Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna


__ADS_3

Hari pertama bekerja tidak mudah untuk Bella, ujian pertamanya dimulai saat tadi Adam mengajaknya untuk mengikuti rapat dengan direksi, berbagai pertanyaan muncul dari beberapa orang direksi yang berniat untuk menjatuhkannya, Bella yakin orang - orang itu adalah kubu Adrian, untung saja Bella sudah sedikit belajar saat dalam perjalanan kantornya tadi jadi ia bisa menjawab pertanyaan - pertanyaan yang menguji kemampuannya, pantas saja Adam memerintahkannya untuk belajar, Adam mempersiapkan Bella agar bisa menghadapi situasi seperti ini.


Bella mengedarkan pandangan pada ruangan luas dan mewah yang diperuntukkan untuk Direktur Keuangan, posisinya sekarang


“Kau tidak boleh terlena Bella! Ruangan megah ini memang untukmu, tapi kau harus ingat kalau akan banyak ujian yang datang, lihatlah bagaimana tadi Adrian dan para pengikutnya seolah ingin menelanmu hidup - hidup” Gumam Bella dalam hatinya, Bella lalu mengelus - elus lembut perutnya, pandangannya jauh menerawang menilik pemandangan kota yang bisa ia lihat jelas dari lantai 20, tempat ruangannya berada


Lamunan Bella buyar saat asisten Wang mengetuk pelan pintu ruangannya, “Nyonya Bella, anda diminta untuk datang ke ruang rapat oleh Tuan Adam sekarang” ucapnya


Bella terbelalak, “rapat lagi? Padahal rapat yang berlangsung selama 4 jam tadi baru saja selesai!” Gumam Bella dalam hatinya, tapi Bella tak boleh mengeluh, ia sudah memutuskan untuk terjun ke dalam arena peperangan ini, jangankan hanya karena lelah bahkan jika ia harus berdarah - darah semangatnya tak akan surut


“Aku akan segera kesana” sahut Bella antusias pada asisten Wang yang masih setia berdiri di ambang pintu


“Dan Nyonya, Tuan Adam berpesan agar saat di ruang rapat nanti Nyonya tak berbicara apa pun” ucap asisten Wang sambil menunduk sopan, Bella mengerutkan keningnya


“Apa yang terjadi? Kenapa Adam memerintahkan seperti itu?” Batin Bella khawatir, Bella lalu menghembuskan napas untuk mengusir kekhawatirannya, bagaimana pun ada Adam disana, ia percayakan semuanya pada Adam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bella memasuki ruang rapat dengan percaya diri, ia lalu mendudukkan diri di kursi tepat di sebelah Adam, tapi Bella tersentak kaget ketika melihat Brianna juga berada di ruangan itu


“Untuk apa Brianna disini? Apa ini ada hubungannya dengan pesan Adam tadi?” Batin Bella mulai tak karuan apalagi ketika ia melihat Adrian yang menyeringai di sebelah Brianna, di belakang Adrian tampak orang - orang yang mempreteli Bella dengan pertanyaan - pertanyaan tadi, jelas mereka memang kubu Adrian


Suasana yang canggung berubah tegang saat Adam sampai di ruang rapat, derap langkahnya yang tenang, wangi parfumnya yang menguar, pembawannya yang berwibawa, dan wajahnya yang tampan tak mengalahkan aura dingin Adam yang menyeruak saat ia duduk di kursi kebesarannya


“Sial! Jadi seperti inilah Adam! Kenapa aku bisa bodohnya jatuh cinta pada Adrian jika ada laki - laki sempurna seperti Adam di depanku?!” Rutuk Brianna pada dirinya sendiri saat ia melihat pesona dan kekuasaan Adam, Brianna bahkan perlahan melepas pegangan tangan Adrian pada dirinya


“Apa yang ingin kau sampaikan hingga kau meminta untuk menggelar rapat lagi, Adrian?” Tanya Adam, semua perhatian kemudian menjurus pada Adrian menunggu jawaban


Adrian menyeringai kembali, ia lalu menegakkan punggungnya, wajahnya penuh kepuasan seolah ia sudah mendapat kemenangan besar, “Aku ingin meminta hakku sebagai pemilik sebagian saham” ucapnya


