Tulisan Fais

Tulisan Fais
Tentang Sasmitha


__ADS_3

...Gerimis tidak pernah berbisik pada rumput liar bahwa dia akan jatuh menimpa. Jatuhnya pun tak pernah disesali rumput itu sendiri kala gerimis membuatnya bersahaja....


...~FMW~...


Sebuah kutipan hasil serapan pembicaraan Maya semalam di sematkan Fais lewat kemampuan menulisnya. Diubah pada perumpamaan lain dengan makna yang sama. Untuk apa? Untuk memberitahukan pada sebuah catatan sejarah hidup bahwa pernah ada seseorang secara sukarela ikut memikirkan kepelikan jalan hidup Fais.


Jika ada Nabila sebagai awal pembawa kabar kerusakan itu, ada Maya sebagai penawar rasa sakit. Bukannya Nabila tidak bisa menjadi seseorang yang mampu menerima segala keluh kesah. Akan tetapi posisi dia sebagai keponakan dari.. yasudah lah ya, tidak perlu disebut juga sudah pasti akan ketebak siapa dan situasinya seperti apa.


Fais dan segala rencana yang dimilikinya sejak semalam, mengharuskannya bertatap muka pada kedua orang tuannya pagi ini. Disaksikan teh panas yang mengelun dan tiga bungkus nasi uduk.


Seiring jarum jam berdetak menghitung waktu, mereka bertiga hanya diam terpaku. Sampai Fais memulai pembicaraan seperti ini, "Fais sudah maafin Papah. Gak tau dah kalau sama Mamah. Fais hanya manusia biasa yang tidak bisa mengajak urusan perasaaan seseorang untuk sama dengan Fais."


Papah tertegun. Mendapat maaf dari anak semata wayangnya saja bagai mimpi di siang bolong. Lantas Papah mengharu, kemudian berganti dengan pandangan penuh harap kepada Mamah. Papah ingin sekali ini saja serakah mendapat maaf dari keduanya.


Mamah menghela nafas.


"Tidak semudah itu Pah. Harus ada serangkaian permintaan Mamah yang sekiranya harus Papah sanggupi."


"Apa itu mah?" Papah bersungguh-sungguh.


"Kartu SIM lama Papah patahkan sekarang juga. Hp Papah yang lama juga Mamah sita dan pakai ini" Mamah menyodorkan sekotak i phone 14 pro max kepada Papah. Fais mencak-mencak dalam benak. Rasanya ia mengidap turun bero melihat Papahnya di belikan ponsel yang ia sendiri ingin beli jauh-jauh hari.

__ADS_1


Waduuh, habis ketahuan selingkuh malah di beliin hp baru. Gua selingkuh dulu kali ya biar di beliin hp sama kaya Papah.


Papah mematahkan SIM card dengan semangat sesuai permintaan Mamah. Mamah adalah segalanya. Permintaan apapun yang keluar dari mulutnya bagai perintah mutlak tanpa gugat. Dan Mamah melanjutkan lagi " terakhir Papah harus keluar dari grup PLOS."


Papah melongo seperti Kiong kopong tak berpenghuni. Laki-laki itu menelan ludah sampai pada akhirnya mengiyakan permintaan terakhir Mamah. Fais dan Mamah menangkap gestur keberatan dari sosok Papah. Kalau sampai Papah bilang "tidak bisa" Fais dan Mamah akan meluncurkan serangan.


Mamah dan Fais bersatu padu melawan perselingkuhan bukan dengan ratapan.


"Semua sudah Papah lakukan. Boleh tidak kalau Papah peluk Mamah?" Fais mendengus. "Sama Fais juga." Pungkas Papah kontan membuat Fais mesem-mesem.


Terimakasih Maya. Kamu sudah buat sadar aa kalau bergerak maju itu lebih baik daripada diam meratap lalu menghindar.


Dan terimakasih juga pada Nabila. Karena kamu, kak Fais jadi tahu hidup ini gak selamanya baik-baik aja.


Baru-baru ini nama Sasmitha menjadi trending topik dalam pikiran Fais. Cukup menyita perhatian, seperti apa manusia macam Sasmitha sampai mampu menduakan suami sendiri dengan suami orang lain. Fais membidik Sasmitha menjadi sasaran kemarahan akan pengapnya rumah karena tangisan Mamah. Sekali di bidik, sasaran tidak akan lepas.


Sasmitha, panggil saja Mitha. Perempuan ini sama asalnya dengan Mamah dari kampung cipetai. Mamah bahkan mengenal dia sewaktu kecil karena mereka bertetangga. Dengan perbandingan usia Mamah SD dia masih TK.


Mitha ini pernah bertandang ke rumah asal kalian tahu. Saat itu, Mamah tidak menaruh curiga apapun. Karena Mamah orangnya gak curigaan. Mitha bertamu dengan Badrun suaminya. Tidak ada gelagat aneh pada Mitha, semua tampak berjalan sebagaimana mestinya.


Hanya saja Papah begitu kikuk. Hal itu Mamah maklumi karena Papah memang seperti itu orangnya. Lalu Fais si anak muda baru pulang kuliah menerobos masuk tanpa permisi bak di kejar-kejar tawon. Aslinya Fais sedang menghindari Akmal yang meraung-raung kesetanan akibat ulahnya. Ulah mengirim surat cinta atas nama Akmal pada wanita yang Akmal suka diam-diam.

__ADS_1


Secara teknis harusnya sih berterimakasih. Tapi manusia mana yang akan berterimakasih kalau surat yang dituliskan isinya begini :


Kalau ada yang lebih cantik dari Mbak Kunti, pasti orangnya kamu. Iya kamu.. yang pakai baju warna merah jambu.


Saya Akmal, si ganteng hitam manis yang hobinya dengerin lagu dangdut. Kamu bisa melihat saya di bangku pojok kanan belakang. Yang kalau lagi nulis pakai pensil ujungnya di bandul karet gelang.


Datangnya surat ini saya cuma mau kasih tahu kalau saya suka kamu dalam diam. Saya berharap suatu saat nanti jemuran koloor saya bersatu padu dengan jemuran thangtop kamu. Dan di tengahnya ada shemvak Spiderman punya anak kita.


Akmal berapi-api.


Ketika nafas masih terengah, mengendap-endap masuk lewat pintu belakang. Fais menemukan manusia berupa emak-emak sedang melet-melet depan kamera. Tidak tahu persis apa yang wanita itu lakukan. Lalu mereka berpapasan canggung kemudian Fais berlalu cuek bebek. Tanpa tahu bahwa wanita di hadapannya adalah Sasmhita yang membuat huru hara di masa yang akan datang.


Wah daun muda seger banget lihatnya. Gumam Mhita.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa bahagia.


__ADS_2