
Happy Reading gays, jgn lupa like dan komennya ya...
Pagi ini Tasya datang terlambat kerumah sakit. Dilihatnya Ugd Rumah Sakit itu penuh oleh anak sekolah seragam putih abu-abu. Ternyata Vara melihat kedatangan Tasya dan berlari menghampirinya dengan wajah yang sangat cemas...
"Nat.... akhirnya kamu datang juga, cepat Nat..."Vara menarik tangan Tasya
"Kenapa Var?" Tasya masih kebingungan...
"Kamu lupa ya Nat, hari ini jadwal kamu piket Igd Nat. Dan lihat tuh anak Sma habis kecelakaan. Kamu harus cepat tangani dia..."
"Astaga Var, aku lupa.... " Tasya dan Vara berlari menuju ke Ugd..
Dilihatnya anak cewek berseragam Sma tak sadarkan diri dengan kepalanya yang berlumuran darah, terdapat luka menganga di kepalanya... Buru-buru Tasya menaruhkan tasnya di locker dan cepat-cepat menangani anak itu yang lukanya sudah dibersihkan oleh Suster Meri.
Anak itu mendapatkan 20 jahitan dikepalanya. Untung cepat ditangani kalau tidak anak itu bisa mati kehabisan darah...
Baru juga Tasya mau duduk untuk istirahat sejenak, tiba-tiba datang lagi pasien gawat darurat. Kali ini seorang ibu-ibu setengah baya yang mengalami kejang-kejang karena gula darahnya tinggi.
"Cepat pasangkan infus pada ibu itu.." kata Tasya menyuruh Vara dan Mery memasang infus. Setelah itu Tasya mengambilkan darah ibu itu dengan jarum suntik untuk dilakukan pengecekan di labor.
Setelah menangani ibu itu, kini datang lagi pasien baru dengan penyakit lainnya. Kaki Tasya mulai begetar di bawa berdiri karena dari pagi belum sarapan apa-apa ditambah lagi hari ini hanya dia sendiri dokter piket di Igd. Ada 5 pasien di Igd yang semuanya telah di tangani oleh Tasya dan juga perawat disana. Semuanya lagi menunggu untuk dipindahkan keruangan Rawat Inap..
"Var... kita makan yuk aku belum makan apa-apa ni.." kata Tasya sambil melirik jam ditangannya yang sudah menunjukan pukul satu siang...
__ADS_1
"Ayok Nat, gua juga lapar. Mudah-mudahan nggak ada lagi pasien gawat darurat yang datang..."
"Bentar Var, Dokter Mirna belum datang ni. Nggak mungkinkan Igd ditinggal..."
Dokter Mirna adalah dokter yang akan bertugas di Shift siang...
"Itu dokter Mirna, "kata Vara sambil menunjuk dokter Mirna yang sedang berjalan ke arah Igd...
"Syukurlah Var, gua udah lemes bangat ni mau pingsan rasanya.." kata Tasya sambil mengelus dadanya....
Setelah mereka bertukar Shift kini Tasya dan Vara bergegas menuju kantin di Rumah Sakit itu...
Tasya memesan ayam goreng dengan sambal terasi dan minuman jus tomat... Vara pun begitu.
"Pak Arlan... "sapa Vara sambil menundukkan kepalanya dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan....
Arlan hanya tersenyum memandang Vara. Kemudian Arlan memanggil pelayan dan memesan menu yang sama dengan mereka. Pengunjung yang berada dikantin itu seolah terkejut melihat kedatangan Arlan di sana, karena Direktur Rumah Sakit itu mau turun langsung makan di kantin...
Tasya hanya terdiam tanpa menoleh kearah Arlan. Tasya sibuk dengan makanannya. Hingga dia tidak nyaman karena dari tadi Arlan terus menatapnya... Vara pun tersenyum kecil melihat ulah Arlan. Vara ingat dulu sering diajak makan bareng Tasya dan Arlan...
"Pak.. pesanan anda sudah datang, silahkan dimakan" kata Vara
"Var, please panggil Arlan aja. Merasa tua banget gitu di panggil pak.."
__ADS_1
"Lah kan bapak emang Atasan saya, ya dipanggil pak lah..."
"Terserah kamu aja lah Var, di Kantor boleh panggil pak, tapi di luar panggil Arlan.... "perintah Arlan sambil menyuapkan makanan kemulutnya...
"Siap pak..." kata Vara sambil tersenyum...
"Udah siapkan Var, yuk kita pulang." ajak Tasya...
"Kan pak Arlan belum siap Nat, masa udah ditinggal..."
"Emangnya tadi kita bareng dia, kan nggak." kata Tasya...
"Iihhh Tasya mah jahat banget nggak mau nungguin pak bos..."
"Nat... aku antar kamu pulang ya...."pinta Arlan
"Nggak usah Lan, aku bawa mobil sendiri kok.... "jawab Tasya ketus
"Biar mobil lo Vara aja yang bawa.... "kata Arlan sambil melirik Vara...
"Lo gila ya Lan, gua mana bisa bawa mobil..." Upppss Vara menutup mulutnya dengan tangannya.. "Sorry pak, aku kelepasan....
"Nggak apa-apa Var, aku malah sukanya yang begitu. lebih dekat dan lebih akrab seperti dulu.." kata Arlan sambil tersenyum manis.....
__ADS_1