Adam menghela napasnya, tatapannya tajam menusuk pada Adrian, “katakan” titahnya


“Jika Bella Anderson bisa menjadi Direktur keuangan maka aku ingin istriku, Brianna Anderson menjadi Direktur pemasaran” tandas Adrian


Seketika ruangan ramai karena hiruk pikuk bisik - bisik, keinginan Adrian membuat geger semua anggota rapat, kubu Adrian mendukung, tapi yang kontra tentu sangat banyak mengingat mereka masih memiliki Direktur pemasaran yang prestasinya gemilang. Bella mencuri pandang pada Adam yang terlihat sangat kesal

__ADS_1


“Kita masih memiliki Direktur pemasaran yang sampai saat ini pekerjaannya sangat memuaskan, tak ada alasan untuk menggantinya” tandas Adam, Direktur pemasaran yang dimaksud Adam menghembuskan lega napasnya, senang karena Adam mempertahankannya


Adrian tak patah arang, ia tahu kalau Adam akan menolaknya, oleh karena itu ia sudah mempersiapkan rencana lain, “Baiklah, kalau begitu jadikan dia wakil Direktur keuangan!” Ucap Adrian


Deg…


Bella terperangah, “apa - apaan itu? Jadi ini sebenarnya rencana Adrian? Dia ingin menjadikan Brianna sebagai wakil Bella? Tapi untuk apa? Apa untuk mengawasi semua gerak - gerik Bella?” Bella menggeram menahan marah, kalau saja Adam tak berpesan padanya untuk diam selama rapat tentu Bella dengan lantang akan menolaknya


Adam masih saja diam, ia mempertimbangkan berbagai kemungkinan


“Apalagi yang kau pikirkan Tuan Adam Anderson? Sebagai pemilik saham yang sama besar denganmu bukankah sudah sepantasnya aku mendapatkan hak itu?” Cecar Adrian


“Ya benar!” gumam salah satu pendukung Adrian, yang lain ingin menimpali tapi urung saat melihat tatapan tajam dari Adam


“Ya Tuhan, semoga Adam tak menyetujuinya, aku kenal betul siapa Brianna, aku yakin ia dan Adrian punya rencana jahat terhadapku dan Adam!” Rapal Bella dalam hatinya


“Baiklah, aku menyetujuinya” ucap Adam, banyak yang tersentak kaget mendengar keputusan Adam termasuk Bella, Bella ingin protes tapi gelengan kepala dari asisten Wang saat Bella hendak membuka mulutnya kembali membungkam mulut Bella


“Ahahaha.. bagus! Dengan ini aku percaya kalau kau adalah pemimpin yang adil Tuan Adam Anderson!” Sinis Adrian, Brianna disamping Adrian ikut tersenyum puas merasakan kemenganan di tangannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari menginjak malam ketika Bella dan Adam beranjak pulang ke rumah mereka, Bella menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi mobil, entah karena kehamilannya atau beban kerjanya yang teramat berat di hari pertama, tapi Bella merasakan lelah yang teramat


“Kau lelah?” Tanya Adam begitu lembutnya sambil meraih tubuh Bella untuk ia rengkuh, “bersandarlah padaku, Bella” ucapnya


Bella membenamkan kepalanya di dada bidang Adam, mengendus wangi tubuh Adam yang menenangkan, “mungkin karena kandunganku Adam, belakangan ini aku cepat sekali merasa lelah” sahut Bella


“Apa kau ingin berhenti bekerja dan beristirahat dulu di rumah? Kau tahu, aku sangat khawatir kau dan anak kita sampai kenapa - kenapa” ujar Adam cemas


Bella semakin nyaman di pelukan Adam setelah mendengar perlindungan Adam padanya, “Aku ingin anak kita kuat seperti Papa dan Mamanya, dia harus belajar bertahan dari apa pun, Adam”


“Papa? Mama?” Ah hati Adam menghangat mendengarnya, pipi Adam sampai bersemu merah


