Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
85


__ADS_3

Happy reading guys..


Surabaya adalah Kota asal orang tua Reyhan


Dan Reyhan pun lahir di sana, cuma karena pernikahan orang tua Reyhan tidak di setujui keluarga maka Reyhan kecil di boyong orang tua nya untuk tinggal di luar Negeri. Ini adalah kali ketiga nya Reyhan menginjakkan kakinya di Kota itu. Biasanya Reyhan datang hanya jika di undang rekan bisnisnya, itupun tidak sampai sehari Reyhan berada di sana.


Tepat jam delapan malam Reyhan sampai di Kota itu, dia langsung menuju rumah sakit tempat dimana neneknya di rawat. Di sana sudah ada Aryo yang selalu setia mendampingi neneknya. Aryo adalah pemuda tampan yang berusia sekitar 23 tahun, dia di ambil di panti asuhan oleh nek Zahra sewaktu Aryo berumur 10 tahun. Walaupun Aryo sudah di anggap seperti cucu sendiri oleh nek Zahra, tapi tetap saja Aryo memanggilnya dengan sebutan nyonya. Aryo kecil tidak pernah berpangku tangan, sepulang sekolah dia selalu membantu pekerjaan rumah yang bisa di lakukannya. Aryo pun sangat dekat dengan semua pembantu di rumah nenek, sehingga semua orang sangat menyayanginya.


Di depan ruangan ICU, Aryo terlihat duduk termenung di lantai sambil kedua tangannya memegang kepalanya. Raut kesedihan terpancar jelas di sana. Reyhan pun segera menghampirinya.. "Aryo, gimana keadaan nenek?" tanya Reyhan yang membuyarkan lamunannya.


"Tuan Reyhan sudah datang?" nyonya masih belum sadarkan diri tuan.." ucapnya lirih.


Aryo segera membawa Reyhan memasuki ruangan tempat nenek di rawat. Ketika Reyhan memasuki ruangan itu, hatinya benar-benar hancur melihat neneknya terbaring lemas di tempat tidur dengan alat bantu yang menempel di tubuh neneknya itu. Dengan langkah kaki yang berat, Reyhan mendekati neneknya. Di raihnya tangan putih neneknya yang kini sudah keriput, lalu Reyhan menciumnya. "nekk... Rey datang jemput nenek, kita pulang ke Jakarta ya nek. Nenek bangun dong, kita pulang ke rumah kita. Rey akan jaga nenek, Rey dan Tasya akan tinggal bersama nenek. Rey janji nek, nenek bangun ya.." ucap Reyhan sambil tersenyum. Walau di hatinya sangat sedih, tapi Reyhan tak ingin terlihat lemah di depan neneknya.


Setelah itu Reyhan segera keluar dan duduk bersama Aryo. "nenek kenapa jadi begini yo??" tanya Reyhan sambil menatap lekat ke Aryo.


"Perusahaan nyonya bangkrut tuan, rumah dan juga hotel di sita pihak bank.." jawab Aryo sambil menundukkan kepalanya.


"kok bisa??" Reyhan sangat terkejut mendengar pernyataan Aryo.


"Pak Budi tuan, orang kepercayaan nyonya yang mengurus perusahaan, ternyata tampa sepengetahuan nyonya, pak Budi ikut investasi bodong hingga membuat perusahaan rugi dan juga bangkrut. Dan sekarang pak Budi malah kabur entah kemana.."


"Si*** tu orang..!!" umpat Reyhan. "benar-benar tidak bertanggung jawab. Apa kamu sudah melacak keberadaannya Yo??"


"sepertinya pak Budi kabur keluar Negeri tuan, rumahnya juga tiba-tiba sudah di jual.." sambung Aryo lagi.


"kalau gitu biarkan aja dia pergi, kapan perlu nggak usah balik-balik lagi ke sini. Bagi ku sekarang yang terpenting adalah kesehatan nenek.."

__ADS_1


"iya tuan... oh ya, sebaiknya tuan istirahat dulu. Saya sudah memesan ruang VIP untuk nyonya jika nanti nyonya sudah boleh di pindahkan dari ICCU. Tuan bisa istirahat di sana, biar saya yang menjaga nyonya di sini.."


Reyhan sangat terkesan dengan Aryo, dia begitu baik, bahkan lebih menyayangi nenek di bandingkan dirinya.


Nenek tidak salah memilihmu Aryo, karna kamu laki-laki yang sangat baik dan juga sopan. Yang terpenting kamu sangat menyayangi nenek..


Karena Reyhan memang merasa sangat lelah, dia pun menuruti kata Aryo. "terima kasih Aryo, karna kamu sudah menjaga nenek.. " ujar Reyhan sambil menepuk-nepuk pundak Aryo.


