
Malam harinya nenek sudah kembali ke rumah. Reyhan menyuruh nenek untuk istirahat di rumah karena nggak baik juga untuk kesehatannya nenek. Sebenarnya nenek menolak untuk pulang, dia juga ingin menemani cucu mantunya di Rumah sakit tapi Reyhan tidak mengizinkannya...
Malam ini keadaan Tasya sudah mulai membaik, kepalanya sudah tidak pusing lagi dan sudah bisa duduk sambil makan buah buahan yang di suapi oleh Reyhan. Tak lupa Tasya menyalakan TV dan menonton film kesukaannya. Sesekali Reyhan mengelus perut Tasya yang masih datar, karena saking senangnya karena sebentar lagi dia bakal punya bayi..
"Sayang, baik-baik dalam perut mami ya, jangan bikin mami sakit karena papi nggak tega liat mami kesakitan.." ucap Reyhan sambil berbisik di perut Tasya
Tasya merasa geli sendiri mendengar ucapan Reyhan, kandungannya saja belum genap sebulan bagaimana mungkin anak itu bisa mendengar perkataan Reyhan..
"sayang.. kira-kira nanti anak kita mirip siapa ya ?? "tanya Reyhan
"ya mirip maminya lah..." jawab Tasya dengan senyum bahagia..
"mirip papi nya lah.. "Reyhan tak mau kalah...
Mereka tertawa cekikikan..
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum... "
__ADS_1
Ternyata Juna dan Vara yang datang..
"Waalaikum salam... eeehhh.. ada aunty sama om Juna.." ucap Reyhan sambil tersenyum manis..
"Wah... senangnya yang sebentar lagi bakal jadi ayah.. " ucap Juna sambil menyalami Reyhan..
"iyaa dong.. emangnya lo yang pacaran terus. Nikah dong, biar bisa punya anak kayak kita.." ledek Reyhan sambil memeluk mesra Tasya..
"kita mah santai aja ya yank... " ucap Juna sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Vara, Vara hanya tersenyum yang di buat-buat..
Tasya pun ikutan tersenyum melihat tingkah suami dan temannya itu yang tak habisnya saling meledek. Tak lama kemudian Reyhan mengajak Juna untuk keluar ruangan karena masalah kantor yang akan di bicarakan..
"Selamat ya Nat, akhirnya bentar lagi lo punya baby.. Tapi gua sedih Nat, karena udah nggak bisa lagi ketemu elo tiap hari, gua pasti sangat merindukan lo.. " huhuhu Vara tak kuasa menahan tangisnya. Vara sudah tau kalau Tasya sudah mengundurkan diri dari Rumah Sakit.
Tasya juga ikut terbawa perasaan, dia juga tidak bisa menahan tangisnya. Selama ini Vara sudah menemaninya dalam suka maupun duka. Hanya Vara yang selalu ada di samping Tasya selain mas Bagas..
"lo harus sering-sering berkunjung ke tempat gua ya Var...." ucap Tasya sesegukan
"iya Nat..."
__ADS_1
Mereka menangis tersedu-sedu seperti orang yang akan pergi jauh..
"Oh ya Nat, perasaan tadi gua liat Adrian di sini..." ucap Vara sambil melepas pelukannya...
"mungkin lo salah liat..." ucap Tasya sambil menyeka air matanya. Dia tidak ingin membahas Adrian, apalagi mengatakan kalau Adrian lah Dokter kandungan yang menangani Tasya. Karna Vara tau persis bagaimana kisah cinta mereka dulu..
"nggak mungkin Nat, gua yakin bangat kalau itu Adrian. Mata gua masih normal kok, beneran deh... " Vara menyakinkan Tasya
Tasya hanya diam sebenarnya Tasya juga tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan Adrian.
"Nat, kenapa ya mantan-mantan lo pada kembali setelah lo menikah. Apalagi Adrian dia nggak berubah dari dulu masih aja ganteng..."
"lo jangan suka menilai orang dari tampangnya aja Var, emang Reyhan gua nggak ganteng gitu?? "Tasya mulai kesal
"iyaa ganteng... ganteng bangat malahan, Lee Min Ho aja lewat, puas lo...?? "ledek Vara sambil tertawa
Setelah sama-sama menangis kini mereka tertawa terkikik tanpa sadar kalau Reyhan dan Juna sudah dari tadi mendengar ucapan mereka. Juna melihat Reyhan mulai terbakar api cemburu, Reyhan terlihat kesal setelah tau kalau Adrian adalah mantannya Tasya. Apalagi Reyhan melihat tatapan Adrian begitu intens seperti masih menyimpan rasa. Awalnya Reyhan mengira kalau Adrian naksir pada Tasya karna berulang kali Reyhan melihat Adrian mencuri pandang ke Tasya. Ternyata Adrian adalah mantannya Tasya, apalagi Vara terang-terangan memuji Adrian ganteng..
*****
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya ya, nanti kalau sempat up lagi ya🙏