
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit Reyhan dan Tasya tiba di Bandara. Reyhan yang tertidur sepanjang perjalanan merasa kaget saat dibangunkan Tasya... Kemudian mereka memasuki Bandara. Tak sampai 30 menit mereka disana, terdengar pengumuman disana bahwa pesawat dari London tujuan Jakarta sudah mendarat dengan selamat...
Tak lama kemudian Tasya melihat seorang gadis cantik yang sangat fashionable dengan memakai jacket selutut yang dipadukan dengan jeans serta sepatu boots, melambaikan tangan kearah mereka...
"Kak Rey.... Panggil gadis itu....
"Anindya.... Reyhan membalas lambaian tangan Anindya. Terlihat senyum kebahagiaan diwajah Reyhan melihat gadis yang telah dianggapnya adik itu...
Lalu tak lama kemudian gadis itu menghambur memeluk Reyhan.....
"Kak Rey, Anin rinduu.... Anindya memeluk erat Reyhan...
"Kakak juga rindu An... Balas Reyhan....
Setelah melepaskan pelukannya Anindya beralih ke arah Tasya...
Ini pasti kakak ipar kan?? Tanya Anindya....
"Iyaa... Jawab Tasya dengan senyum yang sudah diatur semanis mungkin...
__ADS_1
"kakak ipar cantik banget.... Anindya menghambur memeluk Tasya....
"Anindya juga cantik, balas Tasya....
Ayok kita pulang ajak Reyhan sambil merangkul Anindya.... Lalu mereka berjalan penuh canda tawa tanpa menghiraukan Tasya yang berjalan dibelakang mereka dengan mendorong koper milik Anindya di tangannya....
"Huuuufff gua di cuekin...."
Setibanya dimobil Tasya meletakkan koper itu dibagasi.. Dan membuka pintu mobil untuk Reyhan dan Anindya...
Sepanjang perjalanan Anindya sibuk mengobrol dengan Reyhan sambil menyandarkan kepalanya di bahu kiri Reyhan.. Mereka terlihat sangat mesra seperti sepasang kekasih...
"Gimana kabar papa sama mama An? Tanya Reyhan
"Kenapa papa sama mama nggak ikut pulang ke Jakarta? Tanya Reyhan lagi.
"Mama nggak bisa ninggalin oma yang lagi sakit. Oma sekarang sering sakit-sakitan kak...
Tasya yang dari tadi tidak diajak bicara, merasa seperti sopir yang lagi membawa majikannya. Sesekali matanya mencuri pandang ke kaca spion melihat kedekatan penumpangnya itu.
__ADS_1
"Katanya udah di anggap seperti adik sendiri, keluarga sendiri, tapi kok gua liat mesra banget ya?? Nyebelin banget mereka berdua. Mana gua di kacangin dari tadi. Heeeyyyy.... kalian beneran nganggap gua sopir kalian ya???"
Ciiiiiiittttt....... Tiba-tiba Tasya ngerem mendadak karna tidak sadar ada lampu merah di depannya... Secara spontan tubuh Anindya dan Reyhan terdorong kedepan...
"Ma'af, aku nggak liat ternyata ada lampu merah ucap Tasya...
"Hati-hati dong Nat.... Reyhan nampak kesal
"Kenapa lu jadi marah?? inikan salah lu juga yang kelewat mesra sama adik lu. Makanya gua jadi nggak fokus...."
Tak lama kemudian sampailah mereka dirumah.. Reyhan dan Anindya lebih dulu masuk rumah. Sementara Tasya mengambil koper Anindya dan membawanya ke kamar tamu lantai atas... Sedangkan Reyhan dan Anindya sudah duduk di sofa ruang tengah....
"Ya tuhan.... kok gini banget ya nasib gua... Mana kopernya berat banget. Elo bawa baju apa bawa besi baja sih Anindya???"
Tangan Tasya jadi memerah karena mengangkat koper Anindya. Tak terasa bulir bening itu mengalir disudut mata Tasya.. Selama ini Tasya hanyalah gadis manja yang tidak pernah kerja keras.. Mengangkat piring kotor aja Tasya nggak pernah, karna ada Bik Nah. Tapi semenjak menikah dengan Reyhan semuanya dikerjakan sendiri. Yang lebih menyakitkan hatinya, karna dari tadi diacuhkan oleh Reyhan yang sibuk dengan Anindya...
Tasya menghapus air matanya, tak ingin Anindya menangkapnya sedang menangis, lalu berjalan ke bawah dan menghampiri Anindya yang sedang asyk mengobrol dengan Reyhan...
"An.... Mandi dulu gih... Abis tu kita makan malam.....
__ADS_1
"Oke kak.... Anin mandi dulu ya kak....
Sementara Tasya menuju kedapur untuk mempersiapkan makan malam mereka. Untung tadi pagi Tasya sudah masak banyak, jadi tinggal dipanasin aja di microwave....