Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
73


__ADS_3

Sudah dua hari Reyhan tidak berangkat ke kantor karena Natasya yang tidak mau pisah sedetikpun darinya. Entah kenapa Tasya menjadi sangat manja dan ingin selalu menempel pada suaminya itu. Tetapi juga tidak mempermasalhkan jika Reyhan bekerja di ruangannya dengan Soni, dengan syarat tentu harus sering-sering mengunjunginya di kamar. Jika Reyhan tidak menuruti kemauannya, Tasya pun akan menangis serta ngambek kalau di biarkan bisa seharian. Apalagi Tasya juga kadang masih sering muntah-muntah dan kalau sudah muntah maka dia meminta Reyhan mengelus-elus punggungnya seperti yang biasa Reyhan lakukan. Tasya juga tidak mau makan apa-apa setelah makan di Restoran kesukaannya dua hari yang lalu, sehingga berat badannya menjadi turun dan badannya menjadi sedikit kurus dari biasanya. Sehari-hari dia hanya tiduran di tempat tidur dan hanya meminum susu ibu hamil untuk menguatkan badannya.


Dengan sangat terpaksa Reyhan meminta Soni asistennya untuk bekerja di rumah bersamanya. Sebenarnya Reyhan sudah terfikir untuk mengundurkan diri dari Perusahaan milik pak Herlambang tersebut, Reyhan merasa beban kerjanya semakin berat sekarang. Dia ingin fokus mengurus Restoran dan juga hotel miliknya saja. Apalagi keadaan Tasya yang harus mendapat perhatian ekstra darinya. Namun pak Herlambang belum mengizinkannya untuk berhenti. Laki-laki itu selalu memohon padanya untuk terus berada di Perusahaan sampai waktunya tiba. Apalagi sekarang Abadi Group lagi membuka cabang Mall baru di Kota X. Reyhan lah yang memulai pengembangan usaha tersebut sehingga pak Herlambang memintanya untuk bertanggung jawab sampai selesai.


Pada siang itu Tasya masih berbaring di tempat tidur, dengan setia Reyhan mengelus lembut punggung Tasya karena tadi sempat di paksa makan dan akhirnya makanan itu keluar lagi dari mulutnya. Setelah itu Tasya tertidur, dan Reyhan kembali ke ruang kerjanya. Soni pun sangat mengerti dengan keadaan Bosnya itu. Dia tidak keberatan apalagi mengeluh mengerjakan pekerjaan yang di bebankan Reyhan kepadanya, terkadang juga bolak balik ke Kantor, kadang juga monitoring Mall. Makanya Pak Herlambang maupun Reyhan sangat mempercayakan Soni. Sebenarnya Kara sang sekretaris juga menawarkan diri untuk ikut bekerja di Rumah Reyhan, namun Reyhan tidak mengizinkannya karena dia tidak ingin melukai Tasya.


"pak... belakangan pengunjung Mall kita menjadi menurun. Pendapatan kita juga menurun drastis dari biasanya..." ucap Soni memulai percakapan.


Reyhan seperti sudah tau kondisi saat ini, dia terlihat tidak terkejut sama sekali dengan apa yang di sampaikan Soni. Tiba-tiba pintu ruangan kerja itu di ketok dari luar, Reyhan mempersilahkan orang tersebut masuk, yang ternyata adalah Arjuna.


"bagaimana bro?? "tanya Reyhan


"gawat bro.. pengunjung Mall Santika itu benar-benar membludak. Yang lebih parahnya lagi 90% konsep Mall itu meniru konsep Mall kita bro, kenapa bisa begitu ya?


Mall Santika adalah Mall baru yang baru di buka sebulan yang lalu. Mall itu tidak sebesar milik Abadi Grup. Yang kabarnya Mall itu adalah milik Hadi Susilo adik tirinya pak Herlambang. Pak Herlambang dan adik tirinya itu memiliki hubungan yang buruk, mereka tidak pernah akur dari dulunya.


Sebenarnya Reyhan sudah mengetahui keadaan Mall yang sepi pengunjung dari seminggu yang lalu, dan tadi malam Reyhan menelpon Arjuna untuk memata-matai Mall itu tentu saja secara sembunyi-sembunyi. Dan benar saja, penyebab sepinya pengunjung Abadi Grup adalah Mall baru tersebut. Sebenarnya lumrah saja Mall baru banyak di kunjungi karena para pengunjung merasa penasaran, dan ingin mencoba suasana baru. Namun yang menjadi masalahnya kenapa konsep Mall itu harus di samakan dengan milik Abadi Grup. Bahkan kabarnya uang sewa ritel atau gerai di Mall itu lebih murah jika di bandingkan Mall Abadi Grup. Bukan tidak mungkin para penyewa Mall itu akan berpindah ke Mall Santika..

__ADS_1


Reyhan termenung sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"kenapa jadi begini sih? siapa yang membocorkan tentang perusahaan kita? "ujar Reyhan gusar


"gua juga berpikir begitu bro, ini pasti ada seseorang yang menjadi penghianat di kantor kita. Pak Herlambang sudah tau belum bro tentang Mall itu??"


"gua belum cerita bro, gua nggak ingin bikin pak Herlambang setres tapi kayaknya beliau juga sudah tau tentang Mall itu.."


"semoga aja ada jalan keluarnya bro.. oh ya, Kara sekarang jadi suka ngilang deh, dia jarang berada di ruangannya. Apalagi nggak ada lo, apa lo yang memanggilnya? " tanya Arjuna penasaran.


"iya bener, aku juga sering liat mbak Kara keluar dengan mobilnya.." Soni pun ikut menimpali.


"waahh si Kara mencurigakan.."


"kalau gitu gua punya tugas lagi buat lo bro, gua minta elo buat mata-matai Kara..."


"tenang aja bro, lo serahin aja ma gua.." ucap Arjuna percaya diri.

__ADS_1


"ya udah, kalau gitu kita makan siang dulu. Bik Ani sudah menyiapkan makan siang buat kita.."


Mereka bertiga menuju ke bawah untuk makan siang bersama. Reyhan memang sengaja menyuruh bik Ani untuk memasak lebih beberapa hari ini, karena Reyhan akan bekerja di rumah bersama rekannya.


"Oh ya, Natasya gimana bro?" tanya Arjuna.


"ya gitu deh bro, udah dua hari nggak mau makan, setiap kali makan langsung keluar. Gua kasian bangat ama dia, gitu amat perjuangan dia buat hamil anak gua.."


"terus kenapa nggak lo bawa aja ke Rumah sakit?" tanya Juna sambil menyendokkan nasi ke piringnya.


"dianya nggak mau, katanya hamil itu memang begitu. Dia dokter dia taulah, tapi tetap aja gua nggak tega.."


"Mudah-mudahan Vara nggak gitu amat hamilnya besok..""


"elo nikah aja belom bro, udah mikir hamil.." ledek Reyhan.


Mereka tertawa ngakak, bik Ani pun tidak mampu menahan tawanya..

__ADS_1


__ADS_2