
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Tasya bangun dari tidurnya langsung merasa mual dan ingin muntah, lalu dia langsung berlari menuju kamar mandi. Karena dalam keadaan pusing Tasya sampai kejedot di pintu kamar mandi. Setelah memuntahkan semua isi perutnya Tasya menyandarkan kepalanya di closet sambil mengelus keningnya yang terasa perih habis kejedot tadi.. "sakit bangat kening aku.. Reyhan mana ya??" Terlihat air mata Tasya mengalir deras di pipinya.
Tasya mengumpulkan kembali tenaganya yang sudah terkuras habis, dengan susah payah dia berdiri untuk membersihkan mukanya dan juga menggosok gigi. Setelah itu Tasya menuju ke bawah untuk mencari sarapan karena perutnya terasa kosong. Tasya berjalan perlahan menuruni tangga sambil tangannya memegang keningnya dan tangan satunya lagi memegang railing tangga..
"non Tasya udah bangun??" tanya bik Ani..
"iya bik aku baru bangun. Bibik masak apa ya? wangi bangat.." ujar Tasya sambil hidungnya mencium wangi masakan bik Ani.
"bibik lagi masak sop Iga kesukaan non Tasya..."
"bibik tau aja kalau aku lagi pengen sop.." terlihat senyum kebahagiaan di wajah Tasya.
"oh ya bik, Reyhan mana ya? pagi-pagi udah ngilang aja.."
"oooo... den Reyhan lagi olahraga pagi non. Non Tasya mau di bikinin susu juga??"
"nanti aja bik.. aku pengen liat Reyhan dulu keluar..." ucap Tasya sambil berlalu meninggalkan bik Ani.
Kini Reyhan sudah sampai di depan pagar rumahnya. Reyhan tidak menyadari kalau dari tadi ternyata Tika berjalan di belakangnya. Tika yang melihat seorang wanita di depan rumah Reyhan merasa yakin kalau itu adalah istrinya. Lalu dia berjalan cepat menghampiri Reyhan.." Rey.." panggil Tika yang sudah berdiri di belakangnya.
Reyhan membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya.." kenapa Tik??" tanya Reyhan sambil menaikkan alisnya.
"hmmmm... kapan-kapan aku boleh main ke rumahmu nggak? aku pengen kenalan dengan istrimu.." ucap Tika sambil melirik sinis ke arah Tasya.
Tentu saja Tasya tidak mendengarnya, karna Tasya masih berada di teras sedangkan Reyhan dan Tika masih berada di tepi jalan.
"boleh..." ucap Reyhan sekenanya.. "ya udah Tik, kalau gitu aku masuk dulu.." ujar Reyhan tampa basa basi.
"oke Rey... sampai jumpa lagi.." sahut Tika sambil melambaikan tangannya dan juga dengan senyum manisnya..
__ADS_1
"Siapa sih wanita itu..." gumam Tasya yang langsung cemberut..
"sayang kamu udah bangun.." ucap Reyhan sambil tersenyum lebar ke Tasya.
Tanpa menjawab Tasya langsung masuk ke dalam rumah..
bruuuuuugggg... dia membanting pintu dengan keras. Bik Ani sampai terkejut dan memegang dadanya.
Tanpa menoleh Tasya langsung berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"non nggak sarapan dulu.." panggil bik Ani.
"udah nggak selera bik.." sahut Tasya.
kenapa lagi dengan non Tasya tiba-tiba ngambek gitu.
Reyhan hanya mengangkat kedua bahunya lalu bergegas menuju ke atas. Sebenarnya Reyhan juga tidak tahu kenapa Tasya tiba-tiba ngambek. Reyhan tidak sadar kalau Tasya melihat dia bersama Tika.
Reyhan meraih handle pintu yang ternyata di kunci oleh Tasya..
"sayang..buka pintunya dong.."
"pergi aja sama pacar baru mu" sahut Tasya dari dalam. Suara Tasya terdengar seperti orang yang sedang menangis.
"pacar yang mana sayang..??"
"aku menderita setiap paginya karna kamu, kamu malah enak2an jalan sama cewek lain.."
"sayaaaangg.. buka dulu pintunya, pliiiss.. biar aku jelasin.."
__ADS_1
Reyhan terus berdiri di depan pintu, berharap Tasya mau mendengarkan penjelasannya...
"sayang.. aku tidak pernah berpikiran untuk punya kekasih lain selain kamu. Hanya kamu yang bisa meluluhkan hatiku. Aku tidak sengaja bertemu dengan Tika. Dia itu sahabatnya Wulan, dan katanya dia baru pindah ke sini dua hari yang lalu. Aku juga baru tau tadi, itupun karna dia yang memanggilku terlebih dahulu. Sayang, kamu percaya deh. Bahkan jika Wulan kembali ke dunia ini, aku akan tetap memilihmu. Karena kamu adalah istriku, ibu dari anak ku, dan juga masa depanku.."ucap Reyhan, tak terasa air bening keluar dari sudut matanya..
Wulan...ma'afkan aku, semoga kamu bahagia di surga..
Reyhan menyeka air matanya. Sejak malam itu, malam pertama mereka melakukan hubungan sebagai suami istri, maka sejak saat itulah Reyhan tidak pernah lagi memikirkan Wulan. Cintanya sudah di serahkan sepenuhnya kepada Tasya istrinya.
Akhirnya Tasya luluh juga mendengar ucapan Reyhan. Reyhan terdengar begitu tulus mengatakan jika dia lebih memilih dirinya daripada
Wulan. Lalu Tasya membuka pintu kamar perlahan, dan menatap kedua bola mata Reyhan. Tidak ada kebohongan di sana, Reyhan begitu tulus mencintainya..
Tasya langsung menghambur ke pelukan Reyhan.. "Sayang, ma'afin aku.."
"aku juga minta ma'af sayang, karena aku sudah membuat kamu salah paham.. yaudah kalau gitu kita sarapan dulu ya, bik Ani masak sop iga kesukaan kamu, nanti dingin nggak enak.." ucap Reyhan sambil merangkul bahu Tasya dan juga menyatukan keningnya di kening Tasya. Hingga membuat Tasya menjerit kesakitan.. "aduuhh sakit sayang.." ucap Tasya sambil mengelus keningnya.
"ya ampun..kening kamu kenapa sayang?? "tanya Reyhan khawatir.
"kejedot pintu.." ucap Tasya sambil meruncingkan bibirnya..
"kok bisa??"
"iyaa tadi aku lari-lari ke kamar mandi gara-gara muntah aku mau keluar, lalu aku langsung nyosor aja ke kamar mandi"
Reyhan ingin ketawa, tapi di tahannya, karena takut Tasya akan kembali marah. Bik Ani hanya senyum sambil geleng-geleng kepala melihat majijannya kembali mesra..
****
jangan lupa like dan komennta ya.. tq🙏😘
__ADS_1