
"Nat... Arlan nggak berubah ya masih ganteng kayak dulu.." kata Vara sambil mengejar langkah Tasya yang berjalan cepat didepannya...
"Kalau lo mau buat lo aja Var, gantinya Arjuna..." jawab Vara ketus
"Emang semudah itu, Arjuna tu takkan tergantikan dihati gua, one and only tau nggak.."
"Oh ya gimana kelanjutan hubungan lo sama Arjuna?? "tiba-tiba Tasya menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap Vara....
"Arjuna minta waktu dulu buat ngejelasin sama mamanya kalau dia nggak mau dijodohin..."
"Syukur deh Var... berarti masih ada harapan buat lo... Oh ya kita ngemall yuk..."
"Ngemall?? hmmm... pasti nih abis ribut sama Reyhan, ya kan?? "
"Nggak ribut Vara sayang, Reyhan ke luar Negeri. Jadi gua kesepian di rumah.. "suara Tasya melemah
"Aduuuuhhhh.... cup...cup....cup...kasian bangat sih yang ditinggal pergi pangerannya... "Vara menepuk pundak Tasya dengan lembut sambil ngeledek Tasya...
"Udah deh Var, yukk... "Tasya menarik tangan Vara menuju parkiran...
"Sesampainya di Mall mereka memesan tiket untuk nonton Bioskop. Terlebih dahulu mereka membelikan minuman dan cemilan untuk dibawa nonton. Tasya memilih nonton film horor kesukaannya. Sebenarnya Vara nggak suka nonton horor, tapi kalau Tasya yang ngajakin Vara tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan sahabatnya itu. Apalagi Tasya yang membeli tiket dan juga cemilannya...
"Nat, kenapa sih lo suka bangat nonton horor? gua nggak punya teman ni dirumah. Ibu kan lagi pergi Nat... hikz... " Vara menyembunyikan kepalanya di lengan Tasya karena melihat kuntilanak di layar besar itu...
"Kebetulan banget tu Var, gua juga mau ngajakin elo nginap tempat gua sampai Reyhan pulang... "kata Tasya yang matanya tidak berkedip dengan pandangan didepannya...
"Yang bener Nat,, wahh gua senang banget.." pekik Vara kegirangan...
"Isss... jangan berisik Var, ntar penonton yang lainnya pada marah lo..."
"Iya... ya... gua diam ni.. gua tidur aja kali ya Nat..."
Setelah filmnya habis Tasya baru sadar kalau Vara sudah tertidur pulas disampingnya...
__ADS_1
"Iisss... kebiasaan bangat ni anak. selalu aja tidur di bioskop.. bukannya nonton malah molor...
"Var.... bangun... gua tinggal ni biar lo ditemanin kuntilanak.. "kata Tasya sambil memukul bahu Vara....
"Hoooaaammmm... udah siap ya Nat? "kata Vara sambil merentangkan tangannya...
"Sudah nona.... ayuk pulang... "
"Alhamdulillah... lega gua mah... Tapi sebelumnya kita mampir kerumah gua dulu ya Nat, gua mau ambil baju...
"Oke.. Var..."
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai juga didepan rumah Reyhan...
"Turun Var, kita udah sampai..."
"Ini rumahnya Reyhan ya Nat?? woooww keren banget... "mulut Vara sampai melongo melihat kemewahan rumah Reyhan. Rumah minimalis tapi mewah..
Ceklet.... pintu terbuka...
"Malam bik.... "sapa Tasya yang melihat bik Ani sedang menonton diruangan tengah....
"Malam juga non...."
"Oh ya bik kenalin ini teman aku namanya Vara.. dia bakal nginap disini nemanin kita selama Reyhan pergi..."
Vara masih sibuk memperhatikan rumah itu dengan mulutnya yang masih menganga. Ini pertama kali Vara datang kerumah Reyhan dan Tasya...
"Vara...." panggil Tasya
"Iii..iiya Nat....
Vara menjabat tangan bik Ani...
__ADS_1
"Vara bik.... "
"Yaudah bik kalau gitu kita keatas dulu ya, mau mandi dulu... "kata Tasya
"Oke non, bibik siapin makan malam dulu ya...
"Oke bik.... "
Tasya dan Vara bergegas menuju lantai atas.
"Var, lo mandi dulu gih... " kata Tasya sambil membuka pintu kamar tamu lalu meletakkan tasnya di nakas samping tempat tidur...
"Siiippp.. Nat." Vara mengacungkan jempolnya keatas...
Lalu Tasya begegas menuju kekamarnya, sementara Vara membaringkan badannya dikasur yang empuk itu...
"Nyamannya... dikamar tamu aja kayak gini apalagi kamar nyonya rumah.. nggak bisa dibayangin, hidup lo beruntung bangat Nat..." gumam Vara sambil menatap atap kamar itu..
Lalu Vara mendengar suara ponsel Tasya berdering dari dalam tasnya.
"Ponselnya Tasya bunyi nih, jangan-jangan Reyhan yang nelpon..
"Sabar ya Rey, istri lo lagi mandi tuh... Vara bicara sendiri..
Karna terus berdering akhirnya Vara membuka tasnya Tasya dan mengambil hp tersebut...
"Sorry ya Nat, bukannya gua lancang gua cuma kasian aja sama si penelpon takut dia khawatir.." kata Tasya yang masih bicara sendiri
"Nomor tidak dikenal?? Apa panggilan darurat dari Rumah Sakit ya?" Akhirnya Vara menggeser tombol hijau yang ada dilayar ponsel tersebut...
****
Mohon bantu Vote ya sayang😘dan juga like dan komen...tq🙏😁
__ADS_1