Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
6


__ADS_3

Happy Reading gaess 😘


Jam sudah menunjukan pukul lima tiga puluh, rumah sakit pun sudah mulai sepi. Yang tertinggal hanya beberapa orang petugas piket. Langit terlihat hitam menandakan akan turun hujan. Terlihat kilat menyambar kian kemari, tak lama kemudian hujan pun turun dengan derasnya di sertai petir besar. Tasya sangat ketakutan, dia pun meninggalkan ruangannya, dan menuju lobby utama.


Tak henti-hentinya petir menggelegar. Hingga Tasya menutup telinganya rapat-rapat. Keringat dingin mulai mengucur dari tubuhnya serta jantungnya yang berdetak sangat kencang. Karna dari kecil Tasya memang sangat pobia petir.


'Ya Tuhan, aku takuutt' air mata Tasya terjun bebas di sudut pipinya.


Tiiin...tiiiinnn.. terdengar klason mobil berkali-kali dari luar. Ternyata Reyhan sudah datang. Tasya pun langsung berlari masuk ke dalam mobil tak peduli jika bajunya basah.


"Elo mau nyuruh gua mati ya?? gua tu takut bangat ama petir.." Tasya kembali menangis.


Reyhan yang semula tidak peduli, tiba-tiba merasa bersalah. Dia tidak tau jika Tasya takut petir.


"Gua minta ma'af, tadi gua ada kesibukan.." ini kali pertamanya dia bicara baik-baik pada Tasya.


"Seandainya dari tadi lo bilang kalau lo ada kesibukan, gua pasti udah pulang duluan naik taksi. Tapi lo minta gua supaya nunggu.." hiksss


Reyhan benar-benar tidak menyangka jika Tasya secengeng itu. Karna yang dilihatnya Tasya begitu jutek kepadanya.

__ADS_1


Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan yang gelap karna hujan. Sesekali dia melirik ke arah Tasya yang dari tadi hanya diam tampa suara.


Tak lama kemudian mereka sampai juga di rumah. Bagas terlihat sangat mencemaskan adiknya itu, karna dia tau adiknya begitu takut dengan petir. Seandainya saja tadi dia tidak menyuruh Reyhan untuk menjemput Tasya, mungkin dia sudah bergegas ke rumah sakit.


"Ehh kalian udah pulang..?"


Tampa mempedulikan Bagas, Tasya langsung menuju ke kamarnya. Ingin rasanya dia mengunci pintu kamar itu supaya Reyhan tidak bisa masuk karna dia sangat membenci laki-laki itu.


"Mas, aku keatas dulu ya.." pamit Reyhan


"Iyaa Rey.. Bersihkan badan mu dulu, karna sebentar lagi kita akan makan malam.." ucap Bagas seraya menepuk bahu Reyhan.


Kemudian dia membuka pintu dengan pelan, di lihatnya Tasya tidak ada di sana. Mungkin wanita itu sedang berada di kamar mandi. Reyhan langsung menyandarkan dirinya di sofa sambil tangannya di letakkan di kepalanya. Dia begitu lelah hari ini.


Tak lama kemudian, Tasya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama serta rambutnya yang dibiarkan terurai karena basah. Reyhan yang melihatnya menelan salivanya susah payah, wanita itu terlihat sangat cantik dan menggoda.


"Dia cantik banget !!


Tampa bicara apa-apa, Reyhan kemudian langsung masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap makan malam.

__ADS_1


Tok...tok... Non Tasya, makan malamnya dah siap..." ucap bik Ina dari luar.


"Iya bik.." jawab Tasya.


Walau sedang marah, Tasya tetap menunggu Reyhan dan menuju ke ruangan makan berdua.


"Duduklah.." kata Bagas


Tasya dan Reyhan segera duduk dan mengambil makanan masing-masing. Sementara Bagas hanya melihatnya, dia tau jika suasana hati adiknya itu sedang tidak baik-baik aja.


"Oya dek, keberangkatan mas ke Jerman di percepat. Besok jam lima subuh mas sudah harus berangkat.."


Tasya langsung menghentikan kegiatannya mengunyah makanan, hatinya begitu sedih mendengar kakaknya yang akan segera pergi. Lagi-lagi air matanya tak bisa di bendung.


"Dek, adek jangan nangis dong. Kan mas jadi berat meninggalkan kamu.." ucap Bagas.


"Mas, adek nggak sanggup pisah dari mas.."


"Kan ada Reyhan. Adek nggak boleh sedih ya.."

__ADS_1


*********


__ADS_2