Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
76


__ADS_3

happy reading..


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Tasya buru-buru pergi ke luar karena Reyhan menelponnya untuk menanyakan hasil pemeriksaan kandungannya, sedangkan Vara masih berada di dalam ruangan Adrian, entah apa yang mereka bicarakan.


Liima menit kemudian Vara keluar bersamaan dengan Adrian mereka asyik mengobrol sambil tertawa kecil. Tasya tampak kesal karena Vara begitu akrab dengan Adrian. Padahal Tasya sangat tidak suka dengan Adrian, bukan karena Adrian yang dulu pernah menyakitinya, tapi memang dia tidak suka aja. Apalagi Adrian masih iseng manggil dia dengan panggilan by, baby Panggilan kesayangan mereka dulu waktu masih pacaran.


Vara ngeselin bangat sih, kenapa harus seakrab itu dengan Adrian. huuuufff...


"ayo Nat, kita pergi..." ucap Vara sambil menggandeng lengan Tasya.


"ngomongin apa sih Var sama Adrian, serius amat.." tanya Tasya sewot.


"nggak ngomongin apa-apa Nat, cuma obrolan biasa. Biasa lah kan, orang udah lama nggak ketemu.. ya udah, kita mo kemana lagi nih? mumpung gua lagi free, gua temanin lo kemanapun lo mau".


"ngeMall aja.. gua lagi pengen refresing, sekalian shopping baju hamil..."


"oke lets go..."


Setelah tiba di Mall milik Abadi Group, Vara memarkirkan mobil di basement. Tak lama kemudian seseorang yang mengendarai mobil Bmw putih juga parkir di samping mobilnya Tasya. Dan yang lebih mengejutkannya lagi ketika Adrian lah yang turun dari mobil itu..


"Adrian ?? lo kesini juga... " tanya Vara


"iyaa.." jawab Adrian sambil tersenyum lebar kearah Tasya lalu berjalan mengampiri mereka.

__ADS_1


"oooo lo pasti mau ketemuan ama pacar lo, ya kan?? "goda Vara.


"nggak.. gua cuma mau jalan-jalan aja sendiri.."


"garing amat sih yan, jalan-jalan di Mall sendiri. Ya udah kalau gitu lo gabung ma kita aja.." ajak Vara yang di sambut dengan cubitan kecil oleh Tasya.


"lo apa-apaan sih Var, lo pasti sengaja kan ngajakin Adrian ikut kita ke Mall?" ucap Tasya berbisik tapi masih kedengaran oleh Adrian.


"nggak Nat, gua nggak ngajakin. sumpah..!! ujar Vara sambil mengacungkan dua jarinya ke atas membentuk huruf V.


"ngapain sih lo ngajakin Adrian gabung ama kita, biarin aja dia jalan sendiri.."


"kasian Nat, masa ganteng-ganteng gitu jalan sendrian aja. Nggak papa ya Nat, kan teman kita juga.."


"ya udah terserah lo deh.."


Mereka berjalan bersama menuju sebuah food court yang berada di lantai atas Mall itu. Mereka memilih lift untuk sampai di atas supaya lebih cepat.


Seperti biasa Tasya dan Vara memilih makan masakan jepang. Entah kenapa Tasya juga tidak merasa mual berada di sana, dan sangat menyukai aroma makanan di sana.


Adrian duduk di kursi persis di depan Tasya sambil memandang lekat ke arah Tasya sehingga Tasya merasa risih.


Adrian apaan sih duduk di depan gua?? kayak nggak ada tempat duduk lain.

__ADS_1


"yan, masa sih lo nggak punya pacar, tampan gini masa nggak laku? "ucap Vara memulai percakapan supaya tidak terlalu canggung.


"punya kok... tapi dia masih masih menyelsaikan studynya di Amrik. lo mau liat fotonya nggak? dia mirip bangat lo ama Tasya.." ujar Adrian sambil melirik Tasya yang ada di depannya.


"mauuu.. mauuu.. sini gua liat.."ujar Vara bersemangat.


Adrian menyodorkan ponselnya ke Vara..


"OMG ?? kok bisa mirip bangat sih yan?? mata Vara terbelalak. "lo mau liat nggak Nat, kok bisa ya mirip bangat ya ama lo??"


"nggak mau..." ucap Tasya ketus.


"kok lo nyari pacar mirip Natasya sih Yan, lo nggak bisa ya ngelupain Tasya? ayooooo?? " goda Vara.


"hehehe... nggak tau juga Var, gua pertama kali ketemu dia tiga tahun yang lalu di Amrik. Awalnya gua juga kaget, gua pikir gua berhalusinasi karena mungkin gua selalu kebayang wajahnya Tasya, tapi ternyata dia bukan Tasya. Akhirnya gua cari tau tentang dia, gua dekati dia dan kami pun pacaran.."


"waaahh gua terharu.. ternyata lo segitu cintanya ama Tasya hingga lo nggak bisa ngelupain Tasya, dan cari pacar pun yang mirip ama Tasya..." ucap Vara.


Sedangkan Tasya hanya diam mendengar pembicaraan mereka. Tasya juga tidak menyangka tentang kenyataan yang sebenarnya, bahwa Adrian tidak bisa melupakan dia. Seandainya dulu Adrian menjelaskan semuanya pada Tasya dan tidak pergi meninggalkannya, mungkin Adrian lah yang menjadi suaminya sekarang. Karena pada dasarnya Tasya itu sangat setia dan sulit sekali jatuh cinta pada orang lain.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun tiba. Tampa aba-aba mereka langsung menyantapnya karena perut mereka sudah lapar. Sesekali Adrian meletakkan potongan bistik ke dalam sendok makan Tasya seperti yang dulu sering dia lakukan ketika masih pacaran. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikannya. Siapa lagi kalau bukan Reyhan. Karena Reyhan habis melakukan rapat kerja di Mall ini sekalian makan siang bersama dengan pejabat tertinggi perusahaannya tersebut.


Reyhan menjadi tidak nafsu untuk melajutkan makan siangnya, darahnya seakan mendidih, ingin rasanya Reyhan memberikan bogem mentah pada Adrian karena sudah berani makan siang dengan istrinya, tapi di tahannya karena tidak ingin membuat keributan dan membuat citra buruk bagi Mallnya tersebut. Di tambah lagi tadi Tasya bilang akan berbelanja baju hamil padanya, tapi malah jalan dengan laki-laki lain...

__ADS_1


***


Like komen dan vote ya😉


__ADS_2