
Ramet Paser dikenal dengan Tuan Rampas adalah seorang Pengusaha Mie instan. Memiliki aset kekayaan sebesar 50 Triliun membuat saingannya curiga. Mie instan yang diproduksi Tuan Rampas tidak begitu terkenal dan diminati oleh masyarakat Turki. Melihat hal tersebut ,tidak mungkin membuatnya memiliki aset kekayaan sebanyak itu. Mengungkap sumber kekayaan Tuan Rampas yang sebenarnya, inilah misi Emine kali ini.
* * * * *
Cuaca malam ini hampir mencapai 5 °C. Bekas air hujan yang mengguyur kota Istanbul masih terlihat jelas di sepanjang jalan. Banyak aktivitas manusia yang terganggu karena hujan ini. Hal itu bisa dilihat dari kondisi jalan raya yang sepi dari pengendara. Namun hal ini tidak berlaku untuk Emine.
Bersama kawan sejalannya yaitu Herby, Emine mengikuti target, sebuah truk besar yang akan menuju ke sebuah tempat dimana disana tersimpan rahasia besar Sang Pengusaha yang bergerak di bidang industri.
" Emine, berhati-hatilah agar mereka tidak curiga kalau kau sedang mengikutinya!!" Kakek tua memperingati Emine.
" Tidak akan ketahuan. Kira-kira kemana mereka akan pergi?"
" Sepertinya mereka akan pergi ke Bursa." Melihat jalur yang diambil oleh truk itu adalah jalur yang menuju Kota Bursa. Kakek tua bisa melacak posisi truk tersebut karena sebelumnya Emine sudah menempelkan pelacak di belakang mobil.
Emine terus mengikuti truk itu hingga akhirnya sampai di suatu tempat. Dari balik tumpukan-tumpukan box, Emine mengintai,melihat apa yang ada di depannya. Tempat ini bukan sebuah markas atau gedung atau gudang dan yang lainnya, tapi tempat ini adalah sebuah pelabuhan tua yang sudah tak beroprasi.
Truk yang baru saja sampai di sambut oleh beberapa bodyguard dengan penampilan rapi dengan jas hitam sedangkan di belakang berdiri beberapa pria dengan pakaian seperti preman. Bisa disimpulkan lelaki-lelaki yang berpakaian seperti preman posisinya berada di bawah lelaki-lelaki dengan setelan jas hitam. Tak lama kemudian, seorang pria memberikan kode kepada anak buahnya. Para lelaki berpakaian preman itu langsung bergerak membuka pintu truk dan menurunkan kotak-kotak besi dari dalam truk.
" Itu adalah kotak-kotak yang baru diturunkan dari truk." Ucap Emine kepada kakek tua yang sudah menerima beberapa foto yang diambil oleh Emine.
" Kita harus mencari tau apa yang ada di dalam kotak itu." Jawab kakek tua yang penasaran dengan isi kotak.
Lampu dengan cahaya kuning keemasan dari sebuah mobil membuat mata Emine yang sedang mengintip menjadi silau. Emine menarik kepalanya, menyembunyikan diri dari sorotan lampu mobil yang baru saja tiba dari arah berlawanan.
" Ada yang datang." info Emine kepada kekek tua.
Emine kembali menengokan kepalanya, melihat siapa yang turun dari dalam mobil tersebut.
" Itu adalah Tuan Rampas." Emine kembali mengambil foto dan mengirimkannya kepada sang kordinator yaitu kakek tua.
" Terus awasi, Emine!!! Jangan sampai ada yang terlewatkan."
Emine tidak bisa mendengar percakapan di sebrang sana karena jarak yang terlalu jauh. Dia hanya bisa mendengar suara nyamuk yang bernyanyi mengelilingi kepalanya. " Nyamuk sialan." Umpat Emine kesal karena merasa benar-benar terganggu.
Para lelaki itu berdiri menghadap lautan luas di depan sana seperti sedang menunggu sesuatu. Tidak lama kemudian, Kapal besar dengan lampu yang berkedip-kedip datang ke arah mereka.
