
Ada yang bilang, memahami diri sendiri terlampau sulit di banding memahami orang lain. Aku ingin mengobati luka akibat harapanku sendiri yang terlalu besar pada Papah. Aku berusaha meyakinkan pada diri ini bahwa aku baik-baik saja dan akan menata hidupku kembali seperti semula.
Aku yang sekarang selalu negatif thinking, aku yang sekarang seperti badboy pada umumnya, aku yang sekarang selalu berdebar ketika dekat dengan Maya. Aku sungguh tidak paham. Aku kesulitan untuk mendefinisikan perasaan apa yang sedang aku tanggung sekarang.
Tolong! Beri aku sedikit bocoran bagaimana caranya untuk aku menyampaikan, kalau aku.. menginginkan dirinya.
(Tulisan Fais)
Fais menutup buku coretan hasil tumpahan rasa dari sudut-sudut hatinya. Membawanya pada alam mimpi, jika itu bisa. Terkadang mimpi itu sendiri berubah kelam. Menakutkan hingga kita tidak habis pikir mengapa mimpi buruk itu datang menghampiri.
Pada langit-langit kamar, Fais menatap penuh arti. Ornamen ikan lumba-lumba buatannya yang lebih mirip sosis bakar jumbo itu masih betah menjadi penghias dinding atas. Dengan begitu saja, Fais lantas teringat percakapannya pada Mamah sewaktu kecil yang isinya begini:
"Mah, Fais pengen sunat biar duitnya banyak, terus Fais beliin sepeda deh." Kata Fais kecil sekitar umur tujuh tahunan. Ia berkata sembari mencorat-coret gambar lumba-lumba. Hewan mamalia itu memiliki cerita tersendiri sampai harus menjadi kategori hewan kesukaan Fais.
"Yasudah Mamah bilang Papah. Bener nih ya jangan sekarang minta nanti malah takut terus nggak jadi." Kata Mamah, yang entah kenapa malah membuat Fais kecil kegirangan.
"Asyik"
"Fais lagi gambar apa ini nak?" Mata Mamah membulat saat tahu apa yang Fais gambar. Kemudian garis ujung bibirnya tertarik keatas.
"Gambar.. gambaar.. nggak tahu Fais juga Mah. Ini di ajarin sama Akmal." Katanya. Sembari mulut kecilnya komat-kamit menjelaskan pada Mamah tentang Akmal yang seharian ini habis-habisan menguliti Fais. Mamah marah? Tidak. Mamah justru di buat terheran-heran oleh cerita Fais.
__ADS_1
"Kalau Fais nggak tahu ini gambar apa, coba namain sama hewan kesukaan Fais aja."
Dari situlah gambar lumba-lumba itu berasal. Ingatan Fais yang membekas tentang seringnya bertamasya acara Famgath kantor Papah adalah Ocean Dream Samudra-Ancol. Dimana ada pertunjukan lumba-lumba pintar melakukan banyak hal.
"Dulu gua pikir itu emang gambar lumba-lumba, sekarang pas udah gede gua baru tau itu gambar apaan haha"
Ada banyak memori yang terlintas bagai sebuah cerita menarik untuk di kenang. Akmal benar. Katanya tidak ada jalan keluar untuk rasa sakit ditinggal mati orang yang kita sayang. Fais memang tidak sedang ditinggal mati, tapi keadaan Papah yang sekarang seperti hidup tapi mati.
Fais membuang nafas kasar untuk hal itu. Untuk hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan repot-repot sampai sedalam ini. Tapi yang namanya beda, tetap tidak akan terasa sama. Saat dulu Papah begitu jumawa di pandang Fais, saat sekarang Papah ada namun terasa tiada.
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. Tepat di jam segini, Papah sudah seharian penuh tidak pulang ke rumah. Baik Fais maupun Mamah tidak ada yang berusaha mencari keberadaannya. Hanya sebatas menayakan dimana lewat sambungan telepon, dan setelah di jawab maka cuma bisa menimpali "oh".
...............
Di simpang jalan cukup ramai dengan orang-orang yang menikmati waktu dengan bersantai ria, disinilah Fais berada hanya sekadar melewati sambil melihat-lihat banyak stand tukang dagang kaki lima. Aroma asap pembakaran sate menyegrak hidung memanggil-manggil. Belum lagi makanan yang sedang viral ala Korean food dengan antrian pembeli cukup mencengangkan. Memantik simpati Fais untuk bisa sekedar santai menikmati sore. Fais tidak menepikan mobilnya disana, ia terus berjalan menyusuri jalanan seiring dengan roda yang berputar. Meski demikian, alun-alun tadi menjadi tempat yang akan di sambangi Fais setelah urusan sekarang selesai.
Sampai pada belokan tepat ada plang kursus komputer, Fais membanting setir ke arahnya lalu menepi pada sebuah gedung ruko berlantai dua.
Kalau ada orang yang nanya ke kamu bagiamana cara orang jatuh cinta, kamu bakal jawab apa?
Bingung?
__ADS_1
Jangan bingung, bilang saja begini sama orangnya.
Caranya dari mata turun ke hati, dari yang kurang sampai melengkapi, dari yang biasa-biasa saja sampai luar biasa.
Dan dari aku, yang selalu memikirkanmu. Fais.
Maya mau di jemput gak? Kalau mau tolong tengok ke kiri.
Maya menoleh untuk membuktikan kebenaran pesan yang dikirim Fais. Netranya mencari eksistensi laki-laki yang tidak pernah gagal membuat jantungnya bekerja keras.
Antara percaya atau tidak, Maya menemukan sosok Fais di luar ruangan sedang tersenyum madu ke arahnya dengan tangan masih memegang ponsel. Lantas Maya tergopoh-gopoh berjalan ke arah Fais untuk... Kalau kalian pikir untuk menemuinya lalu bertegur sapa kalian kurang tepat. Maya hanya memastikan kalau ia sedang berhalusinasi atau memang benar-benar sungguhan.
"Ini beneran Aa Fais?"
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1