Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
23


__ADS_3

Setelah jam makan siang Tasya, Vara dan Juna berangkat balik ke Jakarta...


Sesampainya di Jakarta,Vara dan Juna langsung pulang kerumah masing masing..Sedangkan Tasya menuju rumah sakit tempat Reyhan di rawat...


Baru aja memasuki loby utama kedatangan Tasya langsung disambut suster Mely yang saat itu sedang dinas malam...


"Dokter Tasya..... Panggil Mely... Seraya berjalan menghampiri Tasya.


"Heyyyy Mely.....


"Untung aja Dokter cepat datang, aku dah muak setiap kali liat wanita itu datang menjenguk pak Reyhan...Dia itu udah kayak istrinya pak Reyhan aja, pagi, siang, malam tak pernah absen datang kesini. Kayak nggak ada kerjaan lain... Huuuhhh... Mely sangat kesal


Tasya hanya tersenyum mendengar penuturan Mely....


"Dokter kok malah senyum sih?? bukannya marah, lanjut Mely lagi


"Kamu tu lucu Mel, gimana mbak nggak senyum...


Ohya Reyhan di rawat di ruangan mana Mel??


"Ayooo Dok biar Mely antar. Mely menarik tangan Tasya dan berjalan bersama menuju ruangan Reyhan...


Tepat di ruangan Melati, kamar VVIP di Rumah Sakit itu, Mely menghentikan langkahnya..


"Disini Dok, ayo masuk....


Ceklek... Mely menarik gagang pintu...

__ADS_1


Ketika pintu terbuka, alangkah terkejutnya Tasya melihat pemandangan itu. Kara yang sedang duduk di ranjang Reyhan sambil menyuapi Reyhan makan.


"Deeeegggggg...... Bener kata Mely,mereka terlihat seperti suami istri... Kenapa hati ku sesakit ini ya....???


Reyhan sangat terkejut ketika melihat Tasya yang sudah berdiri dipintu...


"Kenapa pak?? Tanya Kara yang tidak menyadari kedatangan Tasya...


"Kara... Aku udah kenyang... Kamu boleh pulang... Perintah Reyhan...


"Tapii pak??? Kara membalikkan badannya, melihat Tasya yang berdiri di depan pintu, Kara seolah biasa-biasa aja tanpa rasa bersalah sedikit pun..Bahkan Kara merasa senang, karna Reyhan lebih sering bersamanya selama di Rumah sakit, sementara Tasya baru datang sekarang....


Tasya berjalan menghampiri Reyhan dan Kara...


"Ohhh ada Ibuk Natasya.... Kata Vara


Pak,, aku pulang dulu ya.... Bapak istirahat yang cukup....


Reyhan menganggukkan kepalanya...


Selepas kepergian Kara, Tasya duduk di sofa ruangan itu...


Lalu Reyhan berjalan mendekati Tasya...


"Kemana aja lo Nat?? Suara Reyhan pelan


Sungguh tadi sebelum berangkat ke Jakarta Tasya ingin berprilaku manis terhadap Reyhan, Tasya ingin memeluk laki-laki itu dan meminta ma'af karna sudah pergi meninggalkan kan nya. Apalagi mengetahui Reyhan kecelakaan, Tasya ingin menangis sejadinya menyesali perbuatannya...

__ADS_1


Tapi melihat pemandangan tadi membuat Tasya benar benar muak.. Walaupun dia sudah tau cerita tentang Kara dari Juna, tapi tetap aja dia nggak terima karena Reyhan sepertinya senang-senang aja ketika disuapi oleh Kara. Apalagi tadi Kara berpenampilan sangat seksi...


"Nat..... Reyhan menatap bola mata Tasya berharap menemukan jawaban di situ...


"Ma'af ya udah ganggu lo... Jawab Tasya singkat


"Ganggu gimana Nat??


"Ganggu lo yang lagi bermesraan dengan Sekretaris cantik lo itu.... Ada aroma cemburu disana...


"Natasya.... Kara hanya menyuapi gua makan, karna gua nggak bisa makan sendiri.. Elo liat kan tangan gua di gips gini....


"Ooohhhh gituuu..... Ma'af deh kalau gua udah salah paham sama lo... Tasya membuang muka


"Emang lo aja kali yang mau... Tangan kiri lo kan masih berfungsi. Kenapa harus di suapi wanita itu...."


"Nggak mungkin kan Nat, gua makan dengan tangan kiri....


Reyhan seolah tau pikiran Tasya...


"Kan ada perawat?? Lo bisa minta pertolongan perawat... Oooo gua lupa, Kara kan sekretaris lo, yang telah mengabdi kan diri nya untuk bos nya di kantor maupun di luar...


Kenapa nggak sekalian aja di jadikan istri tu sekretaris.....


******


Jangan lupa like, komen, dan vote nya gaess... tq

__ADS_1


__ADS_2