
Happy Reading...
Setelah mengantarkan Vara pulang, Tasya menambah kecepatan mobilnya berharap cepat sampai rumah. Setelah sampai dirumah, cepat-cepat Tasya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah...
Setelah pintu terbuka, mata Tasya tertuju pada ruangan tengah di sana terdengar gelak tawa Reyhan dan Anindya entah mereka sedang menonton apa hingga tidak menyadari kalau Tasya sudah pulang....
"Ini nih yang bikin gua malas pulang kerumah. Reyhan bener-bener nggak nganggap gua ada.. Gua pikir dia bakal khawatir, ternyata nggak. Malah asyik-asyikan sama wanita lain..."
Tasya langsung menuju kedapur, karna kerongkongannya terasa kering....
"Kak Natasya udah pulang??" sapa Anindya
"Iyaa nih baru datang...." Tasya meneguk air yang ada di tangannya...
"Kakak udah makan belum?? Ma'af ya kak, tadi sepulang kantor Anin ngajakin kak Rey mampir di restaurant kesukaan Anin...."
"Nggak apa-apa kok An, kakak juga dah siap makan. Kakak ke atas dulu ya, mau mandi dan istirahat... " Pamit Tasya
Sesampainya dikamar Tasya langsung membersihkan diri dikamar mandi. Tak ingin berlama-lama, karna Tasya ingin segera tidur. Malas sekali dia melihat wajah Reyhan, apalagi tadi Reyhan hanya diam aja melihat dia pulang....
__ADS_1
Tasya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai baju handuk selutut, dan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, ternyata Reyhan memperhatikannya dengan tatapan seperti harimau yang akan mencekam mangsanya....
"Lain kali kalau elo mau pulang malam, tolong kabari gua.. Elo itu udah punya suami, bukan wanita lajang yang bisa seenak lo aja. dari tadi gua telpon nggak aktif-aktif. Kebiasaan....." gerutu Reyhan
"Dasar aneh,, tadi aja lo ketawa-ketawa sama adek lo dibawah, kenapa pas ngeliat gua muka lo langsung garang gitu...." Gumam Tasya dalam hati
"Ma'af...." Jawab Tasya singkat sambil berjalan menuju lemari baju...
"Natasya... lo tu ya, kalau gua lagi ngomong didengerin, bukannya dicuekin. Gua ini suami lo, bisa nggak lo menghargai gua..." Reyhan mulai emosi karna merasa dicuekin oleh Tasya.....
"Elo pengen di hargai, tapi lo nggak menghargai gua Rey..." Kini Tasya berbalik badan menatap laki-laki yang ada didepannya..
Memang dari tadi Tasya sudah ingin menangis meluapkan isi hatinya, karena kembalinya Arlan ditambah lagi sesampainya di rumah Tasya melihat Anindya yang selalu nempel pada Reyhan dan Reyhan pun cuek padanya...
Tasya terduduk di tepi ranjang dengan posisi membelakangi Reyhan...
"Nat... Anindya itu adek gua.... Kenapa lo mesti marah ngeliat gua dekat sama dia??" Reyhan melembutkan suaranya
"Gua punya hati Rey.... Anindya bukanlah adek kandung lo, bisa aja kan Anindya menyukai lo...."
__ADS_1
"Itu nggak mungkin Nat, keluarga Anindya sudah menganggap gua sebagai bagian dari keluarganya sendiri, begitu pun gua...."
"Tapi bukan itu yang gua liat Rey, Anindya itu menyukai lo...."
"Nat... Gua nggak suka ya lo menilai Anindya seperti itu. Kedekatan Anindya dan gua itu murni karena Anindya menganggap gua sebagai kakaknya. Dan gua pun sudah menganggap dia seperti adek kandung gua sendiri. Sama kayak lo sama Mas Bagas. Apalagi Anindya sudah lama tidak bertemu gua...." Reyhan mulai meninggikan nada suaranya..
"Terus aja bela dia Rey.... gua muak...." Tasya menangis sejadinya, tak peduli jika Anindya mendengar tangisannya....
Akhirnya Reyhan mendekati Tasya, bermaksud ingin menenangkan istrinya itu. Tapi Tiba-tiba saja lampu mati... Tasya yang takut dengan kegelapan langsung menghambur memeluk Reyhan...
""Rey.... gua takuuuttt, hikz... Tasya membenamkan kepalanya didada bidang Reyhan, dan memeluknya erat...
Dia seolah lupa kalau lagi marah sama Reyhan....
****
Udah tengah malam aja ternyata... Mata Author mulai nggak bisa di ajak kompromi nih... Autor sambung besok aja ya....
Jangan lupa dukungannya, like, komen dan vote pake koin ya... Jangan lupa juga rate bintang lima... Terima kasih🙏🙏🙏
__ADS_1