Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
17


__ADS_3

Pukul 07..00 wib Tasya sudah bersiap siap berangkat kerja, tak lupa mengisi perutnya yang kosong dengan menyeruput segelas tes panas dan beberapa roti selai... Mata Tasya terlihat sedikit sembab...


Lalu Reyhan turun dan menghampiri Tasya di meja makan. Tasya seperti tidak menyadarinya, dia tidak menoleh sedikitpun...


"Nat....." panggil Reyhan


Kring...Kring....


"Iyaa hallo..."


"Buk saya sudah didepan rumah anda.."


"Oke pak, saya akan segera keluar.."


Ternyata sopir Go-car yang menelpon.. Tasya meraih tas di meja tanpa mempedulikan Reyhan...


Selepas kepergian Tasya, Reyhan pun juga berangkat ke kantornya....


****


"Selamat pagi pak Reyhan.. "sapa Kara dengan senyuman termanisnya...


"Pagi juga Kara.. "jawab Reyhan lalu meraih gagang pintu ruangan Pak Herlambang...


"Rey... silahkan duduk..."

__ADS_1


"Iyaa pak..."


"Gimana Rey, apa kamu bahagia menjalani Rumah tangga mu?? "tanya Pak Herlambang dengan senyum sumringah...


"Iyaa pak,, aku sangat bahagia..." jawab Reyhan


"Syukurlah, dengan begitu Saya bisa dengan senang hati menitipkan Perusahaan ini padamu. Rumah tangga yang bahagia adalah kunci kesuksesan, karena jika orang tersebut tidak bahagia bagaimana dia bersemangat untuk bekerja, apalagi memimpin sebuah Perusahaan. Bukankah begitu Rey?" ucap Pak Herlambang dengan senyum ramahnya lalu duduk di depan Reyhan


Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan pak Herlambang.


"Rey.... Bapak dan ibuk akan segera berangkat ke London... Kamu tau kan Ibuk sangat kesepian di rumah, Anindya juga nggak mau tinggal di indonesia, jadi ya terpaksa kami harus ikut dengannya... Dan lagi nenek juga sering sakit sakitan sekarang, hanya kamu yang Bapak percayakan mengurus Perusahaan ini, Bapak harap kamu tidak menolaknya.."


"Baiklah pak, saya akan melakukan yang terbaik untuk Perusahaan ini...." jawab Reyhan...


"Oke Rey, mulai besok kamu akan duduk di kursi itu..." Pak Herlambang menunjuk kursi singgasananya sambil tersenyum ke arah Reyhan....


Sebelumnya Pak Herlambang juga sudah sering meminta Reyhan menggantikan posisinya, tapi Reyhan selalu menolaknya.... Pak Herlambang tidak mempunyai Kakak atau adik, dia adalah anak tunggal di keluarganya. Karena Anaknya masih kuliah, maka beliau mempercayakan Perusahaan itu pada Reyhan.


Di ruangan Reyhan....


Tok tok tok..... ceklek...Pintu terbuka....


"Hallo Bro,, Eehhh ma'af Pak Direktur.." Arjuna menggoda atasan sekaligus sahabatnya itu...


"Heeeiii Pak Arjuna, silahkan duduk... Mau memberikan laporan apa pagi ini??" Reyhan balik menggoda....

__ADS_1


"Santai bro.... santai..."


"Eehhh... sebelumnya selamat ya, lo udah jadi Direktur sekarang, jangan terlalu keras sama bawahan ya..." Arjuna menjulurkan tangannya, sambil mengedipkan matanya..


Reyhan menjabat tangan sahabatnya itu erat...


Semua orang juga sudah tau kalau Reyhan yang akan menjadi Direktur di Perusahaan itu, karena Pak Bambang telah mengumumkannya sebelum memberitahukannya pada Reyhan...


"Natasya pasti senang banget, ya kan...??? "ucap Arjuna


Sejenak Reyhan teringat dengan Natasya yang lagi marah padanya...


"Kenapa wajah lo bro?? "tanya Arjuna yang melihat ekpresi wajah sahabatnya itu berubah melow


"Kehidupan rumah tangga gua nggak sebahagia itu bro... Gua lagi mencoba untuk bangkit, dan itu nggak mudah. Dan lo tau kan gua nikah juga karna permintaan Pak Herlambang dan keluarganya.."


"Ooo.. jadi lo menikah hanya karena menuruti permintaan Pak Herlambang? itu pernikahan bro, lo nggak bisa main-main. Elo harus bangkit bro, lo nggak bisa terus-terusan terpuruk memikirkan orang yang sudah tiada.... Ini takdir Tuhan bro, mungkin Natasya lah yang di gariskan Tuhan menjadi jodoh lo. Lagian Tasya juga Gadis yang baik, dia seorang Dokter, apa lagi yang kurang dari dia?? Dan lagi bro, gua lihat Kara belum berhenti ngejar lo.. Elo jangan sampai mengecewakan Tasya bro...."


Tanpa menunggu jawaban Reyhan, Arjuna segera keluar dari ruangan itu..


"Gua tinggal dulu bro, masih banyak pekerjaan.. "ucap Arjuna sambil berlalu meninggalkan Reyhan


Sepeninggalnya Arjuna, Reyhan tanpak termenung dengan menyandarkan kepalanya di kursi sambil mencerna perkataan sahabatnya tadi...


******

__ADS_1


Semogaa syukaaa gaeesss, jangan lupa like, koment dan vote pake koin yaaaa..... terima kasih ya readers....


__ADS_2