"memang sudah tugas saya tuan, karena nyonya sudah begitu baik dengan saya.."


"ya udah kalau gitu saya istirahat dulu, kalau ada apa-apa sama nenek tolong kabari saya ya.."


"baik tuan.."


Reyhan pun menuju ke ruang Vip yang sudah di pesan Aryo. Sesampainya di ruangan itu Reyhan langsung merebahkan badannya di sofa. Dia menyalakan ponselnya dan langsung menelpon Tasya. Setelah itu Reyhan terlelap tampa sempat mandi terlebih dahulu. Reyhan tidur sangat pulas, hingga dia bermimpi bertemu dengan papa, mama, beserta neneknya yang memakai pakaian serba putih. Mereka saling berpegangan tangan dengan posisi neneknya berada di tengah papa dan mamanya. Ketiga orang itu hanya tersenyum menatap Reyhan. Di dalam mimpi itu Reyhan sadar kalau papa mamanya sudah meninggal, namun dia heran karena neneknya juga berada di sana. Lalu ketiga orang itu melambaikan tangannya, dan berbalik badan meninggalkan Reyhan. Hingga Reyhan berteriak memanggil orang-orang yang di sayanginya itu..


Hingga Reyhan menjadi terjaga, di liriknya jam di dinding kamar itu menunjukan pukul dua dini hari. Lalu Reyhan bergegas menuju ruang ICU tempat dimana neneknya di rawat. Di lihatnya Aryo sudah tertidur di kursi tunggu. Reyhan langsung masuk ke ruang ICCU. Di lihatnya neneknya masih memejamkan matanya.. Reyhan lalu menggengam tangan neneknya itu "nek, nenek bangun... Jangan tinggalkan aku nek. Aku sangat membutuhkan nenek..." Reyhan tak kuasa menahan tangisnya, hingga air matanya jatuh mengenai tangan neneknya.


Perlahan tangan nenek nya pun bergerak. Lalu perlahan nenek membuka matanya. Reyhan sangat terkejut "nenek udah sadar??"


aku panggilkan dokter ya nek.." ujar Reyhan bersemangat.


Lalu nenek menarik tangan Reyhan sambil menggelengkan kepalanya. Lalu tangannya melepaskan alat pernapasan yang ada di hidungnya. Nenek seperti ingin mengatakan sesuatu.


"nenek nggak usah bicara dulu nek.."


"Rey... panggil nenek dengan suara yang hampir tidak terdengar.

__ADS_1


"iyaa nek, Rey ada di sini.." ucap Reyhan sambil memegang tangan neneknya erat.


"terima kasih karena kamu sudah datang.."ucapnya pelan. "dan nenek minta ma'af, karena nenek sudah mengecewakan kamu." kini air mata nenek mengalir di sudut pipinya.


"nenek nggak perlu minta ma'af, harusnya Rey yang minta ma'af karena sudah marah sama nenek.."


nenek menggelengkan kepalanya.. "tidak nak, kamu tidak salah. Nenek senang karena kamu mau datang ke sini. Nenek udah nggak sanggup lagi nak, nenek ingin menyusul kakek dan juga orang tua mu. Akan nenek ceritakan kepada mereka bahwa cucu nenek tumbuh menjadi pria yang tampan, baik, mandiri, dan juga punya istri yang sangat cantik.." ujar nenek tersenyum.


"nenek nggak boleh ngomong kayak gitu, nenek nggak boleh pergi, nenek belum bertemu dengan anak ku.. nenek harus sembuh ya.." ucap Reyhan menyemangati neneknya.


"tidak nak.. bertemu kembali denganmu itu sudah cukup bagi nenek.. nenek merasa tidak ada beban lagi. oh ya, nenek punya satu permintaan buat kamu.."


"apa nek??"


"tolong anggaplah Aryo seperti adik kamu sendiri. Dia tidak punya siapa-siapa di dunia ini.."


"baik nek, akan ku lakukan.."


Nenek tersenyum "besok kamu tolong temui pengacara nenek ya, ajak Aryo juga.."


Setelah itu nenek tidak bersuara lagi, dia memejamkan matanya. Kemudian terdengar suara tiiiiiiittt...tiiiiiitttt..tiiiiitttt dari monitor menandakan kalau detak jantung nenek sudah berhenti.


Reyhan berteriak memanggil dokter. Dokter pun segera datang dan langsung menggunakan alat pacu jantung, namun dokter pun menyatakan kalau neneknya Reyhan sudah meninggal dunia.


Reyhan menangis histeris. Lagi-lagi dia harus kehilangan orang yang di sayanginya..


****

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya ya.. trims😘


__ADS_2