" Baiklah,,,, kita akan segera tau bisnis apa yang bisa menghasilkan banyak uang." Emine mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk kupu-kupu dengan 1 kamera di bagian dada lalu menerbangkannya. Dengan remot kontrol di tangan, Emine mengontrol benda tersebut kearah segrombolan pria yang sedang menjalankan bisnis mereka. Merekam semua aktivitas tanpa sepengetahuan.
Di saat yang lain sibuk memindahkan kotak-kotak besi ke dalam kapal, Tuan Rampas dan rekan bisnisnya berjabat tangan.
__ADS_1
" Senang bekerja sama dengan anda Tuan Rampas" Ucap bos dari kapal tersebut.
Tuan Rampas hanya tersenyum membalas ucapan rekan bisnisnya.
" Kita sudah lama bekerja sama. Dan sampai saat ini kau bekerja dengan sangat rapi dan bersih. Aku sangat menyukai pekerjaan mu." Tuan Mes mumuji cara kerja Tuan Rampas yang sangat cantik sehingga tidak ada yang mengetahui bisnis kotor yang sudah berjalan selama 3 tahun.
" Tentu Tuan Mes. Aku berusaha untuk bekerja dengan teliti agar tidak ada yang tau tentang hal ini." Jawab Tuan Rampas.
" Aku percaya padamu. Jangan sampai semua ini bocor!! Kau tau kita akan berakhir di jeruji besi jika sampai ketahuan oleh orang lain terutama musuh mu." Tuan Mes mengingatkan kembali konsekuensi yang akan diterima jika pekerjaan merka sampai bocor apalagi bocor ke telinga polisi.
" Tidak akan, aku jamin itu." Dengan percaya diri, Tuan Rampas meyakinkan.
Tuan Rampas dan Tuan Mes berjalan menuju beberapa tumpukan kotak yang belum diangkut ke dalam kapal.
" Wah,,,, Emas dengan kualitas tinggi." Tuan Mes kagum melihat bijih emas yang menyilaukan mata. Tidak ingin ketinggalan, Emine mengarahkan perekam kupu-kupu keatas kedua bos besar tersebut.
" Ternyata penyelundupan bijih emas ilegal." Gumam Emine ketika berhasil menangkap gambar isi dari kotak besi tersebut.
" Kakek, aku rasa ini sudah cukup menjadi bukti." Ucap Emine yang merasa sudah cukup dengan bukti yang didapatkan.
" Kalau begitu langsung pergi dari sana!!"
" Baiklah,,," Emine mengambil perekam kupu-kupu dan menyimpannya dengan aman.
" Apa yang haru aku lakukan dengan rekaman ini?"
" Saat sampai di hotel. Berikan rekamannya kepada resepsionis yang memakai pin bunga mawar emas!!!"
" Baiklah,,,," Emine melajukan herby kencang setelah menerima perintah dari kakek tua.
Sampai di tempat tujuan, Emine melepas masker dan kacamatanya, Sekarang dia memakai topi hitam yang menutupi kedua matanya dan mantel maroon lalu berjalan menuju resepsionis dengan menundukan kepala. Emine sangat menghindari cctv walaupun tidak berada dalam keadaan bahaya.
Terdapat 2 wanita di meja resepsionis, Wanita sebelah kanan adalah tujuannya. Emine langsung menyodorkan rekaman itu di atas meja tanpa memperlihatkan wajahnya kepada resepsionis itu lalu pergi begitu saja. Wanita itu pun sudah mengerti siapa yang baru saja datang dan menyodorkan benda kecil di depannya.
Misi kali ini berjalan tanpa cacat sedikitpun walaupun ada banyak anak buah Tuan Rampas yang mengawasi bisnis kotor penyelundupan bijih emas.
" Kakek, aku akan pergi kesuatu tempat. Aku akan pulang terlambat." Ucap Emine kepada kakek tua.
" Terserah mu!! tapi kau harus tetap berhati-hati!!" Jawab kakek tua.
__ADS_1
Setelah tugasnya selesai, Emine kembali menjadi dirinya sendiri. Ia melepas dan menon aktifkan semua yang berhubungan dengan pekerjaannya mulai dari alat pelacak, kaca mata, penghubung suara, masker, Emine juga menutupi pakaian serba hitamnya dengan mantel maroon agar tidak terlihat mencurigakan lalu pergi ke suatu tempat dimana ia percaya akan menemukan hal yang selalu mengganggu pikirannya.