“Kau keberatan kalau anak kita memanggil kita Papa dan Mama nanti?” Tanya Bella merasa tak ada respon dari Adam, padahal Adam tengah melayang dibuai perasaan bahagia yang tak bisa ia lukiskan dengan kata - kata

__ADS_1


“Papa Mama sempurna sayang, aku suka” ucap Adam sambil menghadiahkan kecupan di dahi Bella, dada Bella seketika berdesir merasakan bibir Adam yang lembut, hembusan napas yang hangat, dan aroma minta dari mulut Adam, Bella mendongak menatap lamat - lamat wajah tampan itu


“Adam” panggil Bella, jantungnya berdebar tak karuan, ah apa ini? kenapa ia gugup luar biasa di dekat Adam? Padahal mereka sudah sering seintim ini, bahkan hampir setiap malam mereka bercinta


“Ya?” Sahut Adam, entah apa yang terjadi pada Bella sehingga ia kembali agresif mencium bibir Adam, Adam sih senang - senang saja malah memperdalam ciuman mereka, Bella baru menarik bibirnya dari pagutan Adam saat ia menyadari ada sopir yang sedang melajukan mobil mereka


“A - Adam, kita masih di jalan” ucap Bella saat ciuman Adam merambat ke leher Bella, ciuman yang membuat badan Bella meremang


“Jangan khawatir, dia tak akan berani memperhatikan kita” ucap Adam seolah mengerti kekhawatiran Bella, “Kau menggemaskan Bella” Adam lirih melanjutkan cumbuannya, alhasil Bella terhanyut dan pasrah membiarkan Adam melakukan apa pun pada dirinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kediaman Anderson, pasangan lain yang tengah bercumbu adalah Adrian dan Brianna, mereka memang telah sampai ke rumah lebih dulu di banding Adam dan Bella


“Adrian hentikan! Aku sedang tidak ingin!” Sentak Brianna saat Adrian hendak membuka dress yang Brianna pakai


“Kau kenapa Brianna? Kenapa kau menolakku?” Adrian jelas tak menyukai penolakan istrinya itu, apalagi hasratnya sudah di ubun - ubun


“Aku memang sedang tidak ingin Adrian, aku lelah!” Keluh Brianna yang lalu berbaring membelakangi Adrian, ia memang sedang tak berhasrat pada Adrian, pikirannya dipenuhi oleh Adam, Kakak iparnya sendiri.


Adrian berusaha mencumbu Brianna lagi, kali ini lebih intens, tangannya cekatan mempreteli baju yang melekat di badan Brianna meskipun beberapa kali Brianna menepis kasar dengan tangannya, “kau harus ingat kalau kita harus segera punya anak, Brianna” rayu Adrian dengan suaranya yang mulai parau terhanyut nafsu


Deg…


“Tidak, aku tidak boleh hamil anak Adrian! Harus anak Adam yang berada dalam rahimku! Mulai hari ini aku harus sangat berhati - hati agar tidak mengandung anak Adrian” tandas Brianna dalam hatinya


“Haaahhh… Brianna” sengau sudah suara Adrian, ia sudah dikuasai hasratnya sendiri, Adrian membalik badan Brianna, menindihnya lalu melancarkan serangannya


“Adrian hentikan! Apa kau tak mengerti kata - kataku! Aku sedang tak ingin, Adrian! Aku benar - benar lelah!” Sengit Brianna sambil berusaha bangkit dari tidurnya, Brianna menggeliat untuk melepaskan diri dari kungkungan tubuh besar dan tegap Adrian


“Kau pikir kau bisa menolakku? Layani aku Brianna! Aku tak ingin membuang waktu lagi, kau harus segera mengandung anakku!” Tandas Adrian, dekapannya semakin erat, serangannya semakin brutal


“Adrian!! Heeeemmpphhh… “ protes Brianna tak berarti karena Adrian membungkam bibir Brianna dengan bibirnya, kini Brianna hanya bisa pasrah dalam kendali Adrian, tubuh Brianna memang sedang dikuasai Adrian, tapi hati dan pikirannya terikat pada Adam


“Adam” gumam Brianna pelan sesaat setelah Adrian melepaskan ****** ***** di tubuh Brianna.

__ADS_1


__ADS_2