
Sesampainya di rumah sakit jam menunjukan pukul 07.20... Itu berarti Tasya masih punya waktu 40 menit. Karna jam praktek dimulai pukul 08.00 wib...
Setelah selesai memarkirkan mobilnya di parkiran Rumah Sakit, Tasya bergegas menuju kantin Rumah Sakit itu... Disitu terlihat beberapa orang perawat yang baru selesai dinas malam. Mereka sedang sarapan bersama sebelum kembali kerumah masing-masing...
"Selamat pagi Dokter Natasya, sapa salah satu dari mereka. Tasya tidak begitu hafal nama- nama pegawai di Rumah Sakit itu karna saking banyaknya. Tapi sudah pasti para pegawai tau sama Tasya karna dia Dokter disana...
"Pagi juga balas Tasya.... Dengan senyum ramahnya, karna Tasya memang dikenal mudah tersenyum dan sangat ramah pada siapapun. Lalu meraih kursi di samping meja mereka... Tasya memesan jus jeruk panas dan juga sop iga sapi....
"Gua nggak nyangka pak Adiguna mengalami struk... Padahal bapak orang yang sangat baik...
"Iyaa... Gua kasian banget, timpal yang satu nya lagi...
Tasya yang berada dekat dengan mereka mendengar jelas apa yang mereka bicarakan..
"Haaahh?? Pak Adiguna struk??"
Ingin rasanya Tasya menanyakan langsung pada mereka, tapi dia urungkan karna tak ingin mereka tahu kalau dia menguping pembicaraan mereka...
Pak Adiguna adalah Direktur di Rumah Sakit itu.. Umurnya sudah hampir 70 tahun. Tapi beliau tidak memiliki keturunan. Selama ini setau Tasya pak Adiguna sangat sehat, makanya Tasya terkejut ketika mereka bilang beliau mengalami struk...
"Dan lu tau nggak siapa yang bakal menggantikan pak Adiguna??
Suaranya begitu bersemangat hingga Tasya menghentikan mengunyah makanan dimulutnya, berharap bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka..
__ADS_1
"Siapa... siapa ??? Mereka sangat bersemangat ingin tau siapa yang akan menggantikan posisi Direktur di Rumah Sakit itu....
"Namanya Arlan Pratama....
"Uhuk.... uhuk.... Tasya tersedak. Lalu dengan cepat Tasya meraih gelas berisi air putih yang ada di depannya....
"Dia masih muda lo, umurnya sekitar 30 tahun. Dia tampaaaaaaaan banget, bak oppa Korea. Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia seorang duda anak satu....
"Untuk gua aja....
"Gua mau.....
"Jodohku.....
Sementara Tasya tersandar di kursinya. Tiba-tiba selera makannya menghilang..
"Kenapa harus Arlan ???
"Kenapa Arlan datang lagi???
"Kenapa Arlan jadi duda, kemana istrinya Arlan??
Beribu pertanyaan muncul dibenak Tasya.. Bagaimana mungkin dia akan berada di satu atap dengan laki-laki yang telah menghianatinya. Bertahun-tahun Tasya mengalami patah hati setelah ditinggalkan begitu aja oleh Arlan. Bahkan tak sekalipun Arlan menghubunginya setelah kepergiannya, hilang bagaikan di telan bumi. Kini Arlan kembali dengan status duda anak satu sedangkan dia sudah menikah dengan laki-laki yang tidak mencintainya...
__ADS_1
Tasya berjalan gontai menelusuri koridor Rumah Sakit menuju keruangannya.. Masih tak habis pikir, kenapa bisa Arlan. Apa hubungan Arlan dengan pemilik Rumah Sakit ini. Selama ini setau Tasya Arlan hanyalah seorang yatim yang tinggal bersama ibunya. Arlan bisa sekolah dan kuliah Kedokteran itu berkat beasiswa yang diterimanya, karna memang Arlan anak yang sangat pintar....
Vara yang melihat Tasya berjalan gontai tanpa semangat, paham akan apa yang dipikirkan sahabatnya itu. Sebenarnya Vara sudah tau berita tentang Arlan, karna semua pegawai Rumah Sakit sudah mengetahuinya, hanya Tasya yang tidak tau karna sedang cuti. Namun Vara enggan menceritakan pada sahabatnya itu, biarlah Tasya tau sendiri tanpa harus dirinya yang memberi tahu....
"Selamat pagi Nat, sapa Vara....
"Pagi juga Var, jawab Tasya tidak bersemangat..
Lalu Vara meraih tangan Tasya dan berjalan bersama memasuki ruangan Tasya...
"Lu udah tau kan Var??? Tanya Tasya sambil meletakkan tasnya di meja
"Ma'af nat,, Gua nggak kasih tau lo....
"Kenapa harus Arlan Var??
Gua baru aja mencoba bangkit, kenapa dia datang lagi??"
Vara memeluk Tasya, sambil mengelus lembut punggung Tasya. Vara paham apa yang dirasakan sahabatnya itu....
****
Jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komen ya gengs😉
__ADS_1