Sebuah kompleks yang sebenarnya tak jauh dari rumah kakek tua, disana ia ingin melihat sekali lagi pria yang menatapnya dengan tatapan yang sangat aneh. Emine duduk di sebuah meja kayu tepat di depan pria itu berdiri terakhir kalinya.
" Aku yakin dia pasti muncul hari ini." Ujarnya dengan menoleh kiri kanan sekitaran tempat itu. Seperti biasanya, tempat ini kembali sepi. Hanya ada beberapa lelaki tua yang melintasi. Emine melihat arloji di pergelangan tangannya, sudah menunjukan pukul 10.25 dan ia sudah menunggu sekitar 30 menit namun pria itu tidak juga muncul.
" Lebih baik aku kembali besok malam. Sepertinya dia tidak akan muncul." Emine mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat itu. Berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi.
"Gdubrukkkkk ,,,,,, Aghhhhh,,,,"
Suara keras berhasil membuat Emine refleks membalikan badan. Seorang wanita terjatuh tersungkur, Emine sangat terkejut. Tapi, yang membuatnya lebih terkejut adalah laki-laki yang berdiri di belakang wanita itu dengan masker menutupi wajah sampai bawah mata dan topi hitam yang menutupi bagian mata karena saat ini pria itu sedikit menunduk.Pria berjaket Hoddie abu-abu itu seperti ingin menunjukan siapa dirinya kepada Emine dengan mengangkat sedikit kepalanya, membuat mata pria tersebut terlihat. Emine tau bahwa pria yang menatapnya sedang tersenyum lewat kedua sudut mata yabg terangkat. Segera setelah itu pria misterius tersebut membalikan badan dan pergi dengan santai memasukan tangannya ke jaket hoddie yang dikenakan. Sekarang Emine tau, Siapa pria itu. Pria yang menabraknya di dalam bus saat dalam perjalanan ke panti asuhan, sekaligus pria yang ingin membunuh pria yang ia selamatkan saat misi pertamanya.
Karena pria itu sudah melangkah pergi, Emine ingin mengejarnya. Tapi ia tak tega meninggalkan wanita yang masih duduk di bawah. Emine membantu wanita itu untuk berdiri terlebih dahulu.
" Kau tidak apa-apa?? Kenapa kau bisa sampai terjatuh?" Tanya Emine dengan memegang lengan dan menatapa mata wanita yang sudah berkaca-kaca dengan keringat memenuhi dahi, dan seluruh tubuh yang bergematar bisa dirasakan Emine.
" Ada pria yang sangat aneh mengejarku, Aku takut." Wanita itu berbicara dengan sangat ketakutan.
" Tenanglah!! di dekat sini ada minimarket, kau datang kesana dan minta bantuan kepada wanita pemilik minimarket untuk mengantarmu pulang!!" Emine tau bahwa pemilik minimarket akan membantu wanita ini. Setelah itu, dengan cepat Emine berlari menyusul pria tersebut.
pria itu berjalan dengan santai sehingga Emine bisa menyusulnya di belakang. Mungkin pria itu sadar bahwa ada yang mengikutinya, ia pun mempercepat langkah dan Emine terus menyesuaikan langkahnya agar tidak kehilangan jejak.
Sejauh ini Emine masih bisa melihat pria yang berjalan membelakanginya, Hingga akhirnya pria itu memasuki gang untuk kesekian kalinya dan Emine kehilangan jejak, tidak dapat melihat pria itu lagi.
" Kemana perginya pria itu? Cepat sekali menghilang." Berputar-putar melihat sekeliling tempat namun tidak bisa menemukan sosok pria berjaket Hoddie.
Tempat itu cukup gelap, Emine kembali melangkahkan kaki melanjutkan pencarian. Emine kembali mengaktifkan mata elangnya lalu tersenyum saat menangkap sesosok pria yang memblakanginya berdiri diantara kegelapan malam.
" Ternyata kau disana." Gumamnya dalam hati sembari terus berjalan mendekati pria itu tanpa rasa takut.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, tip, fav, dll.
Trms.