Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
64


__ADS_3

happy reading...


Jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi namun Tasya juga belum sanggup untuk bangun dari tempat tidurnya, karena setiap dia mau bangun perutnya terasa mual dan pengen muntah. Untuk saat ini berbaring adalah yang paling nyaman untuknya..


tok...tok...


"masuk bik.. " sahut Tasya lirih


"non... ada tamu di bawah, dia nyari non.." ucap bik Ani


"siapa bik? Vara ya? suruh ke atas aja bik, aku nggak sanggup bangun..."


Setau Tasya hanya Vara satu satunya temannya yang tau tempat tinggal dia dan Reyhan..


"bukan non.. dia laki laki non.."


Laki laki?? siapa ?? gumam Tasya dalam hati


"ya udah bik, suruh nunggu bentar ya.. bentar lagi aku turun..."


Sebenarnya Tasya tidak sanggup untuk bangun, jangankan bangun dari tempat tidur, membuka matanya aja terasa berat.


"baik non..." ucap bik Ani sembari berlalu meninggalkan Tasya

__ADS_1


Karena masih sempoyongan Tasya hampir terjatuh saat menuruni anak tangga, untung dia bepegangan kuat di handrail tangga. Ketika matanya mengarah ke ruang tamu betapa terkejutnya Tasya ketika yang dia lihat itu adalah Arlan..


Arlan?? ngapain dia ke sini??


Arlan yang menyadari langkah kaki Tasya langsung berbalik badan menghadap ke tangga dimana Tasya masih berdiri. Arlan memandang Tasya dengan perasaan iba. Bagaimana tidak terakhir dia melihat Tasya di seret oleh suaminya dengan paksa, lalu hari ini Arlan menerima surat pengunduran diri Tasya yang membuat dia langsung mencari tahu alamat Tasya dan menemuinya langsung. Setelah masuk ke rumah Tasya betapa terkejutnya dia melihat orang yang dia cintai terlihat lemas dan pucat. Ingin rasanya Arlan menggendong Tasya turun dari tangga, tapi apalah daya dia sadar kalau sekarang Tasya sudah menjadi istri orang..


"Arlan kamu ngapain kesini?? "tanya Tasya yang sudah berdiri di depan Arlan..


"Nat, kamu kenapa?? kamu sakit ya?? "tanya Arlan dengan suara serak karena dia hampir menangis melihat keadaan Tasya


"aku nggak apa apa Lan?? kamu ngapain ke sini??


"nggak apa apa gimana?? kamu tu lagi sakit Nat. ayo kita ke Rumah sakit.. " ucap Arlan sambil menarik tangan Tasya


" Arlan... apaan sih, aku nggak kenapa kenapa. kamu ngapain ke sini?? "tanya Tasya lagi sambil menepis tangan Arlan


Tasya menundukkan kepalanya..


"aku sudah duga, kamu itu nggak bahagia kan Nat menjalani rumah tangga kamu. Kamu pasti di paksa kan Nat, supaya kamu mengundurkan diri dari Rumah sakit??"


"Arlan... berulang kali aku katakan, kalau aku sangat bahagia, aku sangat mencintai suami ku, dan aku juga tidak di paksa untuk mengundurkan diri, itu adalah kemauan aku sendiri.." jelas Tasya


"tapi kenapa Nat?? "

__ADS_1


"aku hamil Lan, aku ingin fokus merawat kandungan aku.." ucap Tasya


Arlan terdiam sejenak. Terlihat raut kekecewaan di wajahnya. Kini sudah tidak ada lagi harapan untuk kembali pada Tasya. Karena Tasya sudah mengandung anaknya Reyhan..


"baiklah Nat, kalau emang itu keputusan kamu. Aku bahagia jika kamu bahagia. Semoga kamu dan juga calon bayi kamu sehat sampai lahiran. Jika kamu masih ingin kembali ke Rumah sakit, pintu selalu terbuka untuk kamu. Kalau gitu aku pamit... " ucap Arlan


Sementara Reyhan baru aja selesai meeting. Dia berencana langsung pulang. Namun sebelum pulang Reyhan mengecek cctv rumahnya yang dia hubungkan dengan ponselnya. Alangkah marahnya Reyhan ketika dia melihat Arlan yang datang kerumahnya. Darahnya sudah naik ke ubun ubun...


"berani sekali laki laki itu menginjakkan kakinya di rumah ku, awas aja akan ku patahkan kaki mu.."


Lalu tiba tiba Reyhan mendengar Tasya mengatakan kalau dia lagi hamil. Seketika raut wajah Reyhan langsung berubah menjadi haru dan bahagia..


Tasya hamil??? berarti sebentar lagi aku akan jadi ayah??


Reyhan meraih jasnya yang tersampir di lengan kursi. Lalu bergegas meninggalkan ruangannya..


"Pak Reyhan, kita ada jadwal bertemu klien di restoran XX.. "ucap Soni yang melihat Reyhan buru buru..


"batalkan.. "ucap Reyhan sambil berlalu meninggalkan Soni..


Batalkan?? kenapa segampang itu sih pak membatalkan pertemuan dengan klien, bagaimana aku mengurusnya. arrrggghhh


Soni menarik rambutnya..

__ADS_1


*****


jangan lupa like dan komen... tq


__ADS_2