Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
11


__ADS_3

Hari ini benar-benar melelahkan bagi Tasya... Tak sedikit pun dia bisa istirahat hari ini. Mulai dari mengantarkan Bagas ke Bandara, Pindah rumah ke rumah Reyhan, belanja kepasar tradisional... Saat ini yang Tasya inginkan ialah istirahat. Membaringkan tubuhnya adalah satu-satunya yang dia inginkan saat ini.. Sofa adalah tempat yang paling nyaman saat ini. Karna dia tak ingin diganggu oleh Reyhan.. Andai aja Tasya tidak menemukan kecoa di kamar tamu tadi, mungkin dia akan memilih kamar tamu untuk menjadi kamarnya....


Dilihatnya Layar ponsel di tangannya, sudah menunjukan pukul 10 malam.. Lalu terdengar ceklek... Pintu kamar dibuka oleh Reyhan.... Perlahan Reyhan mendekat kearah sofa membungkukkan badannya seolah ingin mencium Tasya...


"Apaan sih lo Rey?? Tasya tampak kaget melihat tingkah Reyhan yang semakin mendekatkan wajahnya...


"Besok pagii, sebelum gua berangkat kerja sarapan gua udah tersedia.... Dan lagi, gua biasanya minum kopi... Jangan sampai bangun terlambat, oke...." bisik Reyhan ketelinga Tasya, lalu Reyhan berlalu menuju ranjang nya...


"Dan lagii kalau lo nggak mau tidur disini, Reyhan menepuk tempat tidur disebelahnya, lo nggak kebagian selimut ya... Karna selimut dirumah gua cuma ini, yang lain pada kotor dan banyak debu... Besok gua juga mau lo cuciin selimut di kamar tamu oke... Reyhan mengedipkan matanya menggoda Tasya....


"Shit... ***** lo Rey, lo benar-benar menjadikan gua pembantu.... Mas Bagas, Adek mau pulaaaaaang......... Adek pengen hidup normal seperti biasanya. Adek nggak mau lama-lama disini, Adek bisa mati berdiri kalau lama-lama kayak gini.... Pekik Tasya dalam hati.


Akhirnya Tasya tak punya pilihan lain selain tidur seranjang dengan Reyhan. Karena Reyhan menghidupkan Ac dengan suhu paling rendah. Sehingga Tasya sangat kedinginan. Tasya menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disamping Reyhan. Dengan tetap membelakangi Reyhan Tasya menarik kasar selimut yang di pakai Reyhan... Malam ini benar-benar beda suasananya, jika di rumah Tasya kasurnya besar, Tasya bisa meletakkan bantal untuk pembatas mereka. Tapi kasur Reyhan benar-benar mengharuskan Tasya untuk tidur dempet dengan Reyhan. Sehingga dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, apalagi Reyhan selalu memeluknya... Walau berulang kali dia melepas pelukan Reyhan, tetap saja tangan itu masih melingkar di pinggangnya....


Hingga akhirnya jam menunjukan pukul 05.30 wib. Tasya turun kebawah, dia ingin bermaksud ingin membuat sarapan, bukan karna ingin menuruti kata Reyhan, tapi memang perutnya juga minta di isi...


"Gua mau masak apa??? pengen nasi goreng, tapi gua nggak pernah liat bik Nah masak sebelumnya.. Biasanya semua sudah terhidang di meja makan... Tasya terlihat bingung...

__ADS_1


"Oh ya... Reyhan mau di buatkan kopi... Tapi mana gulanya??


Tasya melirik lemari yang ada didapur itu... Lalu matanya menangkap botol tempat penyimpanan bumbu-bumbu dapur.


"Ahhhh... sepertinya ini gula... Tasya meraih botol itu. Kebetulan ada kopi juga di dekat botol itu..


"Mungkin ini gula, gula halus kali yaa..??


"Iyaaa... gua bikin kopi dulu abis ni gua bakal siap-siap berangkat kerja.. Untuk sarapan, roti selai aja sepertinya cukup....


Tasya menyendok garam halus yang dikiranya gula lalu mencampurnya dengan kopi. Senyum sumringah terukir di wajah Tasya, "Aku berhasil bikin kopi untuk Reyhan...


"Ngapain lo berdiri disana?? buruan mandi gih...nanti lo bisa terlambat... Reyhan tidak menoleh ke arah Tasya, dia sibuk merapikan dasinya....


"Iyaaa... lo sarapan dulu, kopinya dah siap....


Lalu dia bersiap untuk mandi...

__ADS_1


******


"Dia benar-benar menyiapkan kopi buat gua, walaupun sarapan nya cuma roti nggak apa- apa mungkin dia bangun kesiangan, pikir Reyhan... Lalu Reyhan meraih gelas yang berisi kopi itu, ingin segera menyerumput kopi buatan istrinya itu, alangkah terkejutnya dia ternyata kopi yang teguknya asin....


"Huuuuuaaaahhhh... Reyhan memuntahkan kopi itu...


"Natasyaaaaaaa..... lo mau ngeracunin gua ya??? teriak Reyhan..


Tasya sedikit berlari menuruni anak tangga...


"Nggak... gua cuma buatin lo kopi..


"Kopi kok rasanya asin??? uuuueeeekkkk tak henti-hentinya Reyhan memuntahkan sisa kopi dimulutnya...


"Gua tadi ngasih gula ini, Tasya memberitahu tempat bumbu dapur tadii...


"Loe ngak bisa baca ya??? ini garaaammmm...

__ADS_1


"Aduuuuhhhh...bodohnya aku nggak liat tulisan garam di situ..."


__ADS_2