Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
81


__ADS_3

Sementara di kediaman Tika, gadis itu berdiri di tepi balkon menghadap ke rumah Reyhan..


"aku tidak rela jika wanita itu memiliki mu Reyhan, aku yang lebih dulu mencintaimu, tapi aku memendamnya karena kamu menyukai Wulan. Aku sudah menunggu lama, tak akan kubiarkan kamu hidup bersama dengan wanita itu, apalagi Wulan pernah bilang padaku jika dia mati, maka dia hanya merelakan kamu untuk ku".


****


Tika dan Wulan adalah sahabat dekat sejak kecil, dimana ada Wulan di situ pasti ada Tika. Bahkan mereka pun jatuh cinta pada laki-laki yang sama, namun Tika tidak memperlihatkannya kepada Wulan. Sedangkan Wulan selalu berjuang untuk mendapatkan orang yang di sukainya yaitu Reyhan. Wanita mana yang tidak tergila-gila dengan Reyhan, karena selain parasnya yang tampan, dia juga sangat pintar, dan yang lebih mengagumkan lagi di umur yang masih muda tapi sudah terjun ke dunia Bisnis. Reyhan mempunyai hotel peninggalan orang tuanya, dan dia sendiri yang mengurusnya. Namun begitu Reyhan sangat dingin dan juga cuek, dia tidak pernah mengubris wanita yang mengejarnya. Hanya Wulan lah yang bisa merebut hatinya, karena Wulan merupakan mahasiswi tercantik di kampus itu. Hingga akhirnya mereka berniat untuk menikah setelah tamat kuliah...


"Flasback 3 tahun yang lalu"


"Tik, kenapa ya makin hari gua makin cintaaaaa aja ama Reyhan, makin nggak mau pisah, bawaanya kangen terus.. sehari aja nggak ketemu dia rasanya gua mau mati tau nggak".


Wulan sedang tidur-tiduran di kamar Tika, sambil terus memandangi foto Reyhan di ponselnya. Wulan memang lebih sering menghabiskan waktunya di rumah Tika, karena dia merasa suntuk di rumahnya. Orang tuanya selalu sibuk dengan bisnis mereka, tak jarang mereka juga bolak balik London-Indonesia karena anak bungsu mereka yaitu Anindya dari dulu memang tinggal bersama neneknya di London. Sedangkan Wulan memilih berada di Indonesia karena tidak mau pisah jauh-jauh dari Reyhan..


"kan lo abis ketemuan ama Reyhan.. Lagian bentar lagi lo juga mau nikah Lan, jadi sabar dong.." ucap Tika yang juga sedang tiduran di samping Wulan.


"udah nggak sabar Tika sayang, rasanya tu gua pengen nikah besok aja.."


"idiiihh.. buru-buru amat sih Lan, lo kayak orang mau mati aja sampai nggak bisa nunggu satu bulan lagi.."


Wulan memiringkan badannya ke arah Tika, "kalau gua mati gua titip Reyhan ya Tik.. Gua nggak rela kalau Reyhan jatuh ke tangan orang lain, gua relanya cuma sama lo doang sahabat gua yang paling gua sayang.." ucap Wulan sambil memeluk Tika.


"iiidiih apaan sih Lan, pake wasiat-wasiat segala. Gua tu cuma becanda bilang kalau lo kayak mau mati, bukan nyuruh lo mati beneran.."


"anggap aja itu wasiat gua.. ehh pangeran gua langsung telpon ni, gua angkat dulu ya..


Wulan : "hallo sayang..


Reyhan : "kamu lagi di mana sayang??"


Wulan : "biasa, lagi di rumah Tika.. sayang, kesini dong main kerumah Tika. Tika tu pengen kenal lebih dekat ama kamu, selama ini kan cuma kenal gitu-gitu aja.." ucap Wulan sambil melirik Tika.


"apaan sih Lan??" sahut Tika sambil menimpuk kepala Wulan dengan bantal.


Reyhan : "aku lagi sibuk sayang, lain kali deh.."

__ADS_1


Wulan : "kamu tuh sibuk terus, padahal aku kangen pengen dekat kamu terus.." ucap Wulan manja.


Reyhan : "kan bentar lagi juga bakalan sama-sama terus sayang.."


Wulan : "udah nggak sabar sayang, aku tuh kayak nggak bisa jauh dari kamu, sesak rasanya nafasku kayak mau mati.."


Reyhan : "apaan sih sayang, lebay tau nggak.."


Wulan : "beneran sayang, satu bulan itu kok lama ya? gimana kalau kita majukan aja harinya, besok kan papa mama pulang tu, kita langsung ke KUA aja nggak perlu pesta-pesta.." ucap Wulan semangat.


Reyhan : "ya nggak bisa gitu dong sayang, kenapa sih buru-buru amat, perasaan kemaren kamu deh yang minta waktu satu bulan.."


