
Happy reading gays, jangan lupa like, komen dan vote bintang 5 ya, biar authornya semangat terus buat up tiap hari๐๐
Sudah tidak sabar rasanya Reyhan untuk cepat-cepat sampai rumah. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tampa rasa bersalah karena telah membatalkan pertemuan penting dengan kliennya. Baginya Tasya adalah nomor satu sekarang, apalagi tadi dia meninggalkan Tasya dalam keadaan sakit di tambah lagi dia mengetahui kabar kalau Tasya sedang hamil anaknya.
Sementara Arlan sudah pamit pulang. Tasya ingin kembali ke kamar, dia berjalan perlahan sambil memegang kepalanya yang sangat pening. Namun baru sampai di tangga, Tasya sudah tidak kuat untuk berjalan, keringat dingin membasahi badannya, penglihatannya mulai gelap, dunia serasa berputar lebih kencang dari biasanya...
Ya Tuhan... bagaimana aku kembali ke kamar, aku udah nggak kuat. Bik Ani mana ya??
Tasya ingin berteriak memanggil bik Ani, namun suaranya tidak bisa keluar. Tiba tiba Tasya sudah tidak sadarkan diri. Dia terjatuh dan terduduk di tangga. Bik Ani yang dari tadi sibuk di dapur tiba tiba dia ingin ke ruang tamu melihat tamu Tasya apakah sudah pulang atau belum. Namun alangkah terkejutnya bik Ani mendapati nona mudanya yang tergeletak pingsan di tangga...
"Non.... non Tasyaaaa... banguuunn.. "bik Ani berteriak sambil menangis memeluk Tasya. bik Ani tidak sanggup untuk mengangkat Tasya yang badannya lebih besar darinya..
"Gimana ini non, kenapa jadi begini?? ma'afkan bibik non, bibik lengah, bibik tidak menjaga non dengan baik seperti perintah den Reyhan.. " ucap bik Ani yang masih memeluk Tasya...
Tak lama kemudian Reyhan sampai di rumah. Alangkah terkejutnya Reyhan ketika melihat bik Ani yang menangis memeluk istrinya. Dia langsung berlari ke arah Tasya dan bik Ani...
"Tasya kenapa bik?? "tanyanya panik
__ADS_1
"non Tasya pingsan den.. "jawab bik Ani sambil terisak
Reyhan langsung mengangkat tubuh Tasya dan membawanya ke atas mobil. Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah Rumah Sakit terdekat. Sesampainya di Rumah Sakit Reyhan menggendong Tasya menuju IGD sambil berlari..
"tolong selamatkan istri saya.."ucapnya sambil berteriak di ruangan itu. Wajahnya sangat tegang dan panik.
Dokter dan perawat berlarian dan dengan cepat menangani Tasya. Reyhan terus memegang tangan Tasya, tak sekalipun dia melepasnya. Setelah dokter selesai menangani Tasya dan tidak ada yang perlu di khawatirkan tentang keadaan Tasya karena lumrah terjadi pada kehamilan tri semester pertama.
"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Reyhan
Setelah itu Tasya di bawa ke ruang perawatan karena Tasya masih belum sadarkan diri. Karena dokter mengatakan tidak ada yang perlu di khawatirkan, Reyhan mulai terlihat sedikit tenang..
Tiba-tiba ponsel Reyhan bergetar, dilihatnya panggilan dari nenek.. Buru-buru Reyhan menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"hallo nek..."
"nak, gimana keadaan Natasya, dan di bawa ke Rumah sakit mana? "tanya nenek khawatir
__ADS_1
"kata dokter Natasya baik baik aja nek, cuma sekarang masih belum sadar. Kita di Rumah sakit X.. " ucap Reyhan sedih..
"ya udah nenek segera ke sana..."
nenek langsung menutup telponnya dan bergegas menuju Rumah sakit, bik Ani juga ikut dengan mobil nenek.
Ternyata nenek datang berkunjung kerumah Reyhan untuk melihat tempat tinggal cucunya itu. Namun dia bertemu bik Ani yang terlihat terburu-buru dengan membawa koper di tangannya. Tadi Reyhan sengaja meninggalkan bik Ani untuk menyiapkan keperluan selama di Rumah sakit. Bik Ani menceritakan semuanya pada nenek..
Tak lama kemudian nenek pun sampai di Rumah sakit. Nenek langsung menuju keruang VVIP Rumah sakit itu tempat dimana Tasya di rawat..
Reyhan nenghambur memeluk neneknya.
"nek, aku sangat menghawatirkan Tasya. kenapa Tasya belum sadar-sadar juga nek? Bagaimana mungkin aku akan merasa tenang jika istriku belum membuka matanya nek.." ucap Reyhan yang tak kuasa menahan tangisnya..
"kamu tenang ya nak, Tasya pasti baik baik aja.." ucap nenek sambil mengelus punggung Reyhan...
*******
__ADS_1