
Sementara di Kantor Reyhan, setelah jam makan siang Reyhan mengajak Aruna keliling- keliling untuk memonitoring pembangunan gedung baru Perusahaan itu...
Reyhan terlihat sibuk mengobrol dengan kontraktor bangunan itu... Tiba-tiba Reyhan melihat salah satu alat material yang diangkat ke lantai 3, tiba-tiba terjatuh tepat di atas kepala Arjuna... Reyhan yang melihat itu langsung spontan berlari ke arah Arjuna untuk menyelamatkan sahabatnya itu...
"Junaaaaaa.... awaaaaaaassss...." teriak Reyhan sambil berlari ke arah Arjuna dan menarik tangan Juna. Namun na'as alat material itu jatuh mengenai Reyhan.....
"""Braaaaaaaaaakkkk.... Terdengar alat itu jatuh sangat kencang.... Semua orang terkejut melihat Direktur Perusahaan itu jatuh tergeletak ke tanah tak sadarkan diri dengan kening yang berlumuran darah.. Serta tangan Reyhan mengalami patah tulang...
Reyhan langsung di larikan ke rumah sakit menggunakan Ambulance Perusahaan...
Sesampainya di IGD rumah sakit, Dokter langsung menangani Reyhan... Terlihat Arjuna sangat panik melihat sahabatnya itu...
Setelah Vara selesai membantu Dokter menangani luka Reyhan, Vara langsung menghampiri Arjuna yang dari tadi terlihat kepanikan.
"Gimana sayang, Reyhan baik-baik aja kan? Nggak ada luka yang serius kan?? "tanya Juna sangat khawatir..
"Reyhan baik-baik aja kok sayang.. Cuma mengalami patah tulang ringan, dan juga kepalanya sedikit luka.. Tangan nya pun sudah di kasih gips... Kamu bisa menemuinya sekarang." uca Vara
"Kenapa dari tadi aku nggak liat Natasya??" tanya Juna lagi...
"Itu dia masalahnya sayang, Natasya ambil cuti selama 5 hari... Dan dari tadi aku juga dah menghubungi dia berkali-kali tapi nomor nya nggak aktif..." Vara terlihat panik
"Kemana Natasya?? Arjuna mengerutkan keningnya..
"Ya udah sayang, aku mau nemui Reyhan dulu.."
__ADS_1
******
"Gimana Bro,, apa lo baik-baik aja??" tanya Arjuna sambil duduk di kursi samping ranjangnya Reyhan...
"Menurut lo gimana?? sakiiiiiittt tauuu... "ucap Reyhan sambil meringis kesakitan.
"Sorry.... " Juna mengacungkan 2 jarinya keatas
"Oh ya Bro, Natasya kok nggak ada ya?? Apa lo bertengkar dengannya??" tanya Arjuna sedikit berbisik takut yang lain mendengarnya.
Reyhan pun merubah mimik mukanya.. Dari tadi dia juga memperhatikan ruangan itu, tapi tidak dilihatnya wajah istrinya itu..
"Tasya salah paham bro.." Reyhan memejamkan matanya sambil membuang nafasnya kasar
"Tasya melihat foto gua sama Wulan di layar ponsel gua... Gua juga belum sempat ngejelasin ke Tasya kalau wanita yang ada di foto itu adalah mantan pacar gua yang udah meninggal..."
"Jadi lo belum cerita ke Tasya tentang Wulan??
Reyhan menggelengkan kepalanya....
"Ya Ampuunn Bro, kenapa lo nggak cerita dari awal sih bro.. Lagian wanita mana yang nggak sakit hati ngeliat foto mesra suaminya dengan wanita lain... Mana lo jadikan walpaper lagi. Sekarang nomor Natasya nggak bisa dihubungin tu, kata Vara Natasya ambil cuti selama 5 hari kedepan....."
Entah kenapa hati Reyhan rasanya hancur.. Seandainya tadi pagi Reyhan menjelaskan semuanya pada Tasya, mungkin kesalahpahaman ini tidak terjadi...
*********
__ADS_1
Sudah 2 hari Reyhan dirawat di Rumah Sakit, berkali-kali Reyhan menghubungi Tasya, tapi nomornya masih belum aktif juga... Selama di rawat, Kara lah yang sering berkunjung menengok Reyhan... Begitu perhatiannya.Hingga Kara lah selalu datang di jam makan Bosnya itu, lalu menyuapinya makan. Karna memang tangan kanan Reyhan dipasangi gips...
Malam kedua Tasya di Kampung Bik Nah... tiba-tiba Tasya ingin menghidupkan handpone nya, dia khawatir Mas Bagas akan menghubunginya... Benar saja setelah handphone nya di nyalakan, bertubi-tubi pesan masuk ke hp nya...
Tapi tak satupun dari Reyhan....Karena Reyhan tidak bisa mengetik pesan untuk Tasya, hanya bisa menekan tombol panggilan dengan tangan kirinya...
"Nat, lo dimana ??
"Nat, Reyhan kecelakaan....
"Reyhan di rawat di Rumah Sakit kita...
"Nat, kembalilah sekarang....
Begitu banyaknya pesan masuk dari Vara...
"Reyhan kecelakaan?? Terus apa hubungannya dengan ku?? Bukankah Reyhan punya kekasih yang bakal ada menemaninya, aku kan bukan siapa-siapa nya dia, aku hanya lah istri di atas kertas..." gumam Tasya
Namu walaupun begitu nyatanya Tasya terlihat sangat gelisah, tak sepicing pun Tasya memejamkan matanya.. Bik Nah yang melihat nona mudanya gelisah langsung menghampirinya...
"Non kenapa gelisah terus dari tadi??"
"Aku nggak bisa tidur Bik...."
"Non... bukan nya bibik mengusir non, bibik senang non disini,, tapi bibik juga nggak bisa liat non sedih begini, lebih baik besok non pulang kerumah. Den Reyhan pasti mencari non... Selesaikan masalah non dengan den Reyhan non... ucap Bik Nah sambil mengusap punggung Tasya dengan lembut....
__ADS_1