Wulan : "iya sih, tapi aku berubah pikiran sayang.."


Reyhan :" sabar ya sayang, satu bulan itu nggak lama kok.."


Wulan : "ya udah kalau gitu, aku nurut.. tapi ingat ya kamu harus kenal lebih dekat dengan Tika.."


Reyhan : "apaan sih sayang, emang penting ya?


Reyhan : " ya udah,, besok-besok kita main ke tempat Tika. Kalau gitu aku tutup dulu ya, aku mau meeting dengan klien penting. Kamu jaga kesehatan, jangan lupa makan.."


Wulan : " oke sayang, love you.. muuuuaachh"


Reyhan : "love you too "


tut...tut...tut... sambungan terputus.


"senangnya yang bentar lagi mau nikah.." goda Tika.


"iya dong Tik, nggak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.." ujar Wulan cengengesan.


Tiga minggu telah berlalu, berarti tinggal seminggu lagi Reyhan dan Wulan akan melangsungkan pernikahan. Hari ini adalah jadwal mereka untuk fitting baju, Reyhan menjemput Wulan kerumahnya. Setelah selesai melakukan fitting baju, Wulan mengajak Reyhan untuk shopping di Mall milik papanya. Setelah itu Reyhan mengantar Wulan pulang ke rumahnya, hanya sampai di depan rumahnya saja karena Reyhan akan kembali ke hotel untuk menyelsaikan pekerjaannya. Sore itu hujan turun begitu deras, petir menyambar kian kemari. Hingga Reyhan menjadi susah untuk mengendarai mobilnya karena jalanan begitu gelap dan juga rintik hujan yang menutupi kaca mobilnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata Wulan yang menelpon dengan cepat Reyhan menggeser tombol hijau di ponselnya.. "kenapa sayang? "tanya Reyhan


"sayang, belanjaan aku ketinggalan di mobil kamu nggak?"

__ADS_1


Reyhan menoleh ke jok belakang, ternyata benar paperbag Wulan tertinggal di sana.. "ada sayang.."


"kamu bisa putar balik nggak??"


"aduuuhh.. gimana ya sayang, hujannya deras bangat ni, lagian aku juga udah mau sampai hotel. Besok aja aku antar ya.."


"nggak bisa sayang, aku maunya sekarang, itu barang penting bangat.."


"Emang barang apaan sih? perasaan tadi cuma beli dalaman sama scincare doang deh.."


"justru itu sayang, aku butuh scincarenya sekarang.."


"besok aja ngapa sih sayang, lagian udah malam juga.."


"ya udah kalau kamu nggak mau putar balik biar aku yang jemput kesana.." ujar Wulan langsung mematikan telponnya.


Reyhan mencoba menghubungi Wulan kembali namun nomornya sudah tidak aktif.


Tak lama kemudian Reyhan sampai di hotel. Dia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan badannya sebelum melanjutkan pekerjaan. Sudah hampir satu jam, Wulan belum juga sampai di hotel. Reyhan kembali menghubungi nomor hp nya, namun masih belum aktif juga. Reyhan mulai khawatir, karena seharusnya jarak tempuh dari rumah Wulan ke hotel hanya menempuh perjalanan 30 menit, namun sudah lewat satu jam Wulan belum nongol juga. Dia bermaksud ingin menyusul Wulan ke rumahnya. Namun baru saja Reyhan meraih kunci mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering dilihatnya Anindya yang memanggil. Dengan cepat Reyhan mengangkatnya.. "hallo An.."


"kak Rey.. Kak Wulan kak.." ucap Anindya sambil menangis.


"kenapa dengan Wulan??" tanya Reyhan khawatir.


"kak Wulan kecelakaan kak, dan dia meninggal.."


"tidak.... ini tidak mungkin.. kamu jangan bercanda An.." ucap Reyhan gemeteran.


"Anin tidak bercanda kak, sekarang Anin lagi otw ke Rumah sakit sama papa dan mama.."


"tiiiidaaaaaaaakkkk.." teriak Reyhan lalu tubuhnya langsung terduduk di lantai. Dia menangis sejadinya..


Wulan mengendarai mobilnya sendirian dengan kecepatan tinggi, waktu itu sudah mulai gelap apalagi hujan masih turun deras. Namun tiba-tiba ada mobil Truk yang melaju dengan kecepatan tinggi pula, hingga hampir tabrakan dengan mobil Wulan. Karena merasa panik Wulan membanting setirnya ke kiri hingga menabrak pembatas jalan, dan dia meninggal di tempat.


Di hari pemakaman Wulan, Reyhan tampak pingsan berkali-kali. Hingga di larikan ke Rumah Sakit. Sejak saat itulah hidup Reyhan terasa hampa, dan dia menutup pintu hatinya untuk semua wanita. Reyhan juga tidak mengacuhkan Tika, yang berusaha untuk membuat dia bangkit kembali..

__ADS_1


#Flash back off#


__ADS_2