Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
56


__ADS_3

Setibanya di ruangan makan, Tasya sangat terkejut melihat banyaknya pelayan dirumah nenek yang berdiri di dekat meja makan itu, mereka semua memakai seragam yang sama. Ada sepuluh pelayanan yang berdiri di situ. Lalu mereka menundukkan kepalanya serentak memberi hormat kepada Reyhan dan Tasya...


"Silahkan duduk nak.. "perintah nenek dengan senyum dibibirnya...


Banyak bangat makanannya, padahal yang makan cuma 3 orang.. gumam Tasya


Lalu Tasya duduk disamping Reyhan..


"Kenapa kalian tidak berganti pakaian??" tanya nenek


"Nggak usah nek, lagian kami juga akan pamit pulang..."jawab Reyhan


"Padahal nenek berharap kalian menginap disini, dan bahkan tinggal disini bersama nenek.. "terlihat kekecewaan di wajah nenek..


"Ma'af ya nek.. lain kali kami pasti menginap.. "ucap Reyhan...


"Baiklah nenek mengerti... Sekarang mari kita makan dulu.. "ajak nenek


"Aduuhh kok aku jadi mual ya ngeliat telor dadar itu. kenapa bau bangat sih, aku jadi mual pengen muntah.. tolong singkirkan telor dadar itu dari hadapanku " pekik Tasya dalam hati..


"kenapa sayang?? ayo makan... "ucap Reyhan yang melihat Tasya hanya diam menatap makanan dimeja itu..


"iyaa.... "jawab Tasya singkat


Lalu Tasya mengambil piring untuk Reyhan dan menuangkan makanan kedalam piring itu. Tasya memilih gurame saus Padang dan juga acar kesukaan Reyhan..

__ADS_1


"sayang, aku mau telor dadar juga kayaknya enak... "ucap Reyhan sambil melirik telor dadar di depannya itu..


Dengan terpaksa Tasya mengambil telor dadar itu dan memasukkannya ke piring Reyhan..


"ya Tuhan, aku pengen muntah. udah nggak tahan lagi.. "gumam Tasya


"sayang, aku ke kamar dulu ya bentar "ucap Tasya sambil berlari menuju ke kamar. Sesampainya di kamar, Tasya langsung menuju kamar mandi, dan langsung berjongkok di kloset lalu memuntahkan semua isi perutnya. Kepala Tasya terasa berat, dia menyandarkan kepalanya di kloset dan air matanya pun tak bisa ditahannya lagi..


Untung saja tadi dia masih bisa menahannya sampai ke kamar mandi. Sebenarnya ada kamar mandi juga disebelah dapur, tapi Tasya nggak mau orang-orang dirumah itu tau kalau dia muntah.


Setengah jam sudah Tasya berada di kamar mandi, Reyhan pun sudah selesai makan. Dia langsung bergegas menyusul Tasya di kamar karena khawatir Tasya tak kunjung kembali, padahal Tasya belum makan apa-apa.


"Sayang... sayang... "panggil Reyhan yang tidak menemukan Tasya di kamar itu. Lalu Reyhan melihat pintu kamar mandi yang terbuka, dia langsung bergegas masuk kesana dan mendapati Tasya yang terduduk sambil menyandarkan kepalanya di kloset.


"sayang... kamu kenapa?? "ucap Reyhan panik


"aku mau pulang sayang... "


"iya sayang, kita pulang... "


Reyhan merangkul bahu Tasya dan membawanya turun ke bawah. Sebenarnya Reyhan ingin menggendong Tasya tapi dia urungkan karena tak ingin nenek khawatir dan bisa saja nenek tidak mengizinkan mereka pulang.


"Nek... kami pulang dulu ya.. "ucap Reyhan


"Natasya kenapa? "tanya nenek yang melihat muka Tasya pucat pasi..

__ADS_1


"nggak apa-apa nek, aku cuma lagi nggak enak badan.. "ucap Tasya sambil memaksakan senyuman di bibirnya...


"Ya udah, kalau gitu kalian hati-hati ya.. jangan lupa sering-sering pulang ke sini, kalau kalian nggak datang nenek akan datang menjemput kalian.." ancam nenek


"tenang nek, kami pasti sering ke sini..." ucap Reyhan..


Lalu mereka mencium punggung tangan nenek, dan langsung pulang..


"Pusing bangat sayang.. "ucap Tasya sambil menyandarkan kepalanya di jok.


"sabar ya sayang, bentar lagi kita nyampe.." ucap Teyhan sambil menggenggam erat tangan Tasya...


Tak lama kemudian mereka sampai juga di rumah, karena memang rumah mereka satu komplek dengan rumah nenek. Reyhan mengangkat Tasya ke dalam rumah ala bridal style. Tasya memejamkan matanya.. Setelah pintu terbuka, bik Ani terkejut melihat Tasya yang di gendong oleh Reyhan...


"den, non Tasya kenapa??


"nggak apa-apa bik, Tasya cuma lagi nggak enak badan.." ucap Reyhan sambil berlalu meninggalkan bik Ani yang masih kebingungan..


Sesampainya di kamar, Reyhan membaringkan tubuh Tasya di atas tempat tidur.


"sayang, kamu istirahat dulu ya.. aku cari obat dulu..."


"nggak usah sayang, aku nggak mau minum obat. aku hanya butuh istirahat.. "ucap Tasya...


Reyhan memijit kepala Tasya dengan lembut hingga akhirnya Tasya tertidur...

__ADS_1


***"


__ADS_2