
"Dokter Natasya, anda diminta pak Arlan keruangannya.....
"Oke baiklah saya akan segera kesana....
Natasya masih mengenggam gagang telpon ditangannya....
"Saya yakin ini pasti terjadi.. Baiklah, saya akan menemuimu Arlan...
"Siapa yang nelpon dok? kok bengong ?" tanya Meli...
"Mmmmmm... saya disuruh keruangan pak Arlan...
"Yaaaahhh... nggak jadi deh kita makannya, kata Lisa sambil mengelus perutnya...
"Lisa, Mely kalian makan aja duluan.. Tasya membuka tasnya dan mengambil uang lembaran seratus ribuan lalu memberikannya pada Mely. Karna tadi Tasya berjanji akan mentraktir mereka makan siang karena semangat mereka yang melayani banyak pasien....
"Baiklah dok.. Mely mengambil uang di tangan Tasya lalu bergegas ke kantin karena memang perut mereka sudah lapar. Tasya pun bersiap-siap menemui Arlan di ruangannya...
Sebelum mengetuk pintu ruangan Arlan, Tasya berdiri didepan pintu itu untuk mengatur irama jantungnya yang terpacu. Dia menghirup udara dalam-dalam lalu melepasnya...
"Aku harus profesional, nggak boleh kebawa perasaan. Ingat, Arlan adalah masalalu mu Tasya...
Tok..tok...tok...
"Masuk..... Suara dari dalam sana
Tasya menarik gagang pintu itu perlahan. Setelah pintu terbuka dilihatnya sepasang mata Arlan tertuju padanya....
"Selamat siang pak..... "sapa Tasya....
Arlan hanya terdiam sambil memandang lekat kearah Tasya. Tasya hanya berdiri didepan pintu karena Arlan yang masih terus menatapnya...
"Ma'af pak, anda memanggil saya? "tanya Tasya yang tak ingin terlalu lama ditatap oleh Arlan...
__ADS_1
"Natasya.... silahkan duduk." ajak Arlan menunjuk sebuah sofa diruangannya itu....
Tasya pun duduk disofa itu. Lalu Arlan mengambil posisi duduk didepan Natasya. Arlan terus memandangi Tasya, Hingga membuat Tasya menjadi tidak nyaman.
"Nat, aku minta ma'af..... begitulah kalimat pertama yang di ucapkan Arlan...
"Minta ma'af kenapa pak? "tanya Tasya yang seolah tidak kenal Direktur Rumah Sakit itu....
"Nat, jangan panggil aku pak, panggil aja Arlan seperti biasanya.... Arlan memohon.
"Ma'af pak, bapak adalah atasan saya, maka sudah seharusnya saya menghormati anda....
"Nat.... Arlan meraih kedua tangan Tasya..
Dengan cepat Tasya menarik tangannya kembali.
"Apa kamu begitu membenciku Nat? Aku memang salah Nat, aku memang jahat karena meninggalkan mu disaat hari pernikahan kita, tapi kamu harus tau Nat,
"Ma'af pak, jika anda memanggil saya hanya untuk membahas masalah yang tidak penting, maka saya akan keluar. Karena saya tidak punya waktu...." Tasya berdiri dari duduknya dan ingin keluar dari ruangan itu..
"Kamu apa-apaan sih Arlan, lepaskan tangan aku. Tasya menarik tangannya dengan kasar.
"Nat, aku mohon dengarkan dulu penjelasan aku.." Arlan sudah bersimpuh dilantai sambil memegang kedua tangan Tasya dan mendongakkan kepala nya keatas menatap Tasya dengan penuh harap.
"Penjelasan apa lagi Arlan??
"Aku mencintaimu Nat, tak sedikitpun perasaan aku berubah terhadap kamu... Kini air mata Arlan sudah tidak bisa dibendung lagi...
Tasya melihat ketulusan dimata itu...
"Arlan.... apaan sih, kamu jangan begini nanti kalau ada yang masuk gimana?? Tasya melirik ke pintu takut ada yang akan melihat mereka...
"Aku tidak peduli Nat, biarkan aja mereka tau kalau aku sangat mencintai kamu...
__ADS_1
"Jangan gila Arlan....
"Aku memang sudah gila Nat... Aku tidak bisa berkuasa atas diriku sendiri. Aku membiarkan orang lain menguasai diriku. Dua tahun aku terbelenggu, hidup didalam aturan orang lain. Aku sangat tersiksa menjalani hidup ku selama dua tahun itu Nat, karena tidak bisa melihat orang yang aku cintai. Aku tidak bisa menolak perjodohan itu Nat...."
"Emangnya siapa yang menjodohkan kamu Lan, dan siapa wanita yang dijodohkan denganmu?? "kini Tasya menatap kedua mata Arlan menanti jawaban dari laki-laki itu...
"Ceritanya panjang Nat... Arlan sudah duduk di sofa disamping Tasya...
Arlan menarik nafasnya panjang dan melepasnya perlahan....
"Yolanda Nat... Yolanda Safitri....
"Yolanta anaknya pemilik Kampus kita Lan? anaknya nya pak Ramli Efendi? Tasya meyakinkan...
"Iya Nat....
"Kok bisa??
"Yolanda hamil Nat, dan pacarnya itu tidak mau bertanggung jawab dan kabur. Pak Ramli tidak ingin masalah itu merusak reputasi keluarganya dan juga reputasi Kampus, makanya pak Ramli meminta aku untuk menikah dengan Yolanda dan tinggal di New York...
"Tapi kenapa harus kamu Arlan dari sekian banyak laki-laki didunia ini..."
"Ibuku bekerja di rumah pak Ramli Nat, ibuku berhutang budi pada pak Ramli. Pak Ramli begitu baik dengan keluarga ku, Dan juga Beasiswa yang aku dapatkan juga karna pak Ramli Nat... Reyhan berkata lirih...
Tasya merasa kasian pada Arlan.
"Terus dimana Yolanda sekarang Lan?
"Yolanda meninggal dunia 3 bulan yang lalu Nat. Karena mengalami kecelakaan. Saat itu Yolanda habis clubbing dengan teman-temannya, dia mengemudikan mobilnya dalam keadaan mabuk. Lalu menabrak kereta api.. Jawab Arlan...
"Kasian Yolanda... Terus dimana anaknya sekarang Lan?
"Anaknya ada sama mamanya Nat... Waktu Yolanda meninggal, anaknya di bawa pulang ke Indonesia sama mamanya....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya, nanti disambung lagi😁