Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
44


__ADS_3

"Aku tidak pernah menganggap Yolanda sebagai istriku. Aku dengan duniaku, dia pun dengan dunianya pula. Yolanda itu sukanya clubbing, dan suka bawa laki-laki kerumah. Hanya didepan orang tuanya kami terlihat seperti suami istri. Itupun jarang, karna orang tua Yolanda hanya sekali-sekali saja berkunjung.. Arlan bercerita panjang lebar...


"Kasian sekali kamu Arlan, batin Tasya....


"Nat, aku masih punya kesempatan kan?? Arlan menatap lekat ke arah Tasya....


"Ma'af Arlan... aku sudah menikah.... "jawab Tasya sambil menundukkan kepalanya...


"Arlan kamu datang disaat waktu yang tidak tepat, kini aku sudah mencintai Reyhan"


"Aku sudah tau Nat kalau kamu sudah menikah. aku juga tau kalau kamu tidak bahagia menjalani rumah tangga mu, karena kamu dijodohin sama Mas Bagas.. Kali ini Arlan sangat bersemangat...


"Ma'af Arlan, aku sangat mencintai suamiku....


"Kamu bohong Nat, aku tau kamu tidak mencintai suamimu.. Nat, aku mohon mari kita mulai dari awal lagi Nat, sudah cukup kita menyiksa diri kita Nat... Arlan menguncang bahu Tasya dengan kedua tangannya...


Tok....tok...tok....


Tiba-tiba pintu diketuk dari luar. Arlan melepaskan tangannya dari bahu Tasya. Lalu mempersilahkan orang itu masuk. Dan alangkah terkejutnya Tasya ketika yang datang itu adalah Dara.


"Siang kak Arlan, sapanya dengan senyum yang telah dibuat semanis mungkin...


"Siang juga Dara, jawab Arlan...


Dara mendekat kearah Arlan tanpa menghiraukan Tasya yang ada disamping Arlan...


"Ma'af kalau gitu saya pamit dulu, kata Tasya sambil berlalu meninggalkan ruangan Reyhan...

__ADS_1


"Aku lupa nanyain, sebenarnya ada hubungan apa Dara dengan Arlan...


Tasya kembali keruangannya untuk mengambil tasnya, karena Tasya akan pergi kerumah Vara. Dilihatnya jam ditangannya menunjukan pukul tiga sore.


Setibanya dirumah Vara..


Tok....tok....tok....


Cekleeetttt.... Pintu terbuka....


"Ehh nak Natasya....


"Ibu... Tasya mencium punggung tangan ibu Vara...


"Ayo masuk nak, ajak ibu Vara sambil menutup kembali pintunya....


"Itu dia masalahnya Nat, Vara tidak mau keluar kamar dari tadi malam. Ibu panggil-panggil juga diam aja.. Makanya ibu nggak berangkat kerja hari ini, ibu khawatir nak. Mana dia belum makan apa-apa lagi." Ibu menunduk sedih....


"Ibu tenang aja ya, aku akan membujuk Vara untuk makan.. Tasya mengelus pundak ibu lalu berjalan kekamar Vara....


Tok...tok...tok....


"Vara.... bukain pintu.. ini gua Natasya...


Ceklet pintu terbuka....


Setelah Tasya masuk, Vara mengunci pintunya lagi...

__ADS_1


Vara kembali ketempat tidurnya, dia terlihat sangat kusut dan juga matanya sembab...


"Elo kenapa Var?? Tasya memegang bahu Vara yang membelakanginya....


"Arjuna Nat, dia mutusin gua... hikz..hikz


Vara menangis sambil memeluk Tasya dengan erat. Tasya mengelus lembut punggung Vara...


"Tapi kenapa Var, bukankah Arjuna sangat mencintai lo??


"Mamanya Arjuna nggak setuju kalau dia nikah sama gua. Karena gua hanya anak tukang cuci, dan mama Juna udah ngejodohin dia dengan anak orang kaya yang sebanding dengannya.... Huuuuaaaaa..." Vara semakin kencang menangis....


"Kok mamanya Juna gitu ya Var, perasaan gua dulu dia sayang banget ama lo. Dari dulu dia kan juga dah tau kalau ibu kerjanya tukang cuci, terus kenapa sekarang dia berubah ya?? Tasya tanpak heran. Karena dia tau betul kalau dulu Vara sering diajak main kerumah sama Juna. Mereka juga pacarannya sudah hampir 5 tahun...


"Itu dia Nat, gua juga nggak ngerti... Arjuna juga nurut aja, nggak mau perjuangin gua...


"Var... kan belom pasti juga.. Lo sabar dulu ya... biarkan Arjuna tenangin dirinya dulu...


"Gua laper ni Var, makan yok..


"Hah lo belum makan Nat? Vara terperanjat sambil melepaskan pelukannya....


"Belom Var, kata Tasya sambil mengelus perutnya....


"Ya ampun Nat, ma'afin gua ya. Pasti tadi lo nggak sempat makan kan karena banyaknya pasien.. Vara tanpak bersalah...


"Iiiihhh bukan Var, emang gua aja yang lupa makan...

__ADS_1


Tasya tak ingin menceritakan pertemuannya tadi dengan Arlan. Cukuplah Vara hanya memikirkan masalah dia, Tasya tak ingin membuat Vara juga memikirkan masalahnya dengan Arlan...


__ADS_2