
happy reading...
Setelah selesai makan siang, Tasya, Vara dan Adrian lebih dulu meninggalkan food court sedangkan Reyhan masih bersama dengan rekan kerjanya. Bahkan sampai akhir pun Tasya tidak menyadari akan keberadaan Reyhan, karena memang mereka memilih makan di tempat paling pojok.
Mereka berjalan beriringan. Tasya berjalan di tengah sambil tangannya terus menggandeng tangan Vara, sedangkan Adrian berjalan dengan coolnya sambil kedua tangannya di selipkan di saku celananya.
"Var, ini si Adrian ngapain sih masih ikut kita?" bisik Tasya.
"biarin aja Nat, biar semua belanjaan lo dia yang bayar.." ucap Vara terkekeh.
Dengan cepat tangan Tasya beraksi mencubit lengan Vara.. "lo nggak tau suami gua tajir melintir, ngapain juga gua minta di bayarin Adrian" Tasya mencebik.
"iya juga sih.."
"gua takut ketahuan Reyhan Var, ntar dia marah kalau dia tau ada Adrian juga.."
"kan ada gua Nat, kecuali kalau lo cuma jalan berdua ya wajar dia marah.."
Elo nggak tau Reyhan Var, dia kalau marah bahaya.. "gumam Tasya dalam hati.
"katanya mau belanja.." ucap Adrian yang tiba-tiba berhenti di depan toko fashion pakaian branded.
"iya Nat, ayok kita masuk.." ajak Vara.
Mereka masuk ke dalam toko lalu sibuk memilihkan baju hamil untuk Natasya. Adrian juga ikut membantu Tasya memilihkan baju. Setelah menemukan baju yang cocok untuk Tasya Adrian meminta Tasya mencobanya.
__ADS_1
"yang ini cocok buat kamu by.." katanya sambil menyodorkan dress warna abu-abu tampa lengan ke tangan Tasya..
Adrian merasa nyaman memanggil Tasya dengan sebutan by, walaupun Tasya selalu sewot karena panggilan itu.
"ini kebesaran yan, lo kira badan gue sebesar karung? "ujar Tasya sewot.
"kan bentar lagi badan lo juga gede by, ini cocok untuk berat badan 70 ke atas"
"what? 70?? gila lo.." ujar Tasya dengan mata terbelalak.
Vara terkekeh mendengar pertengkaran Tasya dengan Adrian.
"lucu bangat sih kalian, kayak suami istri aja." gumam Vara
Reyhan dan Soni berjalan melewati toko tempat Tasya belanja. Dan Reyhan menghentikan langkahnya karena melihat istrinya sedang sibuk memilih baju dengan laki-laki lain. Reyhan tidak melihat Vara, karena Vara sedang memilih baju di tempat berbeda. Sedangkan Adrian dia sibuk mencari baju yang lucu-lucu hingga membuat Tasya tidak bisa menahan tawanya. Terlihat jelas kebahagiaan di wajah Tasya, dia tertawa begitu lepas. Tasya juga tidak sewot lagi terhadap Adrian, dia sudah menganggap Adrian sebagai sahabatnya.
Ternyata Soni tidak melihat Tasya di dalam sana.
"tidak ada, ayo kita balik ke kantor".
Terlihat jelas kekesalan di wajah Reyhan, mukanya merah padam menahan emosi.
Setelah selesai belanja Tasya mengajak Vara untuk segera pulang. Karena badannya terasa capek setelah berputar seharian.
Tasya meminta Adrian untuk mengantarkan Vara pulang, karena rumah mereka searah.
__ADS_1
"ma'af ya Var, gua titip lo ama Adrian. gua nggak bisa antar lo pulang, capek bangat kaki gua.."
"lo kan gitu Nat, habis manis sepah di buang. hehe becanda Nat. emang lo nggak apa-apa nyetir sendiri?"
"nggak apa-apa Var, masih kuat gua".
"ya udah, kalau gitu lo hati-hati ya, jangan ngebut.." ujar Vara sambil melambaikan tangannya ke arah Tasya.
Tasya melajukan mobilnya pulang ke rumah. Jam empat sore Tasya sudah sampai di rumah. Setelah meletakkan paperbag yang berisi belanjaannya sofa, Tasya bergegas menuju kamar mandi karena merasa gerah. Dia berendam di dalam bathup sambil memijit kakinya yang pegel. Setelah selesai mandi Tasya mengenakan mini dress berwarna ungu muda yang di belinya tadi. Dia terlihat sangat cantik dengan membiarkan rambutnya yang basai terurai. Tasya bersandar di kepala ranjang sambil memijit kakinya yang membengkak karena terlalu banyak berjalan.
Ceklet...pintu kamar terbuka. Reyhan membuka jas dan kemeja dalamnya lalu melemparnya di sofa. Reyhan tidak melihat Tasya yang tengah berada di tempat tidur.
Dengan cepat Tasya bangun lalu menghambur memeluk Reyhan erat.." sayang, aku kangen" ucap Tasya sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Reyhan.
Reyhan hanya diam tampa bicara sepatah katapun. Dia juga tidak membalas pelukan Tasya. Hingga akhirnya Reyhan melepas pelukan Tasya dan berlalu menuju kamar mandi.
bruuuuggg... Reyhan menutup pintu kamar mandi dengan keras.
"Kok aku di cuekin sih?? kenapa Reyhan marah, apa Reyhan melihatku tadi di Mall, atau ada orang yang melaporkan aku ke Reyhan.. sayang, ma'afin aku.." gumam Tasya dengan air mata yang jatuh berlinang di pipinya.
Di kamar mandi, Reyhan mengacak ngacak rambutnya dengan kasar.
"Kenapa Natasya tidak jujur padaku kalau dia jalan-jalan ke Mall dengan laki-laki itu. Apa Tasya masih menyukai dia?? arrrrgghhhhh aku benar-benar tidak rela jika laki-laki itu merebut Tasya dari ku"
Lama Reyhan berada di kamar mandi, dia berendam dengan air hangat di bathup, sambil menenangkan pikirannya. Saat ini dia begitu kesal dengan istrinya itu. Sedangkan Tasya dia sudah tertidur pulas karena menunggu Reyhan begitu lama di kamar mandi. Padahal Tasya ingin menanyakan apa yang terjadi sehingga Reyhan marah padanya.
__ADS_1
***
Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih untuk pembaca setia novel aku, semoga kita sehat selalu♥️