Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
79


__ADS_3

Happy reading....


Pagi-pagi sekali Reyhan sudah terbangun dari tidurnya. Semenjak Tasya hamil, bangun pagi-pagi merupakan rutinitas baginya karena Tasya selalu mengalami morning sickness di setiap pagi. Namun pagi ini terasa beda, ketika Reyhan membuka matanya, dia melihat Tasya masih tidur nyenyak dalam pelukannya.


"syukurlah sayang, kamu baik-baik aja pagi ini.." ucap Reyhan sambil mengecup kening Tasya.


Karena Reyhan merasa sudah tidak mengantuk lagi, dan berhubung hari ini juga hari libur, maka dia pun bernisiatif untuk melakukan lari pagi sambil melihat keadaan neneknya. Karena sejak kejadian itu, Reyhan sudah tidak pernah lagi berkunjung ke rumah neneknya.


Melihat Tasya yang tidur begitu nyenyak, Reyhan menjadi tidak tega untuk membangunkannya. Apalagi dia takut jika nanti Tasya akan kembali muntah-muntah seperti hari biasanya. Melihat Tasya yang menderita setiap paginya, Reyhan menjadi sangat sedih dan khawatir. Jika saja bisa di gantikan, biarlah dirinya saja yang mengalami morning sickness seperti yang di alami Tasya.


Kini Reyhan sudah bersiap-siap untuk melakukan olahraga pagi. Reyhan terlihat sangat tampan dengan menggunakan topi hitam beserta hoodie hitam dan juga celana olahraga warna senada. Tak lupa Reyhan memasang earphone di telinganya untuk mendengar music kesukaannya.


Sebelum pergi, Reyhan kembali mengecup kening Tasya dengan lembut.." sayang, aku ke tempat nenek bentar ya, habis itu aku akan mengajakmu jalan-jalan sepuasnya" ucap Reyhan.


Lalu Reyhan berjalan perlahan menuju ke bawah. Di lihatnya bik Ani sedang sibuk di dapur untuk membuat sarapan.


"pagi bik.."sapa Reyhan


"pagi juga den.. Den Reyhan mau pergi olahraga ya?"


"iyaa bik, sekalian aku mau ke tempat nenek, nanti kalau Tasya bangun dan cari aku bilang aja aku olahraga ya bik.."


"baik den.."


Reyhan berlari-lari kecil sambil menikmati alunan music yang dia dengarkan. Hingga dia tidak menyadari jika dari tadi ada orang yang berteriak-teriak memanggil namanya. Lalu datanglah anak laki-laki yang berumur sekitar 6 tahun menarik bajunya dari belakang, hingga Reyhan menjadi terkejut dan menghentikan langkahnya.


"kenapa dek? "tanya Reyhan pada anak laki-laki itu.

__ADS_1


"om namanya Reyhan ya?" tanya anak itu.


"iya, kenapa emangnya??" tanya Reyhan bingung.


"kakak itu dari tadi manggil-manggil nama om.." ujarnya sambil menunjuk wanita yang berada tidak jauh di belakangnya.


"siapa??" Reyhan tidak bisa mengenali wanita itu karena lampu jalan yang tidak begitu terang. Dan lagian seingat dia tidak ada satupun wanita muda yang dia kenal di komplek itu, karena memang Reyhan sibuk bekerja dan berada di rumah hanya ketika malam saja.


Wanita itu kini makin mendekat, dan mengembangkan senyum manisnya kepada Reyhan.


"Rey... kamu beneran Reyhan kan??"


"iyaa.. aku Reyhan. Kamu siapa?"


"masa kamu lupa sih, aku Tika Rey.."


"Iyaa... Tika sahabatnya Wulan. Masa lupa sih?"


"Ooo iya aku ingat.. Tika kok kamu bisa ada di sini ya?" tanya Reyhan bingung. Karena setau Reyhan rumah Tika itu di jalan Cempaka, sekitar 30 menit dari komplek sini. Dulu Reyhan sering mengantar Wulan ke rumah Tika, karena memang Tika adalah sahabat dekatnya Wulan.


"aku baru kembali dari Australi Rey, baru dua hari aku pindah ke sini. Kebetulan tadi aku lagi menghirup udara segar diluar, aku liat kamu makanya aku panggil-panggil, tapi kamunya malah nggak dengar.."


"oh ma'af, aku lagi dengerin music jadi nggak dengar. Emangnya kamu tinggal di mana Tik?"tanya Reyhan


"itu rumah ku.." ucap Tika sambil menunjuk rumah cat biru berpagar tinggi di seberang rumah Reyhan.


"ooohh jadi itu rumahmu. Aku nggak pernah tau penghuni rumah itu, karna aku jarang melihat orang di sana.."

__ADS_1


"iya, selama ini tante aku yang tinggal di sana, itupun tante jarang pulang karena bolak balik ke kota Z untuk mengurus bisnisnya.."


"ooo... gitu.. ya udah Tik, kalau gitu aku jalan dulu ya..." ucap Reyhan..


"Rey, tunggu..!!


"kenapa Tik??"


"aku boleh ikut kamu nggak? sekalian aku pengen tau tentang komplek sini..." ujar Tika dengan senyum manisnya. Padahal dia hanya menggunakan piyama dan juga sandal rumahan, tidak mungkin menggunakan pakaian seperti itu untuk berolahraga.


"oooo ya silahkan.." ucap Reyhan agak terpaksa.


Sebenarnya Reyhan merasa keberatan, apalagi dia bukan hanya ingin jalan pagi tapi juga ingin pergi ke rumah neneknya. Belum lagi kalau nanti Tasya tau, Tasya pasti bakalan marah karena melihat dirinya jalan dengan wanita lain. Tapi Reyhan juga tidak enak jika melarang Tika untuk ikut dengannya.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Reyhan, saat ini dia hanya memikirkan bagaimana caranya supaya Tika bisa pergi darinya.


"Rey.. kita istirahat bentar yuk, aku capek.." ucap Tika sambil menunjuk kursi di taman.


"ma'af Tik, tapi aku buru-buru. Istri ku pasti sudah menunggu ku di rumah.."


"jadi kamu sudah menikah Rey??" tanya Tika terkejut.


"iya... aku sudah menikah 5 bulan yang lalu, dan sekarang istriku lagi hamil.."


Tika begitu terkejut mendengar ucapan Reyhan. Dia tidak menyangka kalau Reyhan bakal semudah itu melupakan Wulan, karena setaunya, Reyhan sangat mencintai Wulan. Masih teringat olehnya Reyhan sempat pingsan di hari pemakaman Wulan, setelah itu Reyhan juga sempat sakit dan di rawat di Rumah sakit. Tapi sekarang, dengan santainya Reyhan mengatakan jika dirinya sudah menikah dan istrinya lagi hamil.. "aku pikir kamu sangat mencintai Wulan dan nggak bisa melupakannya.." ucap Tika dengan nada kecewa.


"Wulan juga pasti bahagia jika melihat aku bahagia.."ujar Reyhan sambil mengembangkan senyumnya.. "ya udah, kalau gitu aku pulang dulu ya Tik..."

__ADS_1


Tika hanya diam mematung entah apa yang dipikirkannya. Hingga akhirnya dia berjalan perlahan mengikuti langkah Reyhan di depannya..


__ADS_2