Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
42


__ADS_3

Seperti biasa Tasya selalu dikunjungi banyak pasien diruang prakteknya... Mereka mengantri untuk bisa diperiksa oleh Dokter cantik nan baik hati yang bernama Natasya.. Natasya adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Dia tidak pernah mengeluh dengan sifat pasien yang tentunya berbeda-beda. Biasanya Tasya dibantu oleh suster Vara yang sahabatnya sendiri, dan juga dua orang suster lagi yaitu Mely dan Lisa. Berhubung hari ini Vara tidak datang, maka mereka sedikit kerepotan.. Sudah hampir Zuhur tapi mereka masih setia melayani pasien.


"Dokter, ini pasien terakhir kita, "kata Mely sambil membawa seorang nenek yang berusia sekitar 70 tahun. Nenek itu ditemani oleh seorang laki-laki yang seusia Reyhan entah itu cucunya ataupun Anaknya. Tasya baru pertama kali bertemu nenek itu...


"Silahkan duduk nek, perintah Tasya pada nenek itu....


Lalu nenek itu duduk dan juga laki-laki disebelahnya..


"Apa keluhannya nek? "tanya Tasya....


"Nyonya mengalami sakit ginjal, harusnya ginjal nyonya sudah dibuang 1 dan melakukan Transplantasi ginjal, tapi nyonya tidak mau. Nyonya hanya bertahan dengan obat yang diberikan dokter." Jelas laki-laki itu. Ternyata laki-laki itu adalah asistennya nenek itu...


"Ma'af... sebelumnya nenek berobat di Rumah Sakit mana ya? soalnya saya baru pertama kali bertemu nenek," kata Tasya...


"Ooohhh iya nak, nenek baru pindah ke Kota ini. Sebelumnya nenek tinggal di Kota B. Dan nenek berobat di Rumah Sakit XX... Jelas nenek itu dengan senyum dibibirnya yang mulai keriput dimakan usia...

__ADS_1


Sekilas Tasya teringat dengan suaminya Reyhan. "Entah kenapa nenek ini mengingatkan aku pada Reyhan.. "batin Tasya ..


"Kenapa nenek tidak mau melakukan Transplantasi ginjal? Ini demi kebaikan nenek juga. Jika nenek terus membiarkan hidup dengan ginjal yang sudah rusak, itu sangat membahayakan nenek. "jelas Tasya


"Nenek tidak punya tujuan hidup lagi nak, nenek tidak punya siapa-siapa lagi. Nenek hanya sebatang kara. Saat ini yang nenek punya hanya cucu nenek, tapi nenek tidak tahu dia dimana. Nenek ini jahat nak, karena dulu nenek sudah mengusir anak mantu dan juga cucu nenek sendiri." Nenek itu sudah tidak bisa membendung lagi air matanya...


Natasya meraih tangan nenek itu, dan mengenggamnya erat..


"Untuk itu nenek harus sembuh, supaya bisa bertemu cucu nenek.. Nenek harus melakukan upaya pengobatan." Entah kenapa hati Tasya sangat terenyuh melihat nenek itu. Dia merasa sangat dekat dengan nenek itu, padahal baru pertama kali bertemu....


"Kamu sangat baik nak, seandainya nenek bertemu cucu nenek pasti sudah nenek jodohkan dengan kamu...


"Nenek tinggal dimana?


"Nenek tinggal di komplek perumahan Melati nak, nenek baru seminggu pindah kesini....

__ADS_1


"Kalau begitu sama nek, saya juga tinggal di komplek perumahan melati No 21...


" Rumah nenek no 17 nak, lain kali mampir kerumah nenek ya, nenek pasti sangat senang....


"Rumah no 17? itu kan rumah baru yang seperti istana itu. kenapa nenek mendirikan istana itu ya, padahal cuma sendiri...


Melihat Tasya yang terdiam nenek bertanya lagi.. "Tau kan nak??


"Tau nek, saya cuma terkagum aja. Rumah nenek sangat besar seperti istana.." Tasya senyum malu-malu..


Siapa yang tidak tau dengan rumah itu, setiap Tasya lewat dia pasti terkagum-kagum. Rumah itu paling bagus nomor satu di perumahan itu...


"Nenek sengaja mendirikan rumah itu untuk cucu nenek jika nanti nenek sudah bertemu dengannya....


"Beruntung sekali cucu nenek, semoga cepat ketemu ya nek".

__ADS_1


"Aku do'akan semoga nenek cepat ketemu dengan cucu nenek ya, dan ini resep obat yang harus nenek ambil di apotik.. " kata Tasya sambil memberikan resep obat pada nenek itu...


Lalu nenek dan juga laki-laki itu berlalu meninggalkan Tasya....


__ADS_2