
Tasya membuka pintu kamar dengan pelan-pelan dan mengintip Reyhan.. Ternyata Reyhan tidak ada dikamar. Tasya langsung bergegas keruangan kerja Reyhan...
"Son, kamu segera datang kesini ya, besok kita akan berangkat ke London menemui pak Herlambang dan juga bertemu investor. Malam ini proposalnya harus selesai... Reyhan menelpon Soni asistennya. Lalu setelah itu Reyhan meraih laptop yang ada di meja dan mulai mengetik sesuatu disana..
Tasya masih berdiri di pintu. Diurungkannya niatnya yang ingin menemui Reyhan. Entah kenapa Tasya sangat sedih mendengar Reyhan yang akan pergi ke London. Tasya kembali ke kamar dengan langkah gontai. Lalu membaringkan badannya di ranjang.
"Reyhan, kenapa berat ya rasanya harus jauh dari kamu"
Tasya menitikkan air matanya..
Sudah jam dua belas tengah malam, Tasya juga belum bisa memejamkan matanya. Reyhan juga tidak datang kekamar melihatnya. Mungkin Reyhan sudah tahu kalau Tasya sudah pulang, karena Bik Ani tadi sudah mengantarkan kopi dan juga cemilan keruangan kerja Reyhan.. Tasya yang gelisah karena merasa rindu pada suaminya itu, apalagi besok suaminya bakal pergi ketempat yang jauh, akhirnya dia beranikan diri menuju ke ruangan kerja Reyhan....
Tok...tok...tok....
"Masuk... kata Reyhan....
__ADS_1
Tasya menoleh ke arah Soni yang sedang sibuk dengan dokumen di tangannya, lalu berjalan menuju meja kerja Reyhan....
"Kenapa sayang, kok belum tidur? "tanya Reyhan tanpa menoleh ke arah Tasya karena sibuk dengan laptopnya...
"Aku nggak bisa tidur, "jawab Tasya lirih...
"Kamu nggak boleh tidur kemalaman sayang, nanti kalau kamu sakit gimana? "Reyhan masih berkutik dengan laptopnya tanpa menoleh...
Ingin rasanya Tasya memeluk laki-laki didepannya itu, tapi tak mungkin karena ada Soni disana..
"Oh ya Sayang, besok aku sama Soni bakal berangkat ke London selama 3 hari. Kamu nggak apa-apakan tinggal sama bik Ani??
"Aku juga baru tadi dapat telpon dari pak Herlambang, makanya malam ini proposalnya harus siap. Nemui investor yang ini sangat susah sayang, makanya selagi dia bisa nggak boleh mengabaikan kesempatan.. Kamu tidur lagi ya. Reyhan membelai rambut Tasya dengan lembut...."
Paginya ketika Tasya terbangun dia tidak menemukan Reyhan disampingnya, entah Reyhan bekerja sampai pagi atau malah tertidur diruangan kerja. Diliriknya jam didinding menunjukan pukul tujuh pagi. Tasya bergegas menuju ruangan kerja Reyhan, tapi dia tidak mendapati siapa-siapa disana. Lalu Tasya mengetuk pintu kamar tamu yang ditempati Anindya, tapi juga tidak ada jawaban dari sana. Lalu Tasya membuka pintu kamar itu, ternyata kamar Anindya sudah kosong. Lalu Tasya bergegas menuju ke bawah...
__ADS_1
"Pagi non, sapa bik Ani....
"Pagi juga Bik... Reyhan sama Anindya mana bik??
"Ohhh den Reyhan sama mbak Anindya sudah berangkat dari subuh non. Tadi den Reyhan nggak enak bangunin non yang sedang tidur...
Tasya terduduk di kursi meja makan. sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Tak terasa bulir bening itu mengalir disudut pipinya...
"Reyhan... Kamu jahat bangat nggak bangunin aku sebelum pergi, aku kangen banget sama kamu Rey"
Bik Ani yang memperhatikan Tasya yang sedang menangis ikut merasa bersedih..
"Non Tasya sabar ya, kata den Reyhan perginya nggak lama kok non cuma 3 hari....
"Jangankan 3 hari bik, 3 jam aja lama "
__ADS_1
"Non sarapan dulu ya, bujuk bik Ani...
"Nggak usah bik, aku nggak selera makan. Aku mau siap2 berangkat ke Rumah Sakit, "kata Tasya sambil berlari menaiki tangga....